Ratusan Cerpelai Terinfeksi Virus Corona Kabur, Risiko Penyebaran Tinggi

Angga Roni Priambodo, Rosiana Chozanah

Selasa, 01 Desember 2020 | 08:07 WIB
Ratusan Cerpelai Terinfeksi Virus Corona Kabur, Risiko Penyebaran Tinggi
Cerpelai (Pixabay/toadienaulls)

Suara.com - Lebih dari 100 cerpelai terinfeksi virus corona jenis baru kabur dari peternakan di Denmark. Menurut laporan, hal ini dapat meningkatkan risiko penyebaran virus ke hewan liar hingga mencipatakan reservoir baru untuk virus.

"Setiap tahun, ribuan cerpelai melarikan diri, dan tahun ini, diperkirakan 5% dari hewan yang kabur ini mungkin telah terinfeksi SARS-CoV-2," kata Sten Mortensen, manajer penelitian hewan di Danish Veterinary and Food Administration.

Sebelumnya, ada ratusan peternakan di negara tersebut yang melaporkan adanya infeksi virus corona di antara cerpelai, lapor Live Science.

Pemerintah Denmark pun memerintahkan agar semua hewan mirip musang di negaranya itu dimusnahkan, demi mencegah penyebaran Covid-19 lebih lanjut.

Saat berada di tubuh cerpelai, virus corona akan menemukan mutasi genetik, dan virus mutan ini menyebar dari hewan tersebut ke beberapa manusia.

Mink. [Shutterstock]
Ilustrasi cerpelai [Shutterstock]

Otoritas kesehatan negara itu khawatir jika virus mutan akan menyebar ke lebih banyak manusia, yang berdampak pada kurang efektifnya vaksin Covid-19 nanti.

Namun, pernyataan ini diragukan sejumlah ahli karena belum ada cukup bukti bahwa virus yang bermutasi akan kebal vaksin. Selain itu, pemerintah Denmark tidak dapat secara hukum memerintahkan peternak untuk memusnahkan hewan yang sehat.

Sayangnya, terlepas dari legalitas tersebut, Denmark sudah memusnahkan cerpelai lebih dari 10 juta dari sekitar 17 juta populasi.

Meski belum ada kasus baru dari cerpelai dalam dua minggu terakhir, pemerintah tetap memperingatkan bahwa virus corona mungkin masih menyebar, tanpa disadari, di alam liar.

baca juga

Beberapa hewan yang berisiko terinfeksi dari cerperlai adalah kucing liar dan musang, apabila memakan cerpelai yang terinfeksi atau bersentuhan dengan kotorannya.

"Jika dibiarkan menyebar tanpa terkendali pada hewan liar, SARS-CoV-2 dapat terus beredar pada spesies yang berbeda dan menimbulkan ancaman pandemi permanen bagi manusia dan hewan," tandas Marion Koopmans, kepala viroscience di Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kunjungi Peternakan Cerpelai, Perdana Menteri Denmark Menangis

Kunjungi Peternakan Cerpelai, Perdana Menteri Denmark Menangis

News | Sabtu, 28 November 2020 | 09:02 WIB

Vaksinasi Virus Corona untuk Cerpelai, Adakah Manfaatnya?

Vaksinasi Virus Corona untuk Cerpelai, Adakah Manfaatnya?

Riau | Rabu, 25 November 2020 | 19:11 WIB

Vaksin Covid-19 untuk Cerpelai, Penting atau Tidak?

Vaksin Covid-19 untuk Cerpelai, Penting atau Tidak?

Health | Rabu, 25 November 2020 | 18:24 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×