Pakar Imunisasi: Banyak Penyakit Menular Hilang Berkat Vaksin

Risna Halidi, Lilis Varwati

Selasa, 24 November 2020 | 11:51 WIB
Pakar Imunisasi: Banyak Penyakit Menular Hilang Berkat Vaksin

Suara.com - Pakar Imunisasi dr. Jane Soepardi, MPH., mengatakan sebelum vaksin ditemukan, kematian akibat penyakit menular seperti campak, difteri, dan pneumonia sangat tinggi. 

"Dengan lahirnya vaksin-vaksin ini, penyakit-penyakit menular berbahaya tersebut sudah hilang, walaupun masyarakat sering tidak menyadarinya," kata dokter Jane dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Selasa (24/11/2020).

Jane menambahkan, masyarakat perlu diedukasi mengenai penyakit apa saja yang berhasil dicegah dengan imunisasi. "Jangan sampai nanti lupa lalu menghindari vaksin sehingga muncul kembali penyakit-penyakit lama," ucapnya.

Dalam situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang, pemerintah gencar melakukan kampanye imunisasi ke masyarakat.

Menurut Jane, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam merancang kampanye imunisasi. "Pertama kita harus punya vaksinnya terlebih dahulu. Vaksin pun bukan sembarang merek. Jadi prinsip negara kita adalah vaksin yang digunakan nanti sudah terdaftar di WHO," ujarnya.

Faktor kedua yang perlu dipersiapkan adalah alat penyimpanan vaksin yang baik agar vaksin tidak cepat rusak. Ketiga lanjut Jane, adalah penentuan lokasi imunisasi. 

Ia mengatakan, biasanya imunisasi dilakukan di satu lokasi tertentu agar masyarakat mudah mengaksesnya.

Selain tiga hal tersebut, yang tak kalah penting adalah  orang yang akan diimunisasi dan kader atau relawan yang menjalankan program imunisasi. "Kalau bisa sudah ada daftar nama yang dipegang petugas. Kemudian tambahannya adalah relawan yang membantu lalu lintas di lokasi nantinya," jelasnya.

Dukungan penyuluhan dan sosialisasi terencana jauh-jauh hari juga harus telah dipersiapkan sebelumnya. Dengan begitu nantinya yang akan datang ke lokasi imunisasi sudah siap dan mendapat informasi yang cukup mengenai program tersebut. Ia menegaskan bahwa pelaksana program imunisasi harus profesional di bidangnya. 

baca juga

“Di setiap kali kampanye selalu ada masalah yang baru. Kalau tidak memiliki pengalaman sebelumnya akan gawat. Jadi penting sekali untuk imunisasi yang akan datang, jangan sampai orang yang tidak mengerti sama sekali dalam hal kampanye imunisasi ini diberi tugas dan tanggung jawab," ujar dokter Jane.

Ia menyampaikan, sebelum setuju divaksinasi, masyarakat harus mengetahui bahwa vaksin jauh berbeda dengan obat. Karena vaksin akan diberikan kepada orang sehat, oleh sebab itu syarat untuk bisa divaksinasi sangat ketat. 

"Jadi lebih baik jangan sampai tertular Covid-19 dan kalau kita beruntung mendapat imunisasinya, jangan ditolak. Justru bersyukur kalau mendapat vaksin Covid-19," ucap Jane.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gunakan Metode Tradisional, Begini Cara Kerja Vaksin AstraZeneca

Gunakan Metode Tradisional, Begini Cara Kerja Vaksin AstraZeneca

Health | Selasa, 24 November 2020 | 10:11 WIB

Susul Moderna dan Pfizer, Vaksin Covid-19 AstraZeneca 90% Disebut Efektif

Susul Moderna dan Pfizer, Vaksin Covid-19 AstraZeneca 90% Disebut Efektif

Health | Selasa, 24 November 2020 | 08:57 WIB

Berita Baik Vaksin Corona Kembali Dongkrak Harga Minyak Dunia

Berita Baik Vaksin Corona Kembali Dongkrak Harga Minyak Dunia

Bisnis | Selasa, 24 November 2020 | 08:45 WIB

Terkini

Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Bawa Dampak Positif bagi Ekonomi Lokal

Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Bawa Dampak Positif bagi Ekonomi Lokal

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:44 WIB

Gerindra Diminta Sikapi Putusan MK soal Gibran: Kalau Diam Bisa Dituding Ikut Terlibat

Gerindra Diminta Sikapi Putusan MK soal Gibran: Kalau Diam Bisa Dituding Ikut Terlibat

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:44 WIB

Beli iPhone 18 di Blibli di Shopee, Bayar Pakai BRI Biar Dapat Cashback Rp3 Juta!

Beli iPhone 18 di Blibli di Shopee, Bayar Pakai BRI Biar Dapat Cashback Rp3 Juta!

Bri | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:41 WIB

Purbaya Comeback ke Kabinet Prabowo? Syahganda: 70 Persen Bakal Terima Tawaran

Purbaya Comeback ke Kabinet Prabowo? Syahganda: 70 Persen Bakal Terima Tawaran

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Catat! Ini Jadwal Pertandingan Terbaru Timnas Indonesia Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Catat! Ini Jadwal Pertandingan Terbaru Timnas Indonesia Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Ulasan 'Monster Manners A to Z', 26 Monster yang Ternyata Jago Tata Krama

Ulasan 'Monster Manners A to Z', 26 Monster yang Ternyata Jago Tata Krama

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Suahasil Puji Bea Cukai Usai Amankan 1,2 Miliar Batang Rokok Ilegal per September 2026

Suahasil Puji Bea Cukai Usai Amankan 1,2 Miliar Batang Rokok Ilegal per September 2026

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:39 WIB

Susah Fokus Bukan Cuma karena 'Gadget': Memahami Mitos Attention Span di Era Digital

Susah Fokus Bukan Cuma karena 'Gadget': Memahami Mitos Attention Span di Era Digital

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:38 WIB

ASN hingga Warga Dibebani Target Iuran, PMI DKI: Kembalikan Bulan Dana ke Ruh Kemanusiaan

ASN hingga Warga Dibebani Target Iuran, PMI DKI: Kembalikan Bulan Dana ke Ruh Kemanusiaan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:38 WIB

Harga Gabah Bikin Petani Kaya, Tapi Pengusaha Penggilingan Padi Melarat

Harga Gabah Bikin Petani Kaya, Tapi Pengusaha Penggilingan Padi Melarat

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:36 WIB

×