Penyakit Genetik Langka Sebenernya Bisa Dicegah, Lalu Apa Masalahnya?

Risna Halidi, Lilis Varwati

Senin, 12 Oktober 2020 | 16:12 WIB
Penyakit Genetik Langka Sebenernya Bisa Dicegah, Lalu Apa Masalahnya?
(Shutterstock)

Suara.com - Kebanyakan penyakit langka di dunia disebabkan karena kelainan genetik yang diturunkan dari orangtua. Karena itu juga, beberapa penyakit langka sebenarnya bisa dicegah. 

Ketua Pusat Layanan Penyakit Langka di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Prof. Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif menjelaskan pencegahan bisa dilakukan melalui tes embrio

Tes tersebut bisa dilakukan di Gedung IMERI Universitas Indonesia dengan terlebih dahulu memeriksa darah calon orangtua untuk memastikan apakah keduanya bisa menurunkan penyakit langka pada anak.

"Kalau mutasi sudah ketemu, sudah dapat genetik kita akan periksa darah bapak dan ibu. Kalau memang betul keduanya, maka kemungkinan kalau hanya resesif atau pembawa sifat hanya 25 persen, sedikit sekali kemungkinan punya anak," papar Damayanti dalam webinar bersama Yayasan MPS dan Penyakit Langka, Minggu (11/10/2020).

Selanjutnya, para dokter bekerjasama dengan bagian reproduksi akan melakukan program bayi tabung. Guru besar FKUI itu menyampaikan bahwa nantinya embrio akan dites dan dicari yang tidak mengandung genetik penyakit. 

"Itulah yang akan dimasukan ke dalam rahim ibunya dan selanjutnya menjadi bayi. Dengan harapan anak berikutnya tidak mengalami penyakit. Ini yang sedang kami kembangkan," tuturnya.

Namun menurutnya, pencegahan itu hanya bisa dilakukan terhadap pasangan yang pernah memiliki anak dengan kelainan genetik sebelumnya. Sehingga pencegahan dilakukan terhadap anak berikutnya agar tidak terulang lagi mengalami penyakit langka.

"Kalau belum pernah punya anak seperti ini kita gak pernah, kita gak bisa ngetes. Tapi kalau sudah ada anak dengan kelainan maka untuk anak selanjutnya kita bisa lakukan pemeriksaan untuk mucolipidosis," ujarnya.

"Ada juga namanya mudon screening. Tapi di Indonesia baru ada untuk penderita hipotiroid. Jadi mudon screening untuk kelainan metabolik, kalau di luar negeri, dia bisa selamat karena screening dilakukan pada bayi. Indonesia juga belum dikerjakan. Sebenarnya kita sedang usahakan di IMERI tapi tersendat-sendat," tambah Damayanti.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Belum Punya Laboratorium Untuk Diagnosis Penyakit Langka

Indonesia Belum Punya Laboratorium Untuk Diagnosis Penyakit Langka

Health | Senin, 12 Oktober 2020 | 13:01 WIB

Diprediksi, Jumlah Pasien Penyakit Langka di Indonesia Capai 25 Juta Orang

Diprediksi, Jumlah Pasien Penyakit Langka di Indonesia Capai 25 Juta Orang

Health | Senin, 12 Oktober 2020 | 10:49 WIB

Gak Tega Lihatnya, Jemari Balqis Putus Sendiri, Derita Penyakit Langka

Gak Tega Lihatnya, Jemari Balqis Putus Sendiri, Derita Penyakit Langka

Jakarta | Rabu, 23 September 2020 | 15:43 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

×