Gunakan Deodoran dan Bra Kawat Sebabkan Kanker Payudara? Ini Faktanya

Angga Roni Priambodo | Rosiana Chozanah | Suara.com

Minggu, 25 Oktober 2020 | 18:50 WIB
Gunakan Deodoran dan Bra Kawat Sebabkan Kanker Payudara? Ini Faktanya
Ilustrasi perempuan menggunakan deodorant. [Shutterstock]

Suara.com - Selama ini ada beberapa mitos tentang penyebab kanker payudara yang berkembang di masyarakat, di antaranya penggunaan antiperspirant atau deodoran serta bra berkawat.

Beredarnya mitos ini akibat kekhawatiran dua hal ini:

- Bahan kimia antiperspirant diserap melalui kulit, menghalangi pelepasan racun saat Anda berkeringat, dan menyebabkan racun ini menumpuk di payudara.

- Bra berkawat menyebabkan kanker payudara karena menghalangi pembuangan cairan getah bening dari bagian bawah payudara sehingga tidak bisa masuk kembali ke dalam tubuh.

Namun, berdasarkan BreastCancer.org, hingga kini klaim tersebut tidak berbukti.

Ilustrasi kanker payudara
Ilustrasi kanker payudara (shutterstock)

Bahkan, antiperspirant yang 'kuat' pun tidak akan menghalangi keluarnya semua keringat di ketiak.

Sebagian besar zat penyebab kanker dikeluarkan oleh ginjal dan dilepaskan melalui urine atau diproses oleh hati. Jadi, berkeringat bukanlah cara utama bagi tubuh untuk mengeluarkan racun.

Sementara ada kekhawatiran bahan kimia, seperti phthalate dan paraben yang digunakan untuk wewangian dan pengawetan, dari seluruh daftar produk perawatan pribadi (termasuk antiperspirant) yang diserap oleh tubuh, bahan kimia ini tidak mungkin menjadi penyebab kanker payudara.

Begitu pula dengan bra berkawat. Hanya ada satu studi yang melihat hubungan antara memakai bra dan kanker payudara.

Padahal, tidak ada perbedaan risiko yang nyata pada wanita yang mengenakan bra dengan yang tidak.

Kecuali berat badan berlebih, yang memang meningkatkan risiko kanker payudara. Dan wanita dengan berat badan berlebih cenderung memiliki ukuran payudara lebih besar dan mereka pasti memakai bra.

Masalah bobot inilah yang mungkin menjadi penyebab mitos ini terus beredar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menurunkan Berat Badan setelah 50 Tahun Minimalisir Risiko Kanker Payudara

Menurunkan Berat Badan setelah 50 Tahun Minimalisir Risiko Kanker Payudara

Health | Sabtu, 24 Oktober 2020 | 17:00 WIB

Oktober Bulan Kesadaran Kanker Payudara, Simak 5 Fakta Pentingnya

Oktober Bulan Kesadaran Kanker Payudara, Simak 5 Fakta Pentingnya

Health | Senin, 19 Oktober 2020 | 20:15 WIB

Menyehatkan, Konsumsi 4 Makanan Penurun Risiko Kanker Payudara

Menyehatkan, Konsumsi 4 Makanan Penurun Risiko Kanker Payudara

Health | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 14:42 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB