Pengobatan Kanker Dapat Pengaruhi Ejakulasi, Adakah Efek Samping Lain?

Kamis, 15 Oktober 2020 | 13:47 WIB
Pengobatan Kanker Dapat Pengaruhi Ejakulasi, Adakah Efek Samping Lain?
Ilustrasi kanker prostat (Shutterstock)

Suara.com - Kanker prostat termasuk penyakit berbahaya yang belum diketahui penyebabnya secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya, salah satunya ejakulasi.

Sebuah penelitian dari Amerika Serikat menunjukkan bahwa ejakulasi setidaknya 21 kali atau lebih sebulan dapat mengurangi risiko kanker prostat secara signifikan.

Ini adalah tentang bagaimana ejakulasi memengaruhi kanker, tapi bagaimana jika sebaliknya?

Menurut American Cancer Society, pengobatan kanker dapat menganggu ejakulasi dengan merusak saraf yang mengontrol prostat, vesikula seminalis, dan bukaan kandung kemih.

Pengobatan juga dapat menghentikan air mani dibuat di prostat dan vesikula seminalis, atau dapat memotong jalur yang biasanya mengeluarkan air mani dari tubuh.

Ilustrasi selangkangan, penis. (Shutterstock)
Ilustrasi kanker prostat (Shutterstock)

Setelah radiasi ke prostat, beberapa pria ejakulasi lebih sedikit air mani. Menjelang akhir perawatan radiasi, pria sering kali merasakan sakit yang tajam saat berejakulasi. Rasa sakit ini disebabkan oleh iritasi pada uretra.

Meski begitu, pria akan tetap merasakan sensasi kenikmatan yang membuat orgasme. Perbedaannya, saat orgasme hanya akan ada sedikit atau tidak ada air mani yang keluar. Ini disebut orgasme kering.

Dalam kebanyakan kasus, pria yang menjalani terapi hormon untuk kanker prostat juga menghasilkan lebih sedikit air mani daripada sebelumnya.

Efek operasi pada ejakulasi

Baca Juga: Ejakulasi 21 Kali Sebulan Turunkan Risiko Kanker Prostat, Benarkah?

Jika operasi melibatkan pengangkatan prostat dan vesikula seminalis, pria tidak dapat lagi membuat air mani. Ini umumnya terjadi pada prostatektomi radikal (pengangkatan prostat) atau kistektomi (pengangkatan kandung kemih).

Testis masih membuat sperma, tetapi tubuh akan menyerapnya kembali. Ini memang tidak berbahaya, tetapi mereka akan mengalami orgasme kering.

Operasi kanker yang dapat menyebabkan orgasme kering meliputi:

  • Reseksi abdominoperineal (AP), yang mengangkat rektum dan usus besar bagian bawah.
  • Total mesorectal excision (TME), yang mengangkat rektum serta mesorektum untuk pengobatan kanker rektal.
  • Diseksi kelenjar getah bening retroperitoneal (RPLND), yaitu menghilangkan kelenjar getah bening di bagian belakang perut, biasanya pada pria yang menderita kanker testis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI