Penelitian: Nikotin Bisa Obati Alzheimer, Skizofrenia, hingga Covid-19

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 20 Oktober 2020 | 16:06 WIB
Penelitian: Nikotin Bisa Obati Alzheimer, Skizofrenia, hingga Covid-19
Ilustrasi nikotin. (Shutterstock)

Suara.com - Terlepas dari dampak buruknya kegiatan merokok konvensional yang menghasilkan TAR atau zat pembakaran penyebab kanker, ternyata elemen nikotin atau zat adiktif pada rokok bisa digunakan untuk pengobatan medis.

Mengutip Dailymail, Selasa (20/10/2020), penelitian menunjukkan orang yang mengonsumsi lebih banyak nikotin bisa berguna untuk mengobati penyakit gangguan otak seperti attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), demensia dan skizofrenia, bahkan termasuk Covid-19.

Tapi jangan langsung buru-buru ingin merokok, ya. Pasalnya, nikotin yang digunakan dalam penelitian ini bukanlah yang berasal dari rokok, melainkan zat nikotin yang ada di tomat, paprika, dan terong. Ketiga makanan ini mengandung nikotin, dan mereka yang banyak mengonsumsinya punya peluang 30 persen lebih rendah terkena parkinson.

Penelitian lain yang dilakukan Psifarmakologi Universitas Newcastle, melakukan pengembangan metode pengobatan berbasis nikotin, yang diharapkan ampuh memperbaiki motorik yang rusak dan memori hilang akibat parkinson.

Studi lainnya di AS juga menunjukkan bahwa reseptor atau pintu masuk nikotin ke dalam sel, mampu meningkatkan jumlah kalsium yang masuk ke dalam tulang, dan mampu mencegah pengeroposan tulang akibat parkison.

Nikotin memang jadi salah satu zat kontroversial untuk dijadikan obat, mengingat risiko zat ini bisa membuat pemakainya ketagihan sebagai efek samping. Padahal faktanya, zat ini cukup potensial untuk alzheimer dan skizofrenia.

"Harapan hidup pasien meningkat berkali-kali lipat, sehingga saya tidak heran jika beberapa senyawa nikotin digunakan beberapa farmasi dalam 'obat emas' mereka, tapi kami tidak bisa sembarangan mengaksesnya," ujar Dr Mohammed Shoaib, Kepala Kelompok Penelitian Psikofarmakologi, Universitas Newcastle.

Dr. Shoaib juga menyoroti temuan penelitian yang mendapati jika perokok cenderung terlindungi dari Covid-19, di mana risiko tertular berhasil ditekan hingga 80 persen. Tapi sayangnya, jika mereka sudah tertular, mereka bisa mengalami gejala yang lebih parah.

Hal ini sejalan dengan temuan Profesor Konstantinos Farsalinos dari Ilmu Kesehatan Masyaraka, Universitas Patras, Yunani, yang menemukan meski China sebagai negara dengan perokok tertinggi dunia, tapi perokok yang dirawat akibat Covid-19 sangat sedikit yang masuk rumah sakit.

"Kami pikir itu mungkin akibat dari nikotin," terang Profesor Konstantinos Farsalinos kepada media beberapa waktu lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buah dan Sayur Ini Bantu Percepat Pembuangan Nikotin Dalam Tubuh

Buah dan Sayur Ini Bantu Percepat Pembuangan Nikotin Dalam Tubuh

Your Say | Senin, 19 Oktober 2020 | 14:42 WIB

Inspiratif! Siswi Ini Kembangkan Potensi Pengobatan Covid-19

Inspiratif! Siswi Ini Kembangkan Potensi Pengobatan Covid-19

Tekno | Minggu, 18 Oktober 2020 | 13:45 WIB

Bagi Perokok, 5 Asupan Sehat Ini Percepat Pembuangan Nikotin dalam Tubuh

Bagi Perokok, 5 Asupan Sehat Ini Percepat Pembuangan Nikotin dalam Tubuh

Health | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 17:35 WIB

Terkini

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB