Bisa Turunkan Risiko Berbagai Jenis Kanker, Yuk Konsumsi Wortel

Angga Roni Priambodo, Fita Nofiana

Minggu, 04 Oktober 2020 | 08:48 WIB
Bisa Turunkan Risiko Berbagai Jenis Kanker, Yuk Konsumsi Wortel
Ilustrasi makan wortel. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Banyak penelitian menunjukkan bahwa pola makan sehat bisa memblokir berbagai jenis penyakit kronis, termasuk kanker. Dalam hal ini, para peneliti menyebutkan bahwa kanker dapat dicegah dengan wortel.

Melansir dari Express, beberapa penelitian menemukan bahwa makan lebih banyak wortel dikaitkan dengan penurunan risiko jenis kanker tertentu. Satu analisis penting melihat hasil dari lima penelitian dan menyimpulkan bahwa makan wortel dapat mengurangi risiko kanker perut hingga 26 persen.

Studi lain menemukan bahwa asupan wortel yang lebih tinggi dikaitkan dengan peluang penurunan risiko kanker prostat hingga 18 persen.

Lebih lanjut, sebuah studi menganalisis pola makan dari 1.266 partisipan dengan dan tanpa kanker paru. Ditemukan bahwa perokok yang tidak makan wortel tiga kali lebih mungkin terkena kanker paru-paru dibandingkan dengan mereka yang makan wortel lebih dari sekali dalam seminggu.

Efek anti-kanker dalam wortel dikaitkan dengan senyawa dalam wortel yang disebut falcarinol. Namun cara masak yang salah dapat merusak penyerapan nutrisi ini.

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Newcastle University, wortel yang direbus sebelum dipotong mengandung 25 persen lebih banyak senyawa anti-kanker falcarinol daripada yang dipotong terlebih dahulu.

"Memotong wortel akan meningkatkan luas permukaan sehingga lebih banyak nutrisi yang larut ke dalam air saat dimasak," kata peneliti utama Dr. Kirsten Brandt, dari Sekolah Pertanian, Pangan, dan Pembangunan Pedesaan Universitas Newcastle.

"Dengan menjaganya tetap utuh dan memotongnya setelah matang dapat mengunci nutrisi dan rasanya," imbuhnya.

Ilustrasi wortel. (Shutterstock)
Ilustrasi wortel. (Shutterstock)

Ilmuwan Newcastle, bersama dengan rekannya di Universitas Denmark menemukan manfaat kesehatan falcarinol dalam penelitian sebelumnya.

baca juga

Tikus yang diberi makanan wortel atau falcarinol ditemukan sepertiga lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan tumor skala dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Meskipun begitu, para peneliti menekankan agar Anda tidak boleh bergantung pada satu asupan untuk mengurangi risiko kanker. Pola makan yang seimbang lebih diperlukan untuk menjaga tubuh tetap sehat. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Canggih, Ini Kehebatan Tubuh Manusia yang Bikin Kanker Ogah Mampir

Canggih, Ini Kehebatan Tubuh Manusia yang Bikin Kanker Ogah Mampir

Health | Sabtu, 03 Oktober 2020 | 19:10 WIB

Punya Tumor Jinak, Bisakah Berubah Menjadi Kanker? Ini Penjelasan Profesor

Punya Tumor Jinak, Bisakah Berubah Menjadi Kanker? Ini Penjelasan Profesor

Health | Sabtu, 03 Oktober 2020 | 19:35 WIB

Bulan Peduli Kanker Payudara, Kurangi Risikonya dengan Yogurt yuk!

Bulan Peduli Kanker Payudara, Kurangi Risikonya dengan Yogurt yuk!

Health | Sabtu, 03 Oktober 2020 | 06:00 WIB

Terkini

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

×