Ngeri, Ini Bahaya Olahraga di Ruang Terbuka Penuh Polusi

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 17 November 2020 | 19:45 WIB
Ngeri, Ini Bahaya Olahraga di Ruang Terbuka Penuh Polusi
Ilustrasi, olahraga pagi. (Shutterstock)

Suara.com - Pandemi Covid-19 membuat minat berolahraga luar ruangan (outdoor) semakin tinggi, seperti bersepeda, lari, jalan santai hingga bermain futsal belakangan ini kembali menjadi tren.

Tapi sayangnya berolahraga outdoor selalu dibayangi polusi udara.

Dokter Spesialis Paru atau Pulmonologist dr. Erlang Samoedro mengatakan jika pada saat olahraga, orang akan bernapas menghirup udara lebih banyak dibanding dalam keadaan normal.

Jadi, bisa dibayangkan jika berolahraga saat udara sedang tercemar, yang terjadi bukannya menyehatkan malah memperburuk kesehatan.

"Sekali kita berolahraga, tingkat pernapasan akan meningkat signifikan hingga 40 hingga 60 napas per menit, berbeda dengan aktivitas normal yang hanya mengambil napas 15 kali per menit. Ditambah lagi, intensitas olahraga yang berbeda menyebabkan perbedaan volume udara yang dihirup," ujar dr. Erlang dalam acara Webinar, Selasa (17/11/2020).

Gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta, Senin (8/7). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]
Gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta, Senin (8/7). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]

Kondisi ini makin berbahaya apabila udara yang bersirkulasi mengandung polusi particulate matter (PM 2.5), yaitu sejenis partikel di udara yang berukuran lebih kecil dari 2.5 mikrometer.

Ukuran polusi udara ini bisa masuk sangat jauh lebih dalam ke tubuh dan bisa langsung mempengaruhi saluran napas, bahkan hingga ke paru-paru.

"Tentu adanya peningkatan pernapasan saat berolahraga di kualitas udara yang buruk semakin memberi risiko jumlah aerosol yang terhirup, termasuk PM 2.5. Beberapa risiko penyakit yang mungkin muncul karena terhirupnya PM 2.5 antara lain asma, stroke, dan kanker paru-paru," jelas dr. Erlang.

Tapi masalah ini bukan jadi alasan jadi tidak berolahraga loh. Anda tetap bisa olahraga outdoor dengan syarat memantau kualitas udara sebelum melakukannya.

baca juga

Nafas, aplikasi kualitas udara lokal merilis data yang bisa menginformasikan kualitas udara secara realtime, sehingga memantau udara bukan lagi pekerjaan sulit.

"Berdasarkan data temuan, banyak lokasi (di Jabodetabek) yang sering kali memiliki tingkat PM2.5 yang telah melebihi 100 (ambang batas aman). Tentu ini menyoroti pentingnya mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan untuk olahraga yang aman. Jangan sampai risiko kesehatan dari polusi udara ternyata melebihi manfaat berolahraga," terang Piotr Jakubowski, Co-founder & Chief Growth Officer nafas.

Berdasarkan lima wilayah yang dipantau selama 30 hari pada bulan Agustus 2020, (DKI Jakarta, Tangerang, Tangerang Selatan, Depok, Bekasi), kota dengan pembacaan PM 2.5 rata-rata terendah adalah Bogor dan Jakarta Pusat.

Sebaliknya, dua daerah yang paling memprihatinkan adalah Tangerang Selatan dan Bekasi yang memiliki kualitas udara 5 hari tidak layak untuk berjalan di luar selama lebih dari 30 menit.

Sampel tersebut diambil dari 46 sensor kualitas udara di wilayah Jabodetabek pada eksposur selama olahraga pagi, yakni pukul 05.00 hingga 09.00 WIB. 

Data temuan lainnya, rata-rata kualitas udara pada Jumat pagi di sebagian besar lokasi di Jabodetabek lebih baik dari hari-hari lainnya. Untuk wilayah Jakarta Pusat dan Tangerang, Kamis pagi lah yang memiliki kualitas udara terbaik selama seminggu.

Adapun beberapa hari dengan kualitas udara terburuk adalah Minggu, Selasa, dan Rabu bergantung pada lokasinya. Di wilayah Tangerang, Tangerang Selatan, Jakarta Selatan dan Bogor, Minggu menjadi hari dengan polusi tertinggi. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Ojol Dapat Orderan Tengah Malam, Malah Disuruh 'Olahraga'

Viral Ojol Dapat Orderan Tengah Malam, Malah Disuruh 'Olahraga'

Otomotif | Selasa, 17 November 2020 | 14:21 WIB

Calon Ibu, Ini Tips Aman agar Olahraga Tidak Berefek Buruk pada Kehamilan

Calon Ibu, Ini Tips Aman agar Olahraga Tidak Berefek Buruk pada Kehamilan

Sulsel | Senin, 16 November 2020 | 20:50 WIB

Berlari atau Berjalan, Olahraga Mana yang Terbaik bagi Pasien Diabetes?

Berlari atau Berjalan, Olahraga Mana yang Terbaik bagi Pasien Diabetes?

Jatim | Senin, 16 November 2020 | 17:29 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×