alexametrics

Belajar dari Ricky Yacobi, Ini Cara Cegah Serangan Jantung saat Olahraga

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni
Belajar dari Ricky Yacobi, Ini Cara Cegah Serangan Jantung saat Olahraga
Ricky Yakobi sebelum terjatuh saat bermain bola di Senayan, Jakarta, Sabtu. HO/Lody Hutabarat

Ricky Yacobi meninggal dunia karena serangan jantung ketika olahraga, yang mestinya kondisi ini bisa menjadi pelajaran.

Suara.com - Mantan pemain Timnas Indonesia, Ricky Yacobi meninggal dunia kemarin Sabtu (21/11). Eks bomber PSMS Medan ini diduga meninggal dunia karena serangan jantung ketika bermain di Lapangan ABC, Senayan.

Ricky Yacobi sempat dilarikan ke RS Al Mintoharjo ketika terjatuh akibat serangan jantung. Sayangnya, kondisi Ricky Yacobi sudah tidak bisa tertolong.

"Habis cetak gol mau selebrasi, terus jatuh kena serangan jantung," kata Lody Hutabarat, dalam keterangannya melalui grup WhatsApp, Sabtu (21/11/2020).

Sebenarnya, olahraga bukanlah penyebab utama serangan jantung. Sebaliknya, olahraga justru memberikan manfaat kesehatan yang lebih besar dibandingkan risiko serangan jantung ketika olahraga.

Baca Juga: Studi Gerogia: Suntikan MMR Bisa Bantu Perlambat Penyebaran Virus Corona

Tapi, olahraga juga bukan bertujuan mencegah serangan jantung dan masalah kesehatan lainnya. Pencegahan suatu penyakit tetap membutuhkan pola makan sehat, olahraga dan gaya hidup lainnya yang membantu memperpanjang usia.

Ricky Yacobi meninggal dunia. (Dok. Wikipedia)
Ricky Yacobi meninggal dunia. (Dok. Wikipedia)

Berikut ini dilansir dari Summit Medical Group, langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah serangan jantung ketika olahraga.

1. Kunjungi dokter dan lakukan pemeriksaan jika Anda lama tidak aktif dan ingin mulai olahraga

Tanyakan kepada dokter jenis olahraga yang aman, terutama bila Anda memiliki masalah kesehatan, seperti radang sendi, diabetes, tekanan darah tinggi, riwayat keluarga atau penyakit jantung dan kelebihan berat badan.

Dokter mungkin akan merekomendasikan pengobatan yang efektif bila dikombinasikan dengan diet rendah lemak jenuh dan olahraga, seperti jalan kaki. Cara ini bisa membantu menjaga kesehatan kardiovaskular.

Baca Juga: Pasien Diabetes Masih Boleh Konsumsi Makanan Manis, Tapi Ada Syaratnya

2. Lakukan pemeriksaan rutin bila Anda olahragawan

Komentar