alexametrics

Waspada! Ketahui 3 Penyakit Penyumbang Kematian Terbanyak di Indonesia

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Waspada! Ketahui 3 Penyakit Penyumbang Kematian Terbanyak di Indonesia
Ilustrasi penyakit stroke. (Shutterstock)

Ada beberapa penyakit yang nyatanya menyumbang kematian terbanyak di Indonesia, apa saja?

Suara.com - Penyakit bisa menjadi faktor yang paling memengaruhi kualitas hidup seseorang. Dengan begitu, menjaga kesehatan menjadi hal yang paling pokok.

Setidaknya ada beberpa penyakit kronis yang perlu Anda waspadai karena bisa menjadi penyebab kematian. Melansir dari Hello Sehat, berikut adalah tiga penyakit paling mematikan di Indonesia, antara lain:

1. Stroke

Menurut survei yang dilakukan Sample Registration System (SRS) Indonesia tahun 2014, menunjukkan bahwa stroke menjadi peringkat satu dalam hal penyakit paling mematikan. Setidaknya 21,1 persen orang dengan stroke mengalami kematian.

Baca Juga: Studi: Makan Kacang Panggang Bisa Turunkan Risiko Kematian 12 Persen

Umumnya stroke terjadi pada usia 45 tahun ke atas, namun usia muda juga bisa mengalami penyakit ini. Oleh karena itu, menjaga pola hidup sehat bisa mencegah stroke.

2. Jantung Koroner

Setelah stroke, jantung koroner menempati posisi kedua sebagai penyakit paling mematikan di Indonesia. Pada Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI 2013, jumlah total pasien jantung koroner mencapai 7 hingga 12 persen dari populasi di Indonesia.

Penyakit jantung koroner sendiri bisa dicegah dengan pola hidup sehat seperti mengurangi makanan tinggi lemak jenuh, alkohol, merokok, hingga rajin berolahraga.

3. Diabetes Militus

Baca Juga: Berkah Cabe-cabean, Penyuka Pedas Punya Risiko Kematian Lebih Kecil

Penyakit metabolik, diabetes melitus menempati posisi ketiga dengan jumlah 1,4 hingga 2,1 persen populasi di Indonesia. Hal ini disebutkan pada Data Informasi Kemenkes tahu 2013.

Sementara menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diabetes melitus menyumbang 6,5 persen penyebab kematian penduduk. 

"Cegah diabetes sejak dini dengan membatasi asupan gula dan rutin olahraga. Jangan lupa cek gula darah setiap hari untuk menjaga kadar gula darah tetap normal," catat Hello Sehat.

Komentar