alexametrics

Viral Pria Nikahi Boneka Seks, Termasuk Gangguan Seksual Apakah Ini?

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Viral Pria Nikahi Boneka Seks, Termasuk Gangguan Seksual Apakah Ini?
Binaragawan Kazakhstan Yuri Tolochko dan boneka seks yang dinamainya, Margo. [Instagram@yuri_tolochko]

Pria ini bahkan mengirim bonekanya untuk menjalani operasi plastik.

Suara.com - Viral pernikahan seorang binaragawan, Yuri Tolochko, asal Kazakhstan dengan sebuah boneka seks wanita yang diberi nama Margo. Sebelumnya, mereka telah bertunangan pada Desember 2019 lalu.

Tolochko yang menyebut dirinya sebagai seorang atlet, pekerja seni, blogger dan maniak seks, itu mengaku sebagai panseksual.

Panseksual merupakan orientasi seksual yang mana seseorang dapat tertarik pada semua identitas seksual, termasuk transgender, menurut Insider.

Dalam unggahan Instagramnya, ia mengaku sudah berkencan dengan Margo selama dua tahun. Pada setiap unggahannya dengan sang istri, Tolochko selalu menyelipkan tagar #ideal_relationship, #true_love dan #happy_wife_happy_life.

Baca Juga: Benjolan Seperti Ekor Tikus di Bokong Bayi, Waspadai Kelainan Spina Bifida

Ketertarikan seseorang secara seksual terhadap patung, boneka, manekin, atau benda berbentuk tubuh lainnya dapat disebut agalmatophilia. Agalmatophilia termasuk parafilia (paraphilia), gangguan seksual atau perilaku seksual menyimpang yang muncul berulang kali.

Lelaki nikahi boneka seks. (Dok: Instagram/yurii_tolochko)
Lelaki nikahi boneka seks. (Dok: Instagram/yurii_tolochko)

Berdasarkan laman Psychology Today, kondisi ini juga merupakan bagian dari hal yang lebih luas, dikenal sebagai seksualitas objek atau objectum sexuality.

Perilaku ini dapat dijabarkan dalam berbagai bentuk, termasuk kontak seksual, fantasi melakukan hubungan seksual, tindakan atau fantasi seksual menyaksikan pertemuan antara benda-benda berbentuk tubuh itu sendiri, hingga gairah seksual dari pikiran untuk ditransformasikan menjadi benda berbentuk tubuh.

" Agalmatophilia adalah konsep yang sulit dipahami, terutama ketika mempertimbangkan kondisi mental di balik fantasi ini," tulis Dr. Brenda Love dalam bukunya berjudul Encyclopedia of Unusual Sex Practices terbit pada 2005.

Ia menambahkan bahwa perilaku ini merupakan kepuasan seksual yang berasal dari kesepian atau kurangnya kepercyaan diri untuk menemukan pasangan.

Baca Juga: Kelainan Kulit Langka, Kenali Sindrom Stevens-Johnson

Namun, tidak ada sumber empiris yang mendukung pernyataan tersebut sehingga sulit untuk menilai validasi klaim itu, meski tampaknya masuk akal.

Komentar