alexametrics

Rekomendasi Psikolog: Agar Anak Tetap Happy Meski Libur Panjang di Rumah

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi
Rekomendasi Psikolog: Agar Anak Tetap Happy Meski Libur Panjang di Rumah
Ilustrasi libur panjang di rumah. (Elements Envato)

Pastikan kegiatan yang dipilih mudah dilakukan namun sekaligus menarik buat anak.

Suara.com - Liburan jadi salah satu cara agar pikiran kembali fresh sehingga performa kerja maupun belajar menjadi lebih baik. Sayangnya, libur panjang di akhir Oktober kali ini bersamaan dengan pandemi Covid-19, sehingga kita dianjurkan untuk membatasi perjalanan atau kegiatan di luar rumah, atau dengan kata lain libur panjang di rumah saja.

Nah, buat Anda yang masih bingung mengisi kegiatan liburan di rumah, terutama jika Anda punya anak yang mudah sekali merasa bosan saat harus di rumah saja, psikolog keluarga Roslina Verauli mengatakan langkah pertama yang perlu dilakukan adalah berdiskusi dengan anggota keluarga, khususnya anak.

"Diskusikan dengan keluarga, berikan beberapa pilihan kegiatan di dalam rumah yang bisa dilakukan untuk mengisi liburan," ujar Vera saat dihubungi suara.com, Senin (26/10/2020).

Vera menekankan satu syarat kegiatan yang bisa dilakukan untuk mengisi liburan, yaitu bukan kegiatan rutin yang biasa dilakukan setiap hari. Jadi, diskusikan bersama anak kegiatan apa yang selama ini jarang dilakukan dan kini ingin mereka lakukan sebagai pengisi liburan. Kemudian pastikan kegiatan harus fun, menyenangkan, tidak biasa, dan jangan sampai liburan malah membuat stres orangtua maupun anak.

Baca Juga: Cuti Bersama, PNS Pemprov DKI Diminta Tidak Liburan

"Keluarga bisa memanfaatkan peluang libur panjang ini untuk meningkatkan kesejahteraan secara emosional, kebahagiaan jadi lebih baik, bukan hanya kesehatan secara fisik saja. Saya malah jadi curiga kalau performa kerja turun dan nilai anak turun, ini jangan-jangan nggak pernah liburan," kata Vera yang juga merupakan ibu dari 2 anak ini.

Agar kegiatan liburan tidak membuat stres, pastikan memilih kegiatan yang mudah dan simpel. Atau, bisa juga mencoba hal baru yang sebelumnya tidak pernah dilakukan. Siapa tahu, hal-hal baru ini bisa menambah peluang anak menemukan bakat baru.

"Bikin sesuatu yang anak bisa happy, masak di dapur saja anak-anak happy, kok. Kadang kita bakar udang, steak, bikin roti bakar saja sudah happy. Tinggal kasih pilihan topping yang berbeda. Bikin pizza saja juga sudah happy, diajak cuci mobil juga anak bisa happy," jelas Vera.

"Cari kegiatan seru, ajak anak berkreasi, seperti kegiatan menanam, siapa tahu dia tertarik. Jadi yang tadinya punya hobi yang nggak disentuh, anak kini jadi punya hobi yang keren-keren," tutupnya.

Baca Juga: Jasa Marga Tutup 2 Rest Area Ini Saat Libur Panjang Maulid Nabi Muhammad

Komentar