Kenapa Sih Remaja Sekarang Menstruasi Lebih Dini? Ini Penjelasannya

Bimo Aria Fundrika | Dinda Rachmawati | Suara.com

Jum'at, 13 November 2020 | 09:06 WIB
Kenapa Sih Remaja Sekarang Menstruasi Lebih Dini? Ini Penjelasannya
Ilustrasi menstruasi. (Shutterstock)

Suara.com - Beberapa penelitian mengungkapkan fakta terbaru mengenai usia menarche (menstruasi pertama kali) yang semakin dini dari zaman ke zaman. Menarche kini dialami oleh anak perempuan yang usianya cenderung lebih muda.

Jika sebelumnya menarche dialami oleh  remaja perempuan berumur 11-14 tahun, pada masa ini, di sebuah penelitian ditemukan bahwa anak perempuan sudah mengalami menstruasi pertama kali di umur 9-11 tahun.

Terkait hal tersebut, Ahli Gizi Beta Sindiana, S.Gz mengungkap alasan di balik semakin dininya usia menarche saat ini. Salah satu faktor dari semakin dininya usia menarche adalah gaya hidup dan pola makan. Nah berikut adalah daftarnya. 

1.Status gizi lebih

Persentase menarche dini pada sebuah penelitian terlihat, jika remaja putri dengan gizi lebih (kelebihan berat badan dan obesitas) lebih tinggi dibandingkan dengan remaja putri yang status gizinya normal atau kurang.

Ilustrasi perempuan remaja alami menstruasi (shutterstock)
Ilustrasi perempuan remaja alami menstruasi (shutterstock)

"Mengapa usia menarche bergeser maju menjadi lebih muda, diketahui dari penelitian, ini berhubungan kuat dengan status gizi lebih. Di mana mereka yang overweight dan obesitas 19,4 persen mengalami menarche dini. Sehingga pola makan juga memengaruhi sekali," ungkapnya pada saat peluncuran virtual website Charm Girls’ Talk pada Kamis (12/11/2020).

2. Gaya hidup sedentari

Selain kelebihan berat badan atau obesitas, menarche dini kata Beta juga berhubungan dengan gaya hidup sedentari. Sebuah penelitian mengungkap 66 persen anak perempuan yang mengalami menarche dini bermain di dalam rumah 2-3 kali seminggu hingga setiap hari.

Hal ini, kata Beta berhubungan secara signifikan pada kejadian menarche dini, yang menandakan tingginya gaya hidup sedentari (inactive lifestyle).

"Jadi mereka cenderung di dalam rumah aja engga keluar, jadi nggak aktif saat remaja. Sibuk sama gadget, nonton tv dan lainnya. Kurang gerak, akhirnya menyebabkan body fat menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak yang sering main di luar rumah," jelasnya. 

3. Sering mengonsumsi junk food

Pilihan makanan seperti restoran cepat saji dan junk food (makanan tinggi kalori dan lemak namun rendah mikronutrien) juga menjadi faktor yang berhubungan dengan usia menarche yang lebih cepat. 

Terdapat korelasi antara frekuensi konsumsi junk food dengan usia menarche. Ditemukan bahwa anak perempuan yang mengonsumsi junk food lebih dari 2 kali per minggu, lebih banyak mengalami menarche dini (<12 tahun) dari yang mengonsumsi junk food kurang dari 2 kali per minggu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Makanan yang Dapat Redakan Kram Menstruasi

4 Makanan yang Dapat Redakan Kram Menstruasi

Video | Kamis, 12 November 2020 | 06:00 WIB

Makan Timun saat Menstruasi Bikin Aliran Darah Terhambat? Ketahui Faktanya!

Makan Timun saat Menstruasi Bikin Aliran Darah Terhambat? Ketahui Faktanya!

Health | Rabu, 11 November 2020 | 12:56 WIB

Coba Konsumsi, Pisang dan 3 Buah Ini Dapat Redakan Kram Menstruasi Lho!

Coba Konsumsi, Pisang dan 3 Buah Ini Dapat Redakan Kram Menstruasi Lho!

Health | Rabu, 11 November 2020 | 11:56 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB