Sekolah Tatap Muka Tingkatkan Kasus di Banyak Negara, Bisakah Dikendalikan?

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Rabu, 25 November 2020 | 12:15 WIB
Sekolah Tatap Muka Tingkatkan Kasus di Banyak Negara, Bisakah Dikendalikan?
Ilustrasi anak sekolah dasar (Dok. SGM)

Suara.com - Melalui kanal Youtube Kemendikbud (20/11/2020), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menyatakan bahwa pemerintah berencana menerapkan kebijakan masuk sekolah kembali dan memulai pembelajaran tatap muka pada Januari 2021. Hal ini tentu menimbulkan banyak pro dan kontra dari masyarakat.

Pasalnya melansir dari The Conversation, penelitian terbaru menunjukkan infeksi pada anak-anak seringkali tidak terdeteksi dan anak-anak sama rentannya terhadap infeksi Covid-19 seperti orang dewasa.

Anak-anak kemungkinan besar juga dapat menularkan virus dengan tingkat yang sama dengan orang dewasa, meski kemungkinannya kecil mengalami gejala Covid-19 parah seperti orang dewasa.

Pembukaan kembali sekolah di satu sisi membawa kabar baik karena anak-anak bisa kembali belajar lebih maksimal. Namun di sisi lain, kekhawatiran soal penularan virus corona Covid-19 tetap tak terelakkan.

Belajar dari beberapa negara yang telah membuka sekolah seperti di Montreal, Kanada menunjukkan bahwa jumlah kluster Covid-19 anak-anak meningkat usai sekolah tatap muka dibuka. Hal ini dinyatakan oleh Presiden Asosiasi Ahli Mikrobiologi Penyakit Menular Quebec, Karl Weiss.

Ilustrasi anak-anak sekolah. (Shutterstock)
Ilustrasi anak-anak sekolah. (Shutterstock)

Sebuah laporan oleh Kementerian Kesehatan Israel juga menyimpulkan bahwa pembukaan kembali sekolah memainkan setidaknya beberapa peran dalam mempercepat epidemi di negara tersebut.

Sekolah dapat berkontribusi pada penyebaran virus corona, namun bisa jadi tidak jika tingkat penularan di masyarakat rendah.

Sementara di Republik Ceko, lonjakan kasus yang cepat setelah pembukaan kembali sekolah membuat walikota Praha menyebut sekolah sebagai tempat penukaran Covid-19.

Pola sebaliknya terlihat ketika sekolah ditutup di mana kasus anak menurun. Inggris melihat penurunan kasus baru bertepatan dengan liburan sekolah setengah semester. Penurunan ini terjadi sebelum tindakan lockdown diberlakukan di negara tersebut.

baca juga

Pengamatan ini konsisten dengan studi yang meneliti pengaruh penerapan dan pencabutan berbagai pembatasan di 131 negara. Para peneliti menemukan bahwa penutupan sekolah dikaitkan dengan penurunan kecepatan virus menyebar di Inggris.

Jika harus membuka sekolah, Zoë Hyde seorang Epidemiolog dari University of Western Australia melalui The Conversation menyatakan bahwa sekolah harus melakukan tindakan pencegahan yang mencakup penggunaan masker oleh staf dan siswa termasuk siswa sekolah dasar.

"Sekolah juga harus meningkatkan ventilasi dan kualitas udara dalam ruangan, mengurangi ukuran kelas, dan memastikan anak-anak dan staf mempraktikkan kebersihan tangan," catat Hyde di The Conversation.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Siswa dan Guru Terpapar Covid-19, Aktivitas SD di Patuk Dihentikan

Ada Siswa dan Guru Terpapar Covid-19, Aktivitas SD di Patuk Dihentikan

Jogja | Rabu, 25 November 2020 | 11:29 WIB

Belajar Tatap Muka di Sumut Disesuaikan dengan Penurunan Kasus Covid-19

Belajar Tatap Muka di Sumut Disesuaikan dengan Penurunan Kasus Covid-19

Sumut | Rabu, 25 November 2020 | 11:12 WIB

Pakar: Hindari Covid-19, Makan di Ruang Terbuka Lebih Baik

Pakar: Hindari Covid-19, Makan di Ruang Terbuka Lebih Baik

Health | Rabu, 25 November 2020 | 11:19 WIB

Terkini

Hendak Bantu Tangani Karhutla, 3 Chinook Jepang Justru Terkendala Kabut Asap

Hendak Bantu Tangani Karhutla, 3 Chinook Jepang Justru Terkendala Kabut Asap

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:37 WIB

Skandal HGB Bogor: 17 Orang Terjaring OTT KPK, Apakah Menteri Nusron Wahid Terlibat?

Skandal HGB Bogor: 17 Orang Terjaring OTT KPK, Apakah Menteri Nusron Wahid Terlibat?

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:32 WIB

Utang Luar Negeri Membengkak, Sudah Capai Rp8.045 Triliun

Utang Luar Negeri Membengkak, Sudah Capai Rp8.045 Triliun

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 12:32 WIB

5 Sunscreen Korea untuk Kulit Sensitif: Aman, Tanpa Alkohol dan Parfum

5 Sunscreen Korea untuk Kulit Sensitif: Aman, Tanpa Alkohol dan Parfum

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 12:32 WIB

6 Smart TV Coocaa 32 Inch Terbaru, Ini Pilihan Model dan Harganya

6 Smart TV Coocaa 32 Inch Terbaru, Ini Pilihan Model dan Harganya

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 12:30 WIB

5 Jurnalis Hilang saat Liputan Anak Krakatau Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian

5 Jurnalis Hilang saat Liputan Anak Krakatau Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:30 WIB

Humor Jurnalistik: Belajar Menulis Tajam Tanpa Harus Mengernyitkan Dahi

Humor Jurnalistik: Belajar Menulis Tajam Tanpa Harus Mengernyitkan Dahi

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 12:30 WIB

Membedah Teka-teki dan Teror Psikologis dalam Film The Whisper Man

Membedah Teka-teki dan Teror Psikologis dalam Film The Whisper Man

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 12:29 WIB

Live-Action Look Back Sukses Bawa Pulang UNIMED Award dalam Gelaran Venice

Live-Action Look Back Sukses Bawa Pulang UNIMED Award dalam Gelaran Venice

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 12:25 WIB

Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!

Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 12:22 WIB

×