Direkomendasikan, Kenali Manfaat Mengonsumsi Ubi Kayu Bagi Kesehatan

Risna Halidi, Luthfi Khairul Fikri

Jum'at, 23 Oktober 2020 | 16:46 WIB
Direkomendasikan, Kenali Manfaat Mengonsumsi Ubi Kayu Bagi Kesehatan
Singkong yang baru dipanen (Foto: shutterstock)

Suara.com - Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) belum lama ini melakukan modifikasi fisik pada ubi kayu atau singkong dengan dijadikan sebagai tepung ubi kayu pregel. Nantinya, bahan pangan satu ini bisa diolah menjadi aneka macam makanan seperti roti dan mi.

Terlepas dari penemuan tersebut, bahan dasar dari tepung pregel ini merupakan ubi kayu yang memiliki segudang manfaat kesehatan karena terkenal memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi. S

Selain itu, ubi kayu juga terbukti mengandung beta karoten yang merupakan senyawa organik yang baik bagi tubuh. Dengan demikian, ubi kayu atau singkong dinobatkan sebagai sumber pangan lokal berkualitas.

Karena kandungan nutrisinya yang beragam, ubi kayu atau singkong dianggap memiliki manfaat bagi kesehatan seperti yang telah Suara.com rangkum dari Alodokter.com, Jumat (23/10/2020) berikut ini!

Menambah energi
Ubi kayu atau singkong mengandung kalori yang cukup tinggi. Dalam 100 gram singkong, terkandung 110-150 kalori. Jumlah kalori ini lebih tinggi daripada kalori pada umbi-umbian jenis lain seperti kentang dan ubi. Oleh karena itu, Anda bisa mendapatkan energi ekstra untuk menjalani aktivitas sehari-hari jika mengonsumsi singkong.

Merupakan sumber serat dan karbohidrat kompleks
Selain kalori, ubi kayu atau singkong juga kaya akan karbohidrat kompleks dan serat. Kedua nutrisi ini berfungsi untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan, mengurangi peradangan, dan mengendalikan kadar gula darah. Bila kadar gula darah terkendali, risiko terjadinya diabetes tipe 2 dan obesitas juga akan lebih rendah.

Memiliki kandungan antioksidan yang baik
Manfaat ubi kayu atau singkong lainnya bisa didapat dari kandungan vitamin C, vitamin A, dan beta-karoten di dalamnya. Vitamin C dan vitamin A merupakan antioksidan yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari efek radikal bebas, mencegah penyakit jantung, hingga mengatasi kerutan di kulit.

Sementara beta-karoten berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah kekambuhan gejala asma, mengurangi risiko kanker, serta baik untuk kesehatan kulit dan mata. Asupan nutrisi ini juga dapat mencegah berbagai penyakit mata, seperti katarak dan degenerasi makula terkait usia (AMD).

Selain manfaat di atas, singkong juga diklaim dapat digunakan sebagai obat alternatif untuk mengatasi kelelahan, diare, infeksi, masalah kesuburan, dan menginduksi persalinan. Kendati demikian, manfaat singkong sebagai obat alternatif ini belum terbukti secara medis.

Fakta Sebelum Dikonsumsi Ubi Kayu
Meski ada banyak manfaat ubi kayu atau singkong bagi kesehatan, Anda perlu mengkonsumsinya dengan hati-hati. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan terkait tanaman ini:

Ubi kayu atau singkong mengandung zat kimia yang disebut glikosida sianogen. Bahan kimia ini dapat melepaskan sianida di dalam tubuh. Oleh karena itu, singkong harus diolah dengan benar sebelum dimakan untuk mencegah keracunan sianida.

Mengkonsumsi ubi kayu atau singkong terlalu banyak di masa kehamilan dan menyusui juga tidak aman. Konsumsi singkong terlalu banyak saat hamil diduga dapat meningkatkan risiko bayi mengalami cacat bawaan lahir dan kelainan tiroid.

Ubi kayu atau singkong diketahui dapat menurunkan jumlah yodium yang diserap oleh tubuh. Oleh karena itu, terlalu sering mengonsumsi singkong dalam jumlah banyak berpotensi menyebabkan kekurangan yodium.

Mengkonsumsi ubi kayu atau singkong dapat menurunkan kadar hormon tiroid dalam tubuh. Anda dilarang mengonsumsi pangan ini jika menderita penyakit tiroid atau tengah menjalani terapi penggantian hormon tiroid.

Cara Mengolah Ubi Kayu atau Singkong yang Benar
Untuk mengonsumsi ubi kayu atau singkong, pastikan Anda mengolahnya dengan benar. Meski proses pengolahan dapat mengurangi nutrisi yang terkandung dalam singkong, hal ini perlu dilakukan untuk menghilangkan zat sianida yang berbahaya.

Agar lebih aman dikonsumsi, ubi kayu atau singkong perlu diolah dengan cara mengupas kulitnya terlebih dahulu, kemudian merendam bagian batangnya yang berwarna putih di dalam air bersih selama 48-60 jam.

Setelah proses perendaman selesai, lanjutkan dengan dimasak hingga benar-benar matang sempurna. Anda bisa menggoreng, merebus, atau mengukusnya selama minimal 25 menit. Hal ini untuk mencegah keracunan sianida saat dikonsumsi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Misteri Serangga Keji Berbaju Besi Tahan Dilindas Mobil Terungkap

Misteri Serangga Keji Berbaju Besi Tahan Dilindas Mobil Terungkap

News | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 11:01 WIB

Kenali 7 Manfaat Luar Biasa Jambu Biji Untuk Bayi

Kenali 7 Manfaat Luar Biasa Jambu Biji Untuk Bayi

Health | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 07:15 WIB

Jangan Dianggap Sama, Ini Perbedaan Tepung Tapioka dan Tepung Singkong

Jangan Dianggap Sama, Ini Perbedaan Tepung Tapioka dan Tepung Singkong

Lifestyle | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 07:00 WIB

Terkini

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:05 WIB