Brasil Tangguhkan Vaksin Sinovac, Bio Farma: Investigasi Harus Dilakukan

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 11 November 2020 | 18:05 WIB
Brasil Tangguhkan Vaksin Sinovac, Bio Farma: Investigasi Harus Dilakukan
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (getty image)

Suara.com - Menanggapi Brasil yang menangguhkan vaksin Covid-19 buatan perusahaan farmasi China, Sinovac, karena adanya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) serius atau Serious Adverse Event (SAE), Bio Farma memastikan akan meminta investigasi lebih lanjut.

SAE adalah salah satu dari KIPI yang serius dan dialami oleh penerima obat atau vaksin, tanpa memandang hubungannya dengan obat atau vaksin tersebut.

Sedangkan KIPI non serius atau KIPI ringan adalah kejadian medis yang terjadi setelah imunisasi, tapi tidak menimbulkan risiko potensial pada kesehatan si penerima seperti terjadi demam, bengkak di lokasi suntikan, atau memerah di lokasi suntikan.

Ahli Farmakovigilan Bio Farma, Novilia mengatakan investigasi harus dilakukan untuk memastikan sebab SAE yang terjadi. Apakah disebabkan oleh vaksin atau bukan vaksin sinovac (co-incident).

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)

"Dalam penyelidikan SAE ini, otoritas Badan Pengawas Obat setempat tentu akan dilibatkan," jelas Novilia berdasarkan keterangan tertulis yang diterima suara.com, Rabu (11/11/2020).

Menurut Novilia jeda atau penangguhan dalam uji klinis vaksin, seperti yang dilakukan Brasil adalah prosedur normal dan biasa, umumnya dilakukan untuk mencari tahu penyebab KIPI serius yang dialami relawan dalam pengujian atau penelitian.

Lebih jauh Sinovac sendiri disebut sudah melakukan komunikasi dengan Butantan Institute dan menyatakan jika kejadian SAE di Brasil tidak ditemukan berhubungan dengan vaksin (co-incident).

Butantan Institute adalah salah satu perusahaan farmasi terkemuka di Brasil yang rencananya akan bekerjasama memproduksi 46 juta dosis vaksin Covid-19, yang dikembangkan perusahaan farmasi China, Sinovac.

Butantan Institute tetap bersikukuh menjalankan rencananya meski Presiden Brasil, Jair Bolsonaro mengatakan tidak akan membeli vaksin dari Sinovac. Padahal menteri kesehatan negara itu sudah memasukkan vaksin Sinovac menjadi produk vaksin yang akan digunakan untuk imunisasi Covid-19 di Brasil.  

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profesor Pakistan: Vaksin Pfizer Tidak Cocok untuk Negara Berkembang

Profesor Pakistan: Vaksin Pfizer Tidak Cocok untuk Negara Berkembang

Sulsel | Rabu, 11 November 2020 | 16:55 WIB

Brasil Tunda Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac, Bagaimana Indonesia?

Brasil Tunda Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac, Bagaimana Indonesia?

Health | Rabu, 11 November 2020 | 16:07 WIB

Uji Vaksin di Brasil Makan Korban, Bio Farma Klaim Belum Ada Laporan Serius

Uji Vaksin di Brasil Makan Korban, Bio Farma Klaim Belum Ada Laporan Serius

Bisnis | Rabu, 11 November 2020 | 14:19 WIB

Terkini

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:55 WIB

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:46 WIB

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:35 WIB

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:12 WIB

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:01 WIB

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:52 WIB

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

×