Diprediksi, Jumlah Pasien Penyakit Langka di Indonesia Capai 25 Juta Orang

Risna Halidi, Lilis Varwati

Senin, 12 Oktober 2020 | 10:49 WIB
Diprediksi, Jumlah Pasien Penyakit Langka di Indonesia Capai 25 Juta Orang
Ilustrasi penyakit [shutterstock]

Suara.com - Seperti namanya, penyakit langka memang jarang ditemukan. Setiap negara memiliki indikator masing-masing dalam menetapkan seseorang menderita penyakit langka. 

Ketua Pusat Layanan Penyakit Langka di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo atau RSCM, Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif Sp.A(K) menjelaskan bahwa penetapan penyakit langka di sebuah negara biasanya disesuaikan dengan jumlah laboratorium yang tersedia.

"Tergantung dari negara dan jumlah laboratorium untuk mendiagnosis gejala tersebut. Seperti di Eropa, dikatakan penyakit langka jika muncul pada 1 di antara 2.000 penduduk. Sedangkan di Amerika 1 dari 1.500 penduduk," jelas dokter Damayanti dalam webinar yang diselenggarakan Yayasan MPS & Penyakit Langka, ditulis Senin (12/10/2020).

Meskipun jarang, lanjutnya, tetapi penyakit langka memiliki bermacam-macam jenis. Jumlahnya telah mencapai delapan ribu dan setiap tahun bertambah 250 penyakit baru.

"Jadi kalau digabungkan, dikatakan kalau dikumpulkan orang-orang berpenyakit langka, dia menjadi negara nomor tiga terbanyak di dunia," ucapnya.

Sementara itu di Indonesia, Damayanti menyebut diperkirakan ada 10 persen dari total penduduk atau sekitar 25 juta orang yang menderita penyakit langka.

Lanjut Damayanti, tantangan dari mengatasi penyakit langka adalah kerap terlambat untuk deteksi dini serta pengobatan yang membutuhkan biaya besar. 

"Jika setiap 10 orang mengadopsi satu pasien penyakit langka, diharapkan diagnosis dini bukan masalah lagi," ujar Pakar penyakit nutrisi dan metabolik anak itu.

Ia menambahkan, paling banyak penyakit langka di Indonesia merupakan jenis Mucopolysaccharidosis II (MPS II). Kelainan genetik itu menyebabkan munculnya gangguan metabolisme karbohidrat. Sehingga tubuh tidak bisa memecah gula khusus yang membangun tulang, kulit, urat, dan jaringan lain.

baca juga

Damayanti menjelaskan bahwa 80 persen pasien penyakit langka disebabkan karena kelainan genetik yang dibawa oleh kedua orangtuanya dengan 65 persen kasus menyebabkan masalah serius, mulai dari kecatatan hingga meninggal dunia.

"Sementara itu, 60 persen yang terkena anak dan 30 persen kematian anak di bawah usia 5 tahun disebabkan penyakit bawaan itu," tambahnya.

Kabar baiknya, menurut Damayanti, 5 persen penyakit langka di dunia telah ditemukan obatnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Virus Corona Buatan Laboratorium atau Terjadi Alami? Ini Jawaban WHO

Virus Corona Buatan Laboratorium atau Terjadi Alami? Ini Jawaban WHO

Health | Senin, 28 September 2020 | 11:37 WIB

Gak Tega Lihatnya, Jemari Balqis Putus Sendiri, Derita Penyakit Langka

Gak Tega Lihatnya, Jemari Balqis Putus Sendiri, Derita Penyakit Langka

Jakarta | Rabu, 23 September 2020 | 15:43 WIB

Kemenkes Pastikan Laboratorium Tes Covid-19 Memenuhi Standar Litbangkes

Kemenkes Pastikan Laboratorium Tes Covid-19 Memenuhi Standar Litbangkes

Health | Selasa, 22 September 2020 | 07:46 WIB

Terkini

Kunci Adik Tiri di Kamar, Pria Way Kanan Gasak Uang Rp17 Juta Milik Orang Tua

Kunci Adik Tiri di Kamar, Pria Way Kanan Gasak Uang Rp17 Juta Milik Orang Tua

Lampung | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:37 WIB

BRI Boyong Promo Spesial 17 Agustus, Diskon 17% King Koil Hingga Hadiah Eksklusif

BRI Boyong Promo Spesial 17 Agustus, Diskon 17% King Koil Hingga Hadiah Eksklusif

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:36 WIB

14 Ide Tebak-tebakan Lucu Bertema Pramuka yang Bisa Kamu Coba

14 Ide Tebak-tebakan Lucu Bertema Pramuka yang Bisa Kamu Coba

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:35 WIB

BMW hingga Senjata Api Disita dari Markas Narkoba Bos Gendut di Kampung Bahari

BMW hingga Senjata Api Disita dari Markas Narkoba Bos Gendut di Kampung Bahari

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:34 WIB

Arthada Bawa Kembali Gaya 2016 di Perayaan Ulang Tahun ke-22

Arthada Bawa Kembali Gaya 2016 di Perayaan Ulang Tahun ke-22

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:34 WIB

Kulkas Pintar Jadi Kunci Cegah Food Waste, Ini Cara Simpan Stok Makanan Mingguan agar Tetap Segar

Kulkas Pintar Jadi Kunci Cegah Food Waste, Ini Cara Simpan Stok Makanan Mingguan agar Tetap Segar

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:34 WIB

Review Anak Semua Bangsa Karya Pramoedya: Dari Duka Menuju Kesadaran

Review Anak Semua Bangsa Karya Pramoedya: Dari Duka Menuju Kesadaran

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:30 WIB

Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian

Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:28 WIB

Dukung Ratusan Ribu UMKM, Penyaluran KUR BRI Tembus Rp103,81 Triliun Pada 2026

Dukung Ratusan Ribu UMKM, Penyaluran KUR BRI Tembus Rp103,81 Triliun Pada 2026

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:27 WIB

Silent Skill Gap: Bahaya Lupa Cara Mikir Akibat AI

Silent Skill Gap: Bahaya Lupa Cara Mikir Akibat AI

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:25 WIB

×