Suara.com - Ada banyak mitos tentang makanan apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi saat menstruasi, salah satunya timun.
Menurut mitos, makan timun dapat membuat getah yang ada di dalam mentimun dapat menghalangi menstruasi (limbah darah) di dinding rahim.
Namun, hal ini tidak benar. Menurut ginekolog Anais Reyes Navvaro, mengonsumsi timun dan menstruasi tidak saling memengaruhi.
"Di sini tidak ada hubungan," katanya, dilansir dari Fact Check AFP.
Selain menghalangi menstruasi, mengonsumsi timun juga dapat menyebabkan kemandulan. Pernyataan ini juga hanya mitos belaka.

"Banyak hal yang dapat menyebabkan kemandulan, seperti perubahan ovulasi. Tapi makan mentimun bukan salah satunya," ujar spesialis reproduksi Kiyoshi Macotela Nakagaki.
Berdasarkan Institut Kesehatan Anak dan Perkembangan Manusia Nasional atau National Institute of Child Health and Human Development (NICHD) Amerika Serikat, kemandulan atau infertilitas juga dapat dikaitkan dengan siklus menstruasi.
Kelainan fisik pada sistem reproduksi, penyakit autoimun, atau penyakit menular seksual juga menjadi faktor lain dari infertilitas.
Studi pada 2012 dari National Institute of Health and Medical Research juga menunjukkan ada juga faktor perilaku yang meningkatkan risiko gangguan kesehatan reproduksi, seperti merokok.
Tidak hanya makan mentimun, mengonsumsi air es selama menstruasi juga masih tergolong aman.
"Menelan minuman itu atau tidak tidak mengubah siklus hormonal dan juga tidak memengaruhi tubuh terhadap penyakit apa pun terkait sistem reproduksi wanita," tambah Navvaro.
Hal ini juga dibenarkan oleh Nakagaki, bahwa minum air es selama mentsruasi tidak berhubungan dengan kanker.
"Tidak ada hubungan antara menelan kelapa atau minum air es dengan jenis penyakit tersebut, baik infertilitas maupun kanker," imbuhnya.
Nakagaki menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak memiliki dasar ilmiah.