Begini Awal Stigma Negatif Pasien Covid-19 Muncul di Masyarakat

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 21 Oktober 2020 | 14:29 WIB
Begini Awal Stigma Negatif Pasien Covid-19 Muncul di Masyarakat
Ilustrasi Pasien Covid-19. (Pexels)

Suara.com - Stigma pada penyakit tertentu bisa muncul karena persepsi keliru yang dipikiran orang atau kelompok. 

Ketua Jaringan Rehabilitasi Psikososial Indonesia Dr. dr. Irmansyah Sp.Kj menjelaskan, kini telah muncul stigma negatif terkait Covid-19 yang menyebabkan ketidaknyamanan.

Pandangan negatif itu muncul lantaran masyarakat berpandangan bahwa seseorang yang terinfeksi Covid-19 harus dijauhi. Cara pandang itu, pada akhirnya, akan berdampak buruk pada pasien.

"Stigma muncul dari persepsi. Tentu persepsi muncul dari pengetahuan masyarakat sendiri. Masing-masing punya referensi sendiri terhadap satu berita, peristiwa. Tapi yang kita tahu berita negatif justru yang paling menarik," ujar Irman dalam konferensi virtual BNPB, Selasa (20/10/2020).

Menurutnya, masyarakat lebih mudah menangkap berita mengenai angka kematian atau cara penularan virus.

"Jadi tidak balance. Berita negatif memang ada, tapi kita harus hati-hati. Lain kan juga banyak berita kesembuhan lebih tinggi, berita orang tanpa gejala. Juga berita kita bisa mencegah, menjaga diri dengan cara baik. Artinya kita bisa menghindari penyakit seperti ini," paparnya.

Sementara itu, Pekerja Sosial Profesional Indonesia Nurul Eka Hidayati menyampaikan ada tiga faktor yang membuat stigma negatif terhadap pasien covid-19 marak di masyarakat.

"Pertama rasa takut. Itu muncul karena ketidaktahuan mendorong pada rasa takut. Covid ini kan sesuatu yang baru. Jadi ketidakpastian membuat orang jadi takut," katanya. 

Faktor kedua adalah terkait informasi. Menurut Nurul, informasi yang diterima masyarakat cenderung salah. Selain itu, dark jokes atau lelucon gelap juga ia anggap berkontribusi dalam pembentukan stigma negatif.

"Dengan adanya Covid ada rasa khawatir dengan rasa tanggung jawab. Tadinya gak khawatir tentang dirinya dan orang lain jadi merasa tanggung jawab menjaga diri, keluarga, dan lingkungan," jelas Nurul. 

Faktor terakhir atau ketiga adalah tidak ada rasa percaya dengan otoritas. Umumnya hal ini terjadi pada kelompok marjinal, difabel, atau kelompok tidak mampu secara ekonomi.

Kelompok-kelompok tersebut memang sudah sering mendapat diskriminasi terhadap sejumlah layanan masyarakat sejak sebelum ada pandemi Covid-19.

"Itu terbawa dengan kondisi seperti ini akan bagaimana nanti. Stigma ini bukan hanya isu di Indonesia tapi seluruh dunia punya masalah yang sama terkait stigma ini," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karyawan Bank di Bantul yang Positif Covid-19 Bertambah, Total Sudah Ada 5

Karyawan Bank di Bantul yang Positif Covid-19 Bertambah, Total Sudah Ada 5

Jogja | Rabu, 21 Oktober 2020 | 14:20 WIB

Dulu Langka dan Mahal, Masker Bedah Kini Jadi Hadiah Lotre Rp 3 Ribuan

Dulu Langka dan Mahal, Masker Bedah Kini Jadi Hadiah Lotre Rp 3 Ribuan

News | Rabu, 21 Oktober 2020 | 14:18 WIB

Jelang Pemilu AS, Tunawisma Kesulitan Mengakses TPS di Tengah Pandemi

Jelang Pemilu AS, Tunawisma Kesulitan Mengakses TPS di Tengah Pandemi

Video | Rabu, 21 Oktober 2020 | 14:14 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB