Kehilangan Penciuman Pada Pasien Covid-19 Bisa Jadi Pertanda Baik, Kenapa?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 24 November 2020 | 15:14 WIB
Kehilangan Penciuman Pada Pasien Covid-19 Bisa Jadi Pertanda Baik, Kenapa?
Ilustrasi indera penciuman. (Pixabay)

Suara.com - Anosmia atau hilangnya penciuman tetap menjadi salah satu gejala paling membingungkan terkait Covid-19. Gejala yang mulanya hanya diketahui terjadi di sebagian kecil orang, kini memengaruhi sebagian besar yang terinfeksi.

Kehilangan penciuman, yang juga dapat mempengaruhi kemampuan Anda untuk merasakan makanan normal juga bisa sangat melemahkan dan membuat frustasi orang yang mengalami gejala Covid-19 'ringan' ini.

Meski begitu, banyak ahli percaya bahwa kehilangan penciuman atau rasa, ditambah dengan penurunan nafsu makan mungkin merupakan pertanda baik dari infeksi. Hal itu karena dapat melindungi orang dari mengalami tanda-tanda mematikan lainnya dari Covid-19, yaitu serangan pernapasan dan inflamasi.

Dilansir dari Times of India, banyak dokter sekarang mengatakan bahwa orang yang mengalami kehilangan penciuman dan rasa sama sekali, dengan gejala gastrointestinal seperti kram, diare mungkin hanya menderita bentuk ringan dari novel coronavirus, yang kini telah mempengaruhi lebih dari 55 juta orang di seluruh dunia.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Kehilangan penciuman dan rasa bukan hanya tidak memiliki terapi obat, tetapi itu juga bisa berarti bahwa mereka telah melindungi diri dari serangan pernapasan parah, yang biasanya terjadi sejak minggu ke-2 infeksi Covid-19.

Menurut dokter India yang telah bekerja untuk memetakan tanda dan gejala COVID-19, pasien dengan bentuk penyakit sedang atau parah, yang membutuhkan perawatan ICU kritis, jarang melaporkan mengalami kehilangan bau mendadak sebagai gejala, yang dapat menyiratkan bahwa ini sebagian besar adalah 'prognosis' yang baik dan hanya Covid-19 dalam bentuk ringan.

Statistik menunjukkan bahwa hampir 40 persen pasien Covid-19 mengalami perubahan atau hilangnya bau dan rasa. Dalam beberapa kasus, hal itu dapat mempengaruhi indra sama sekali.

Bagi sebagian orang, perubahan indra penciuman bisa sangat menyengat, hal ini dapat mengubah cara aroma dan rasa makanan yang normal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dirawat di RS, Wawali Probolinggo M Soufis Sobri Terkonfirmasi Covid-19

Dirawat di RS, Wawali Probolinggo M Soufis Sobri Terkonfirmasi Covid-19

Jatim | Selasa, 24 November 2020 | 15:07 WIB

GenBI Sulsel Gelar Seminar Kesehatan Mental di Tengah Pandemi Covid-19

GenBI Sulsel Gelar Seminar Kesehatan Mental di Tengah Pandemi Covid-19

Sulsel | Selasa, 24 November 2020 | 15:03 WIB

Cukup Setengah Dosis Vaksin Oxford, Ampuh Cegah Virus Corona 90 Persen

Cukup Setengah Dosis Vaksin Oxford, Ampuh Cegah Virus Corona 90 Persen

Health | Selasa, 24 November 2020 | 14:59 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB