Umumnya Tidak Bahaya, Ketahui Kapan Cegukan Membutuhkan Pertolongan Medis!

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah | Suara.com

Sabtu, 07 November 2020 | 14:49 WIB
Umumnya Tidak Bahaya, Ketahui Kapan Cegukan Membutuhkan Pertolongan Medis!
Ilustrasi cegukan. (Shutterstock)

Suara.com - Cegukan memang membuat tidak nyaman, terlebih ketika berada di tempat umum. Kondisi ini juga dapat membuat lelah.

Tertawa berlebihan, makan berat dan rangsangan emosional adalah beberapa faktor yang dapat memicu keluarnya sedikit udara ini. Demikian yang diungkapkan Amitabh Monga, ahli gastroenterologi dari Rumah Sakit Gleneagles, Singapura.

Namun, ada hal-hal tertentu yang dapat menyebabkan cegukan ini dan mungkin tidak Anda sadari.

Melvin Look, direktur Media Grup Bedah PanAsia di Rumah Sakit Mount Elizabeth Orchard, Singapura, mengatakan cegukan dapat disebabkan oleh obat-obatan tertentu, seperti pil tidur, atau makanan pedas yang merangsang saraf frenikus pengontrol diafragma.

Dilansir dari Channel News Asia, cegukan terjadi ketika diafragma, otot dasar horizontal yang memisahkan paru-paru dari isi perut, tiba-tiba dan tanpa sengaja berkontraksi.

ilustrasi sendawa
Ilustrasi cegukan (Shutterstock)

Kontraksi ini menarik udara ke paru-paru dan jika terjadi saat kotak suara berkontraksi, Anda akan membuat suara "cegukan".

Hanya saja, masih belum diketahui dengan jelas mengapa diafragma melakukan itu.

"Penyebab pasti cegukan jangka pendek, mengapa hal itu terjadi, dan tujuan apa cegukan itu masih diperdebatkan tanpa jawaban akhir," kata Dr Monga.

Cegukan biasanya berlangsung beberapa menit dan hilang dengan sendirinya. Namun, jika kondisi ini berlangsung lebih dari dua hari atau terus berulang selama 48 jam, penderita harus mencari pertolongan medis.

"Cegukan yang berkepanjangan dapat menunjukkan gangguan struktural, infeksi atau inflamasi yang berdampak pada sistem saraf pusat atau saraf tertentu atau cabangnya", ujar Monga.

"Gangguan ini mungkin termasuk penyakit lambung, hati, pankreas, atau otak," sambungnya.

Look merekomendasikan cara untuk menghentikan cegukan, yaitu dengan beberapa perawatan sederhana.

Ilustrasi cegukan. (Shutterstock)
Ilustrasi cegukan. (Shutterstock)

"Ini termasuk mengganggu atau melampaui siklus pernapasan normal diafragma dengan menahan napas, atau bernapas sambil mencondongkan tubuh ke depan dengan lutut ditarik ke dada,"sarannya.

Ia menambahkan, jika tidak ada penyebab medis yang mendasari, dokter mungkin meresepkan obat untuk menghentikannya.

"Obat yang efektif termasuk pelemas otot, obat antimual, obat antikejang, dan obat antipsikotik," tandasnya kemudian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Cegukan Bisa Menjadi Gejala Virus Corona?

Benarkah Cegukan Bisa Menjadi Gejala Virus Corona?

Tekno | Selasa, 11 Agustus 2020 | 15:31 WIB

Hati-hati, Cegukan Bisa Jadi Gejala Terinfeksi Covid-19

Hati-hati, Cegukan Bisa Jadi Gejala Terinfeksi Covid-19

Jatim | Sabtu, 08 Agustus 2020 | 23:45 WIB

4 Cara Mujarab Hilangkan Cegukan Pada Anak

4 Cara Mujarab Hilangkan Cegukan Pada Anak

Health | Senin, 08 Juni 2020 | 11:34 WIB

Terkini

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB