alexametrics

Studi Gerogia: Suntikan MMR Bisa Bantu Perlambat Penyebaran Virus Corona

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Studi Gerogia: Suntikan MMR Bisa Bantu Perlambat Penyebaran Virus Corona
Ilustrasi vaksin (pixabay.com)

Studi Georgia menemukan orang yang mendapatkan suntikan MMR akan lebih berisiko kecil terinfeksi virus corona atau mengalami gejala ringan bila terinfeksi.

Suara.com - Penelitian telah menemukan anak-anak mungkin memiliki tingkat infeksi virus corona Covid-19 yang lebih rendah karena suntikan campak, gondok dan rubella.

Bahkan mereka yang diberi suntikan itu saat masih kecil maka akan mengalami gejala yang jauh lebih ringan ketika terinfeksi virus corona Covid-19.

Dalam banyak kasus, orang akan mengalami gejala ringan atau tidak bergala sama sekali jika mendapatkan vaksin.

Kini, para ilmuwan pun berharap suntikan MMR bisa memperlambat penyebaran virus corona Covid-19. Sedangkan, sekarang ini semua orang masih menunggu vaksin virus corona siap.

Baca Juga: Sama-Sama Menular, Ini Bedanya Infeksi Virus Corona Covid-19 dan Norovirus!

"Vaksin MMR II dianggap sebagai vaksin yang aman dengan sedikit efek samping. Jika memiliki manfaat utama untuk mencegah infeksi dari virus corona Covid-19. mencegah penyebaran virus corona, mengurangi keparahannya atau kombinasi dari semua itu, maka itu sebuah manfaat besar," kata Profesor David Hurley, Universitas Georgia dikutip dari The Sun.

Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)
Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)

Suntikan MMR ini biasanya diberikan kepada semua bayi mulai usia 9 bulan. Vaksin ini melindungi dari 3 penyakit terpisah, termasuk campak, gondongan dan rubella.

"Secara statistik, ada hubungan antara antibodi gondok dan Covid-19 yang membutuhkan penyelidikan lebih lanjut," kata Prof Hurley.

Pada bulan April 2020, para ahli dari Universitas Cambridge menemukan bahwa suntikan MMR bisa digunakan untuk melindungi diri dari virus corona Covid-19.

Mereka menemukan protein utama pada virus campak, gondok dan rubella memiliki kemiripan yang tak terduga dengan protein tertentu dalam virus penyebab Covid-19.

Baca Juga: Survei: Rasa Takut Masyarakat Indonesia soal Virus Corona Masih Tinggi

Namun, masih belum diketahui kemiripan ini cukup dekat untuk mendorong respons imun reaktif silang atau tidak. Sehingga masih perlu penelitian lebih lanjut di masa mendatang.

Komentar