Studi: Makan Kacang Panggang Bisa Turunkan Risiko Kematian 12 Persen

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Minggu, 15 November 2020 | 14:45 WIB
Studi: Makan Kacang Panggang Bisa Turunkan Risiko Kematian 12 Persen
kedelai, kacang kedelai. (Elements/Envato)

Suara.com - Penelitian menyarankan diet kaya protein terkait dengan risiko kematian lebih rendah, terutama protein nabati yang termasuk kacang-kacangan dan lentil.

Para ahli menemukan bahwa diet tinggi protein nabati bisa menurunkan risiko kematian dini dan meningkatkan peluang hidup jangka panjang.

Sumber protein nabati yang terbaik ini termasuk kacang-kacangan, lentil, buncis, edamame, dan quinoa. Sedangkan, tahu atau kedelai juga merupakan sumber protein baik.

Lalu, beberapa sayuran seperti brokoli, kacang polong dan bayam bisa membantu berkontribusi pada asupan protein yang dibutuhkan tubuh.

Studi dalam British Medical Journal (BMJ), para ahli telah meninjau 32 studi yang ada tentang diet tinggi protein nabati tersebut.

Selama waktu penelitian 3,5 dan 32 tahun, sekitar 113.039 kematian terjadi yang mana 16.429 di antaranya disebabkan oleh penyakit kardiovaskular dan 22.303 dari 715.128 orang akibat kanker.

Para peneliti pun menemukan bahwa asupan protein total berkaitan dengan risiko kematian 6 persen lebih rendah akibat kondisi apapun. Tapi, pola makan tinggi protein nabati juga berkaitan dengan risiko kematian yang lebih rendah dari semua penyebab secara signifikan.

kedelai, kacang kedelai. (Elements/Envato)
kedelai, kacang kedelai. (Elements/Envato)

Para peneliti mengatakan risiko kematian dini akan menurun 8 persen ketika seseorang mengonsumsi protein nabati seperti kacang panggang dibandingkan mereka yang lebih rendah asupan protein nabatinya.

Orang dengan asupan protein nabati tertinggi juga mengalami penurunan risiko kematian 12 persen akibat penyakit kardiovaskular bila dibandingkan dengan mereka yang paling rendah.

baca juga

Studi tersebut menemukan bahwa sebanyak 3 persen asupan energi dari protein nabati sehati berkaitan dengan risiko kematian 5 persen lebih rendah akibat kondisi apapun.

"Asupan protein total yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah dari semua penyebab kematian. Sedangkan, asupan protein nabati ini berkaitan dengan risiko yang lebih rendah dari semua penyebab kematian, termasuk kardiovaskular," jelas studi tersebut dikutip dari Mirror UK.

Sementara itu, seseorang yang mengganti asupan protein hewani sehari-harinya dengan protein nabati juga bisa meningkatkan peluang bertahan hidupnya yang lebih lama.

Para ahli yang melakukan penelitian tentang diet tinggi protein nabati ini berasal dari Universitas Harvard di AS dan Universitas Ilmu Kedokteran Tehran di Iran.

Mereka beranggapan protein nabati ini sangat penting karena efek positifnya pada tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula darah yang membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Para ahli pun meminta lebih banyak penelitian yang diperlukan, meskipun temuan mereka ini sudah sangat mendukung rekomendasi pola makan tinggi protein nabati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kini Risiko Kematian Pasien Virus Corona Lebih Kecil, Ini Sebabnya!

Kini Risiko Kematian Pasien Virus Corona Lebih Kecil, Ini Sebabnya!

Health | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 10:24 WIB

Studi: Minum Teh Hijau dan Kopi Turunkan Risiko Kematian Pasien Diabetes

Studi: Minum Teh Hijau dan Kopi Turunkan Risiko Kematian Pasien Diabetes

Health | Rabu, 21 Oktober 2020 | 15:33 WIB

Ahli Georgia Sebut Polusi Udara Tingkatkan Risiko Keparahan Virus Corona

Ahli Georgia Sebut Polusi Udara Tingkatkan Risiko Keparahan Virus Corona

Health | Jum'at, 09 Oktober 2020 | 14:48 WIB

Terkini

Volume Kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek Melonjak Jelang 17 Agustus

Volume Kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek Melonjak Jelang 17 Agustus

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:44 WIB

BNPB Minta Warga Segera Laporkan Kerusakan Rumah Usai Gempa NTT

BNPB Minta Warga Segera Laporkan Kerusakan Rumah Usai Gempa NTT

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:32 WIB

Daftar e-Wallet yang Dapat Promo Top-up BRImo Spesial 17 Agustus

Daftar e-Wallet yang Dapat Promo Top-up BRImo Spesial 17 Agustus

Bri | Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:21 WIB

Gempa Dahsyat NTT, BMKG: Baru Terjadi Lagi Setelah 30 Tahun Silam

Gempa Dahsyat NTT, BMKG: Baru Terjadi Lagi Setelah 30 Tahun Silam

Video | Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:10 WIB

Top-Up E-Wallet dan Pulsa di BRImo Langsung Dapat Cashback! Buruan, Kuota Terbatas

Top-Up E-Wallet dan Pulsa di BRImo Langsung Dapat Cashback! Buruan, Kuota Terbatas

Bri | Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:09 WIB

Deretan Sepeda Lipat Pacific Paling Populer, Cocok untuk Gowes Harian

Deretan Sepeda Lipat Pacific Paling Populer, Cocok untuk Gowes Harian

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Binance Perpanjang Airdrop RLUSD, Ini Cara Klaim 1 Juta XRP yang Dibagikan

Binance Perpanjang Airdrop RLUSD, Ini Cara Klaim 1 Juta XRP yang Dibagikan

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:58 WIB

Daftar Atlet Wakil Indonesia di BWF World Championship 2026

Daftar Atlet Wakil Indonesia di BWF World Championship 2026

Sport | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:51 WIB

Kapal Tenggelam di Perairan Rupat, 3 Pekerja Migran Masih Hilang

Kapal Tenggelam di Perairan Rupat, 3 Pekerja Migran Masih Hilang

Riau | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:50 WIB

BNI Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT, Pastikan Layanan Perbankan Tetap Berjalan

BNI Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT, Pastikan Layanan Perbankan Tetap Berjalan

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:46 WIB

×