Waspada, Studi Temukan Adanya Risiko Olahraga Outdoor Jam 4 hingga 9 Pagi!

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Rabu, 18 November 2020 | 07:30 WIB
Waspada, Studi Temukan Adanya Risiko Olahraga Outdoor Jam 4 hingga 9 Pagi!
Gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]

Suara.com - Nafas, aplikasi kualitas udara lokal, merilis data adanya risiko kesehatan saat berolahraga di luar ruangan atau outdoor pukul 04.00 hingga 09.00 WIB berdasarkan Polusi Particulate Matter (PM 2,5), terutama di wilayah DKI Jakarta, Tangerang, Tangerang Selatan, Depok, Bekasi.

"Melihat adanya tren olahraga outdoor yang semakin marak, kami mencoba untuk mengamati data kualitas udara di Jabodetabek yang diharapkan bisa menjadi penentu keselamatan saat berolahraga," tutur Piotr Jakubowski, Co-founder & Chief Growth Officer Nafas.

Mereka menemukan, banyak lokasi yang memiliki tingkat PM2.5 melebihi 100 (ambang batas aman).

Dari lima wilayah yang dipantau selama 30 hari pada Agutus 2020, kota dengan pembacaan PM2,5 rata-rata rendah adalah Bogor dan Jakarta Pusat.

Sebaliknya, dua daerah yang paling memprihatinkan adalah Tangerang Selatan dan Bekasi, yang memiliki kualitas udara lima hari tidak layak untuk berjalan di luar selama lebih dari 30 menit.

Kondisi udara di Jakarta pada 30 Agustus 2018. [Shutterstock]
Kondisi udara di Jakarta. [Shutterstock]

Berdasarkan rilis berita yang diterima Suara.com, sampel tersebut diambil dari 46 sensor kualitas udara di wilayah Jabodetabek pada eksposur selama olahraga pagi, yakni pukul 05.00 hingga 09.00 WIB.

Namun, mereka juga menemukan bahwa rata-rata kualitas udara pada Jumat pagi di sebagian besar lokasi di Jabodetabek lebih baik dari hari-hari lainnya.

Untuk wilayah Jakarta Pusat dan Tangerang, Kamis pagi adalah waktu yang memiliki kualitas udara terbaik selama seminggu. Beberapa hari dengan kualitas udara terburuk adalah Minggu, Selasa, dan Rabu, tergantung pada lokasinya.

Di wilayah Tangerang, Tangerang Selatan, Jakarta Selatan dan Bogor, Minggu menjadi hari dengan polusi tertinggi.

baca juga

Tingginya tingkat polusi ini pun berpengaruh pada efektivitas lamanya berolahraga yang disarankan. Semakin tinggi tingkat PM2.5 (melebihi 100), maka semakin singkat waktu olahraga yang disarankan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Jerman: Polusi Udara Berkontribusi pada 15 Persen Kematian Covid-19

Studi Jerman: Polusi Udara Berkontribusi pada 15 Persen Kematian Covid-19

Health | Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:52 WIB

Duh, Polusi Udara Tingkatkan Risiko Kematian Pasien Covid-19

Duh, Polusi Udara Tingkatkan Risiko Kematian Pasien Covid-19

Health | Rabu, 28 Oktober 2020 | 10:23 WIB

PBB: Ekspor Mobil Bekas dari Negara Maju Sumbang Polusi Udara

PBB: Ekspor Mobil Bekas dari Negara Maju Sumbang Polusi Udara

Otomotif | Selasa, 27 Oktober 2020 | 14:22 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×