Mantan Pasien Covid-19 Bisa Alami Penyakit Mental, Ahli Paparkan Alasannya

Yasinta Rahmawati

Minggu, 22 November 2020 | 09:00 WIB
Mantan Pasien Covid-19 Bisa Alami Penyakit Mental, Ahli Paparkan Alasannya
Ilustrasi perempuan demensia. [Shutterstock]

Suara.com - Usai pulih dari virus corona Covid-19, penyakit mental dan demensia dikhawatirkan akan menjadi masalah baru bagi para mantan pasien Covid-19.

Sebuah penelitian besar dari Universitas Oxford di Inggris menemukan bahwa para penyintas berisiko lebih tinggi terkena penyakit mental, seperti kecemasan dan depresi.

Menurut penelitian, yang diterbitkan dalam The Lancet Psychiatry pada 9 November lalu ini, mereka juga lebih mungkin mengembangkan demensia. Demikian dilansir dari Health.

Para peneliti menganalisis catatan kesehatan elektronik dari 69 juta orang di Amerika Serikat, termasuk lebih dari 62.000 orang yang pasien Covid-19. Peneliti menemukan bahwa 20% dari mereka yang terinfeksi virus corona didiagnosis dengan gangguan kejiwaan dalam waktu 90 hari. Sekitar dua kali lebih mungkin dibandingkan kelompok pasien lain dengan penyakit lain dalam jangka waktu yang sama.

"Orang-orang khawatir bahwa orang yang selamat dari Covid-19 akan memiliki risiko lebih besar terhadap masalah kesehatan mental, dan temuan kami ... menunjukkan hal ini mungkin terjadi," kata Paul Harrison, seorang profesor psikiatri di Universitas Oxford.

Dia pun mendesak dokter dan ilmuwan di seluruh dunia untuk menyelidiki penyebab dan mengidentifikasi perawatan baru untuk penyakit mental pasca-Covid-19. "Pelayanan (kesehatan) harus siap memberikan perawatan, terutama karena hasil kami cenderung meremehkan (jumlah pasien psikiatri)," katanya.

Meski temuan ini menambah bukti bahwa Covid-19 dapat berdampak pada kesehatan mental serta kesehatan fisik, tidak diketahui mengapa virus tampaknya meningkatkan risiko penyakit kejiwaan.

Namun, ahli melihat beberapa alasan potensial. Pertama, soal peristiwa traumatis yang menimbulkan kondisi insomnia, kecemasan dan depresi, kata Dr. Seide, yang berbasis di New York City pada Health.

Meningkatnya jumlah kematian setiap hari bisa membuat beberapa pasien Covid-19 menyadari fakta bahwa kematian adalah kemungkinan yang sangat nyata. "Menghadapi kemungkinan tidak selamat dari suatu kondisi sangat menakutkan," jelas Dr. Seide.

baca juga

Alasan kedua yakni peradangan. Para ilmuwan masih mempelajari tentang apa itu Covid-19, tetapi tampaknya ada kemungkinan peradangan yang meluas di tubuh selama penyakit tersebut, termasuk di dalam otak.

"Hal-hal seperti ingatan yang baik, suasana hati yang stabil, dan tidur adalah produk dari otak yang sehat, yang mungkin dipengaruhi oleh efek peradangan dari Covid-19," tambah Dr. Seide.

Alasan lainnya adalah efek dari isolasi atau karantina. "Manusia adalah makhluk sosial, dan berada di sekitar teman dan keluarga baik untuk kesejahteraan mental (dan fisik) kita," menurut psikiater Julian Lagoy , MD, yang berbasis di San Jose, California.

"Tetapi berada di karantina dan isolasi memiliki efek sebaliknya. Itu bisa sangat merusak kesehatan mental Anda," tambahnya.

Studi Universitas Oxford juga menemukan bahwa orang dengan penyakit mental yang sudah ada sebelumnya 65% lebih mungkin didiagnosis dengan Covid-19 daripada mereka yang tidak.

Meskipun telah ditetapkan bahwa ada beberapa kondisi yang sudah ada sebelumnya yang meningkatkan kemungkinan infeksi Covid-19, seperti diabetes, hipertensi, kondisi pernapasan, dan obesitas, para peneliti juga menemukan bahwa mereka yang memiliki riwayat kondisi kejiwaan seperti gangguan bipolar, depresi, dan skizofrenia, juga meningkatkan risiko infeksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minimalisir Nakes Infeksi Covid-19, RS Omni Uji Coba Tanam Chip RFID di APD

Minimalisir Nakes Infeksi Covid-19, RS Omni Uji Coba Tanam Chip RFID di APD

Jakarta | Minggu, 22 November 2020 | 07:32 WIB

Pakar Apresiasi Instruksi Mendagri untuk Pengendalian Covid-19 di Daerah

Pakar Apresiasi Instruksi Mendagri untuk Pengendalian Covid-19 di Daerah

News | Minggu, 22 November 2020 | 06:52 WIB

Mengunjungi Museum Anti-Covid-19 di Wuhan

Mengunjungi Museum Anti-Covid-19 di Wuhan

Foto | Minggu, 22 November 2020 | 07:10 WIB

Terkini

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:25 WIB

×