5 Makanan yang Ampuh Mempercepat Penyembuhan Luka

Rifan Aditya | Suara.com

Senin, 30 November 2020 | 19:08 WIB
5 Makanan yang Ampuh Mempercepat Penyembuhan Luka
Ilustrasi kerang - makanan yang ampuh mempercepat penyembuhan luka. (Pixabay/pixel)

Suara.com - Menyembuhkan luka tak hanya dengan obat atau perawatan. Namun, juga bisa dengan cara lain yakni menyantap makanan. Apa saja makanan yang ampuh mempercepat penyembuhan luka? Simak ulasannya berikut.

Perlu diketahui bahwa ada empat fase pemulihan luka yakni hemostasis, inflamasi, proliferasi, dan remodeling. Hemostasis adalah ketika pembuluh darah di area yang terluka menyempit untuk mengurangi pendarahan dengan cara penumpukan sel darah merah.

Inflamasi yakni ketika sel darah putih bertugas membersihkan daerah tubuh yang terluka dari kotoran dan kuman yang mencoba masuk melalui luka. Proliferasi merupakan pembentukan jaringan kolagen dan pembuluh darah. Terakhir, remodeling yakni pematangan jaringan baru.

Agar proses pemulihan tersebut berjalan sempurna, maka perlu mengonsumsi makanan tinggi protein, vitamin C, vitamin A, vitamin K, vitamin E, kalsium, zat besi, glutamine, dan seng. Berikut ini makanan untuk menyembuhkan luka.

1. Jeruk

Jeruk masuk dalam daftar makanan yang dapat menyembuhkan luka dengan cepat. Kandungan vitamin C dalam jeruk membantu pembentukan kolagen, meningkatkan imun, sekaligus antioksidan. Selain jeruk, beberapa buah lainnya yang kaya akan vitamin C adalah ketang, stroberi, dan tomat.

2. Daging dan Telur

Daging dan telur mengandung protein yang tinggi. Selain itu, kandungan kolagen di dalam kedua makanan ini juga berperan penting dalam penyembuhan luka dan memperbaiki jaringan yang rusak. Tak hanya itu, daging dan telur juga mengandung zat besi, seng, serta glutamin yang berfungsi menghentikan luka.

3. Wortel

Kandungan beta karoten dalam wortel dan sayuran berwarna cerah lainnya merupakan sumber vitamin A yang baik untuk membentuk jaringan baru. Sayuran seperti brokoli, bayam, dan paprika juga ampuh untuk menyembuhkan luka. Sehingga baik dikonsumsi sehari-hari.

4. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan termasuk di antaranya gandum, mengandung protein nabati sekaligus sumber vitamin E dan glutamin. Kedua kandungan ini sangat penting untuk menyembuhkan luka karena berperan sebagai antioksidan yang melindungi jaringan luka dan membantu penyembuhan luka.

5. Kerang

Kerang atau tiram mengandung seng atau zink, yakni zat yang dapat membantu pembentukan dan pematangan kolagen. Apabila tubuh kekurangan seng maka akan memperlambat proses penyembuhan dan pemulihan luka.

Itulah 5 makanan yang ampuh untuk mempercepat penyembuhan luka. Silahkan dicoba.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketahui Empat Penyebab Borok di Kulit

Ketahui Empat Penyebab Borok di Kulit

Health | Senin, 30 November 2020 | 08:30 WIB

Waduh, Ada Virus Corona di Daging Sapi dan Ikan dari Vietnam?

Waduh, Ada Virus Corona di Daging Sapi dan Ikan dari Vietnam?

Health | Minggu, 29 November 2020 | 17:00 WIB

Nyaris Kepergok Manajer, Wanita Ini Bawa Daging Sendiri ke Resto Sukiyaki

Nyaris Kepergok Manajer, Wanita Ini Bawa Daging Sendiri ke Resto Sukiyaki

Lifestyle | Jum'at, 27 November 2020 | 16:32 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB