alexametrics

Pandemi Virus Corona, Ketahui 5 Dampak Tak Sekolah Tatap Muka pada Anak

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Pandemi Virus Corona, Ketahui 5 Dampak Tak Sekolah Tatap Muka pada Anak
Ilustrasi sekolah di tengah pandemi. (Pixabay/Alexandra Kochi)

Pandemi virus corona Covid-19 yang menyebabkan sekolah tak bisa berlangsung secara tatap muka telah berdampak banyak pada anak-anak.

Suara.com - Hampir 9 bulan Indonesia menghadapi pandemi virus corona Covid-19. Selama itu pula kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring atau online.

Beberapa perusahaan juga memberlakukan aturan Work From Home (WFH) untuk membatasi interaksi sosial dan mencegah penyebaran virus corona Covid-19.

Tapi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim telah mengizinkan Pemerintah Daerah (Pemda) membuka kembali sekolah tatap muka pada Januari 2021 mendatang.

Meskipun pandemi virus corona Covid-19 di Indonesia belum usai. Bahkan sebanyak 11,3 persen dari total kasus Covid-19 di Indonesia adalah anak-anak.

Baca Juga: Cara Aman Rawat Pasien Covid-19 di Rumah, Ikuti 6 Langkah ini!

Tapi, Dr Novianty Elizabeth SH. M. Pd, Founder Sekolah Putra Pertiwi, Lecturer, Praktisi Pendidikan mengatakan lama tak sekolah di masa pandemi telah berdampak banyak pada anak-anak.

Ilustrasi sekolah dibuka kembali.[Unsplash/Taylor Wilcox]
Ilustrasi sekolah dibuka kembali.[Unsplash/Taylor Wilcox]

1. Putus sekolah

Pandemi virus corona Covid-19 juga bisa berdampak pada banyaknya anak-anak yang putus sekolah sehingga mereka harus bekerja.

2. Persepsi orangtua

Lamanya kegiatan belajar mengajar secara daring menyebabkan para orangtua mulai mempertanyakan peranan sekolah dalam proses belajar. Sebab, anak-anak sudah terlalu lama tidak bersekolah secara tatap muka.

Baca Juga: IDAI Beri 7 Tips Tetap Produktif di Masa Pandemi Virus Corona

3. Kesenjangan pada proses belajar

Komentar