alexametrics

Feby Febiola Idap Kanker Ovarium, Wanita Perlu Waspada Gejala Ini

Yasinta Rahmawati
Feby Febiola Idap Kanker Ovarium, Wanita Perlu Waspada Gejala Ini
Feby Febiola mengidap kanker ovarium. [Instagram]

Kanker ovarium yang diidap Feby Febiola gejalanya seringkali menyerupai gejala penyakit lain.

Suara.com - Artis Feby Febiola tengah berjuang melawan kanker ovarium. Untuk mengatasinya, dia sampai menjalani proses pengobatan kemoterapi.

Lewat akun Instagram, ia berbagi potret close up terbarunya. Feby Febiola tampak mengenakan topi menutupi kepala botaknya.

"Today is my last chemo (Hari ini adalah kemoterapi terakhirku)," tulis Feby Febiola pada keterangan foto.

Kanker ovarium sendiri merupakan jenis kanker yang muncul di jaringan indung telur serta seringkali tumbuh dan berkembang tanpa terdeteksi. Hal ini umumnya ditemukan ketika kanker sudah menyebar ke bagian panggul dan rongga perut.

Baca Juga: Gunakan Deodoran dan Bra Kawat Sebabkan Kanker Payudara? Ini Faktanya

Dilansir dari Mayo Clinic, tidak jelas apa penyebab kanker ovarium, meski dokter telah mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit tersebut.

Secara umum, kanker dimulai ketika sel mengembangkan kesalahan (mutasi) pada DNA-nya. Mutasi memberitahu sel untuk tumbuh dan berkembang biak dengan cepat, menciptakan massa (tumor) sel abnormal.

Unggahan Feby Febiola [Instagram/@febyfebiola_]
Unggahan Feby Febiola [Instagram/@febyfebiola_]

Sel abnormal itu terus hidup saat sel sehat mati. Mereka dapat menyerang jaringan di sekitarnya dan memutuskan tumor awal untuk menyebar ke tempat lain di tubuh (bermetastasis).

Untuk gejala kanker ovarium seringkali menyerupai gejala penyakit lain, termasuk gangguan sistem pencernaan. Berikut ada beberapa gejala kanker ovarium yang perlu dicurigai seperti:

  • Perut kembung atau bengkak
  • Cepat merasa kenyang saat makan
  • Penurunan berat badan
  • Ketidaknyamanan di daerah panggul
  • Perubahan kebiasaan buang air besar, seperti sembelit
  • Sering ingin buang air kecil

Sayangnya, gejala kadang baru muncul ketika kondisi kanker sudah semakin parah atau memasuki stadium lanjut. Sampai sekarang juga belum tersedia vaksin untuk kanker ovarium sebagai tindakan pencegahan.

Baca Juga: Menurunkan Berat Badan setelah 50 Tahun Minimalisir Risiko Kanker Payudara

Oleh karena itu, disarankan bagi perempuan untuk melakukan deteksi dini agar harapan kesembuhannya semakin besar. Terlebih jika memiliki riwayat keluarga mengidap kanker ovarium atau payudara.

Komentar