alexametrics

CDC: Kasus Covid-19 AS Delapan Kali Lipat Lebih Banyak dari yang Tercatat

Bimo Aria Fundrika
CDC: Kasus Covid-19 AS Delapan Kali Lipat Lebih Banyak dari yang Tercatat
Ilustrasi kasus COvid-19 di Amerika Serikat (VOA Indonesia)

Menurut laporan pemerintah setempat, ada sekitar delapan infeksi yang tidak dilaporkan untuk setiap satu infeksi yang dihitung.

Suara.com - Hingga saat ini Amerika Serikat masih menjadi negara dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi di dunia. Meski demikian, jumlah lonjakan kasus di negara tersebut diperkirakan jauh lebih buruk.

Menurut laporan pemerintah setempat, ada sekitar delapan infeksi yang tidak dilaporkan untuk setiap satu infeksi yang dihitung.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menghitung bahwa pada akhir September ada sebanyak 53 juta orang Amerika tertular penyakit mematikan. Angka itu hampir delapan kali lipat dari kasus yang dikonfirmasi yang dilaporkan pada saat itu.

Dari jumlah tersebut, CDC percaya sekitar 45 juta orang sakit di beberapa titik dan sekitar 2,4 juta dirawat di rumah sakit.

Baca Juga: Sebuah Monolith Asing Ditemukan di AS, Warganet: Itu Tempat Nge-charge

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Penghitungan sebenarnya kemungkinan sekarang jauh lebih tinggi, dengan November terus memecahkan rekor kasus di seluruh AS. Saat ini ada sekitar 12.778.256 kasus dilaporkan secara resmi, menurut data Universitas Johns Hopkins Kamis pagi.

Jika CDC benar tentang jumlah kasus yang terlewat, itu akan membuat jumlah sebenarnya dari infeksi di AS sekarang mendekati 100 juta.

Selain rekor jumlah infeksi, AS juga melihat lebih banyak orang dirawat di rumah sakit karena penularan daripada sebelumnya. Mereka mencatat jumlah kematian di setidaknya sembilan negara bagian.

Itu terjadi karena perjalanan massal untuk Thanksgiving yang melanggar panduan CDC dikhawatirkan akan menciptakan lebih banyak bencana.

“Ini berpotensi menjadi induk dari semua peristiwa penyebar luas,” kata mantan penasihat tim medis Gedung Putih Dr. Jonathan Reiner.

Baca Juga: Pakar: Covid-19 Semakin Tak Terdeteksi, Jumlah Sesungguhnya Bisa Jutaan

Komentar