Hentikan Virus Corona, Ahli Inggris Sarankan Skrining Pasien Tanpa Gejala

Rauhanda Riyantama, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 23 Oktober 2020 | 08:34 WIB
Hentikan Virus Corona, Ahli Inggris Sarankan Skrining Pasien Tanpa Gejala
Ilustrasi Pasien Covid-19. (Pexels)

Suara.com - Seorang ilmuwan terkemuka menyarankan skrining pasien virus coroma asimtomatik atau tanpa gejala untuk mengurangi risiko penyebaran. Menurutnya, langkah ini cukup efektif dalam menghentikan pandemi virus corona.

Tanpa gejala artinya tidak ada tanda-tanda penyakit yang muncul. Pada kondisi ini, seseorang yang terinfeksi virus corona Covid-19 disebut asimtomatik.

Mereka sembuh dari penyakit atau masalah kesehatan tertentu, tanpa tanda-tanda dan tidak lagi memiliki gejala apapun setelahnya.

Pusat Media Sains sekarang ini, Profesor Paul Lehner dari Universitas Cambridge mengatakan skrining asimtomatik yang lebih baik diperlukan untuk membantu mengobati orang dengan virus corona Covid-19 lebih dini.

Paul Lehner berbicara tentang proses penyaringan asimtomatik yang telah diterapkan oleh universitasnya sendiri. Ia melakukan skrining dengan menguji mahasiswanya secara berkelompok.

Ilustrasi pasien (Unsplash)
Ilustrasi pasien (Unsplash)

"Cara ini memungkinkan kami untuk menemukan pasien virus corona asimtomatik, memungkinkan kami bergerak lebih cepat untuk mengisolasi mereka dan melindungi orang lain," jelas Paul Lehner mengutip dari Express, Jumat (23/10/2020).

Menurut Paul Lehner, langkah itu satu-satunya cara untuk menghentikan pandemi virus corona Covid-19 sejak awal, sebelum kondisi seseorang menjadi semakin parah dan sulit ditangani.

Tapi, langkah ini akan menjadi tantangan logistik untuk pengujian yang lebih baik. Kemudian, menguji populasi yang paling berisiko tinggi.

University College London (UCL) telah menganalisis data dari survei infeksi virus corona Office for National Statistics (ONS) terhadap 36.061 orang yang menjalani tes dari akhir April hingga Juni 2020.

baca juga

Penelitian ini menemukan lebih dari 8 di antara 10 orang yang positif terinfeksi virus corona Covid-19 tidak menunjukkan gejala utama saat pengujian.

Secara total, 86 persen pasien tidak mengalami batuk, kehilangan indra perasa dan penciuman hingga suhu tinggi sebagai gejala umum virus corona Covid-19. Sekitar 77 persen orang tidak menunjukkan gejala virus corona sama sekali.

Data menunjukkan 115 dari 36.061 orang yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona, 27 di antaranya bergejala, yakni sekitar 23,5 persen saja.

Artinya, 88 orang tidak menunjukkan gejala virus corona pada hari pengujiuan, yang jumlah ini setara 76,5 persen.

Namun, pimpinan penelitian Profesor Irene Petersen mengatakan orang mungkin telah mengembangkan gejala beberapa hari sebelum tes. Tapi, angka ini menunjukkan sejumlah besar penyebaran virus corona tanpa gejala.

"Mereka mungkin penyebar virus corona diam dan tidak mengetahuinya. Anda mungkin melihat banyak orang keluar dan tidak mengisolasi diri karena tidak tahu mereka positif terinfeksi virus corona atau tidak," kata Profesor Petersen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi New York: Risiko Kematian Pasien Covid-19 Mulai Menurun

Studi New York: Risiko Kematian Pasien Covid-19 Mulai Menurun

Health | Kamis, 22 Oktober 2020 | 20:21 WIB

Jangan Abaikan, 3 Hal Ini Tingkatkan Risiko Reinfeksi Virus Corona

Jangan Abaikan, 3 Hal Ini Tingkatkan Risiko Reinfeksi Virus Corona

Health | Kamis, 22 Oktober 2020 | 15:56 WIB

Terkini

Retinoid dan Retinol Bedanya Apa? Ini Panduan Memilih yang Tepat Bagi Pemula

Retinoid dan Retinol Bedanya Apa? Ini Panduan Memilih yang Tepat Bagi Pemula

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 09:38 WIB

Eksepsi Budiono Tanbun Ditolak, Pakar Unmul Justru Soroti Daluwarsa Kasus Tambang JMB

Eksepsi Budiono Tanbun Ditolak, Pakar Unmul Justru Soroti Daluwarsa Kasus Tambang JMB

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 09:37 WIB

Hadir di Deklarasi yang Diikuti Mahasiswa Bodong di HI, Raffi Ahmad Buka Suara dan Minta Maaf

Hadir di Deklarasi yang Diikuti Mahasiswa Bodong di HI, Raffi Ahmad Buka Suara dan Minta Maaf

News | Minggu, 01 November 2026 | 09:35 WIB

Tayang 26 November, Iron Girls 3 Kembali dengan Tantangan Olahraga Baru

Tayang 26 November, Iron Girls 3 Kembali dengan Tantangan Olahraga Baru

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 09:30 WIB

Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit

Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 09:21 WIB

The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup

The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 09:00 WIB

Berapa Harga Pertalite Per 1 November 2026? Cek Update Tarif BBM Hari Ini

Berapa Harga Pertalite Per 1 November 2026? Cek Update Tarif BBM Hari Ini

Otomotif | Minggu, 01 November 2026 | 08:59 WIB

Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak

Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 08:56 WIB

Aktivis 98 Tuntut Prabowo-Gibran Jalankan Agenda Reformasi atau Mundur

Aktivis 98 Tuntut Prabowo-Gibran Jalankan Agenda Reformasi atau Mundur

News | Minggu, 01 November 2026 | 08:54 WIB

7 Rekomendasi Skincare Biokos Martha Tilaar untuk Wanita Usia 40 sampai 50 Tahun

7 Rekomendasi Skincare Biokos Martha Tilaar untuk Wanita Usia 40 sampai 50 Tahun

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:39 WIB

×