Maradona Meninggal akibat Henti Jantung, Waspada 5 Faktor Risikonya

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Kamis, 26 November 2020 | 11:35 WIB
Maradona Meninggal akibat Henti Jantung, Waspada 5 Faktor Risikonya
Legenda sepakbola Argentina, Diego Maradona. [DIBYANGSHU SARKAR / AFP]

Suara.com - Legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona, mengembuskan napas terakhir pada Rabu (25/11/2020) akibat henti jantung. Henti jantung yang dialami oleh legenda sepak bola tersebut biasanya disebut dengan cardiac arrest atau sudden cardiac arrest (SCA).

Melansir dari Healthline, penyebab utama dari henti jantung secara mendadak adalah adanya masalah pada sistem elektrik di dalam organ jantung. Detak jantung dikendalikan oleh impuls listrik. Saat impuls ini berubah pola, detak jantung menjadi tidak teratur sementara henti jantung terjadi saat ritme jantung berhenti.

Kondisi jantung dan faktor kesehatan tertentu dapat meningkatkan risiko henti jantung mendadak. Berikut beberapa faktor risiko henti jantung mendadak, antara lain:

1. Penyakit jantung koroner

Jenis penyakit jantung ini dimulai di arteri koroner. Arteri ini memasok otot jantung itu sendiri. Ketika mereka tersumbat, jantung tidak menerima darah dan membuat jantung verdetak tak beraturan.

2. Katup Jantung Tidak Teratur

Penyakit katup jantung tidak teratur dapat membuat katup jantung bocor atau menyempit. Ini berarti darah yang bersirkulasi melalui jantung membebani ruang-ruang dengan darah atau tidak memenuhi kapasitasnya. Ruang ini bisa menjadi lemah atau membesar.

3. Penyakit Jantung Bawaan

Beberapa orang terlahir dengan kerusakan jantung yang dikenal dengan masalah jantung bawaan. Henti jantung mendadak dapat terjadi pada anak-anak yang lahir dengan masalah jantung yang serius.

baca juga

4. Masalah Impuls Listrik

Masalah dengan sistem kelistrikan jantung dapat meningkatkan risiko henti jantung mendadak. Masalah-masalah ini dikenal sebagai kelainan irama jantung primer.

Diego Maradona saat menjuarai Piala Dunia 1986 bersama Timnas Argentina di Meksiko. [Old file/STAFF / AFP]
Diego Maradona saat menjuarai Piala Dunia 1986 bersama Timnas Argentina di Meksiko. [Old file/STAFF / AFP]

5. Faktor Risiko Lain

Beberapa faktor risiko lain yang menyebabkan henti jantung, antara lain:

  • Merokok
  • Gaya hidup menetap atau kurang gerak
  • Tekanan darah tinggi
  • Kegemukan
  • Riwayat keluarga penyakit jantung
  • Riwayat serangan jantung sebelumnya
  • Usia di atas 45 tahun untuk pria atau di atas 55 tahun untuk wanita
  • Laki-laki lebih berisiko
  • Penyalahgunaan zat
  • Kalium atau magnesium rendah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diego Maradona Meninggal, Rossi: Selamat Tinggal Pesulap!

Diego Maradona Meninggal, Rossi: Selamat Tinggal Pesulap!

Sport | Kamis, 26 November 2020 | 11:09 WIB

Profil Diego Maradona, Legenda Sepak Bola Argentina Tutup Usia

Profil Diego Maradona, Legenda Sepak Bola Argentina Tutup Usia

Bola | Kamis, 26 November 2020 | 11:07 WIB

Diego Maradona Meninggal akibat Henti Jantung, Kenali Apa Saja Gejalanya

Diego Maradona Meninggal akibat Henti Jantung, Kenali Apa Saja Gejalanya

Health | Kamis, 26 November 2020 | 11:10 WIB

Terkini

Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay

Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 23:07 WIB

Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub

Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 22:52 WIB

Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI

Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI

Bri | Senin, 20 Juli 2026 | 22:40 WIB

Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK

Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK

Foto | Senin, 20 Juli 2026 | 22:24 WIB

Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029

Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029

News | Senin, 20 Juli 2026 | 22:15 WIB

Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia

Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 21:37 WIB

Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Health | Senin, 20 Juli 2026 | 21:27 WIB

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 21:16 WIB

Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret

Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:15 WIB

Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus

Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:13 WIB

×