Minum Jus Buah Bit Tiap Hari, Bisa Turunkan Tekanan Darah Tinggi!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 12:47 WIB
Minum Jus Buah Bit Tiap Hari, Bisa Turunkan Tekanan Darah Tinggi!
Jus buah bit

Suara.com - Tekanan darah tinggi adalah kondisi yang bisa memicu sejumlah masalah kesehatan kronis, termasuk stroke dan serangan jantung. Kondisi ini dikenal sebagai hipertensi, yang memberi tekanan ekstra pada pembuluh darah dan organ vital.

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat dan tidak cukup berolahraga. Salah satu cara termudah untuk melindungi diri dari hipertensi adalah dengan minum jus buah bit.

Menurut ahli gizi Natures Aid, Jenny Logan, minum jus buah bit secara teratur bisa membantu menurunkan tekanan darah atau hipertensi.

Karena, buah bit kaya kandungan nitrat yang diubah menjadi oksida nitrat dalam tubuh. Oksida nitrat mambantu pembuluh darah untuk rileks dan melindungi diri dari penyempitan.

Pembuluh darah yang terus-menerus menyempit bisa meningkatkan tekanan darah. Kemudian bisa menyebabkan hipertensi.

Ilustrasi tekanan darah tinggi [pixabay]
Ilustrasi tekanan darah tinggi [pixabay]

"Penelitian telah menunjukkan bahwa jus buah bit bisa membantu dalam mendukung tekanan darah yang sehat," kata Logan dikutip dari Express.

Para peneliti pada tahun 2014 memberi sukarelawan 250ml jus buah bit per hari dan mencatat bahwa buah itu mampu mengontrol tekanan darah tinggi.

Hal ini disebabkan oleh kandungan nitrat alami pada buah bit, yang bisa diubah tubuh menjadi oksida nitrat. Efek oksida nitrat adalah melemaskan pembuluh darah yang bisa membantu mendukung tekanan darah sehat.

Sementara itu, Anda juga bisa menurunkan tekanan darah dengan mengurangi jumlah kentang dalam makanan. Para ilmuwan mengungkapkan makan kentang panggang bisa meningkatkan risiko hipertensi hingga 11 persen.

Kentang yang diolah menjadi keripik adalah makanan terburuk untuk tekanan darah tinggi. Jadi, makan keripik berlebihan bisa meningkatkan kemungkinan tekanan darah tinggi hingga 17 persen.

Tekanan darah tinggi juga disebut sebagai the silent killer, karena gejalanya hanya cenderung muncul dengan sendirinya.

Adapun gejala tekanan darah tinggi termasuk jantung berdebar-debar, menemukan darah dalam urine dan sakit kepala parah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cek Gejala Tekanan Darah Tinggi, Perhatikan Mati Rasa Pada Wajah dan Kaki

Cek Gejala Tekanan Darah Tinggi, Perhatikan Mati Rasa Pada Wajah dan Kaki

Health | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 11:21 WIB

Benarkah Derita Hipertensi Bikin Penyakit Covid-19 Tambah Parah?

Benarkah Derita Hipertensi Bikin Penyakit Covid-19 Tambah Parah?

Health | Kamis, 15 Oktober 2020 | 15:43 WIB

Dokter Ungkap Penyebab Semakin Tua Tekanan Darah Semakin Meningkat, Apa?

Dokter Ungkap Penyebab Semakin Tua Tekanan Darah Semakin Meningkat, Apa?

Bali | Kamis, 15 Oktober 2020 | 18:05 WIB

Terkini

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB