Memahami PM 2.5 dalam Polusi Udara, Penyebab Kanker Hingga Serangan Jantung

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 18 November 2020 | 10:22 WIB
Memahami PM 2.5 dalam Polusi Udara, Penyebab Kanker Hingga Serangan Jantung
Ilustrasi: Polusi Udara. (Shutterstock)

Suara.com - Meski terlihat sepele dan dampaknya tidak langsung dirasakan, polusi udara sangatlah berbahaya bagi kesehatan manusia. Istilah PM 2.5 selalu dijadikan tolak ukur apakah kualitas udara di lingkungan tersebut masuk kategori baik atau buruk. Tapi, apa maksud dari istilah PM 2.5 ini?

PM 2.5 atau particulate matter 2.5, menurut dokter spesialis paru dr. Erlang Samoedro, merupakan sejenis partikel debu di udara yang lebih kecil dari 2.5 mikron atau mikrometer, bahkan ukurannya lebih kecil dari sehelai rambut manusia.

"PM 2.5 itu adalah debu yang sangat kecil sekali, bahkan lebih kecil daripada rambut kita. Jadi kalau kalau dipotong melintang rambut kita, dia masih lebih kecil daripada satu helai rambut, bisa sangat kecil sekali," ujar dr. Erlang dalam acara webinar yang berlangsung Selasa (17/11/2020).

Dr. Erlang menambahkan, karena ukurannya yang sangat kecil ini, menjadikan PM 2.5 ini berbahaya, karena bisa masuk ke tubuh hingga organ terdalam melalui saluran napas, bahkan bisa langsung mencapai ke paru-paru.

Lebih dari itu, PM 2.5 juga bisa menjangkau masuk ke pembuluh darah karena ukurannya yang sangat kecil. Sehingga apabila penumpukan terus terjadi di pembuluh darah, PM 2.5 juga bisa menyebabkan penyakit seperti jantung dan stroke.

Dampak PM 2.5 lainnya adalah debu ini bisa mempengaruhi ibu hamil dan janin yang dikandungnya.

"Atau pada anak dan ibu hamil, ketika sangat kecil sekali di masuk ke pembuluh darah menyebar ke mana-mana, akibatnya banyak yang terkena, bahkan dia bisa sampai ke janin karena lewat pembuluh darah," jelas dr. Erlang.

"Kalau PM 2.5 menumpuk terus menerus, bisa menyebabkan kanker paru, karena terjadinya peradangan di paru-paru," sambungnya.

Kendati begitu, dr. Erlang memang mengakui jika tubuh manusia memiliki kemampuan otomatis untuk membuang polusi di tubuh seperti PM 2.5. Namun jika jumlahnya terlalu banyak dan terus menerus masuk, maka tubuh akan kewalahan.

baca juga

"Tapi kalau yang masuk banyak, sistem untuk pengeluaran tubuh itu tidak sebanding dengan udara yang masuk," tutur dr. Erlang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dampak Polusi Udara Buruk Sama Seperti Puluhan Batang Rokok

Dampak Polusi Udara Buruk Sama Seperti Puluhan Batang Rokok

Health | Rabu, 18 November 2020 | 09:59 WIB

Waspada, Studi Temukan Adanya Risiko Olahraga Outdoor Jam 4 hingga 9 Pagi!

Waspada, Studi Temukan Adanya Risiko Olahraga Outdoor Jam 4 hingga 9 Pagi!

Health | Rabu, 18 November 2020 | 07:30 WIB

Ngeri, Ini Bahaya Olahraga di Ruang Terbuka Penuh Polusi

Ngeri, Ini Bahaya Olahraga di Ruang Terbuka Penuh Polusi

Health | Selasa, 17 November 2020 | 19:45 WIB

Terkini

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

×