Rekor Covid-19 Baru Capai 6000, Satgas Covid-19 Ingatkan Pemda Soal Sanksi

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 01 Desember 2020 | 19:25 WIB
Rekor Covid-19 Baru Capai 6000, Satgas Covid-19 Ingatkan Pemda Soal Sanksi
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito / Foto : Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden

Suara.com - Satgas Covid-19 melalui juru bicaranya, Prof. Wiku Adisasmito, menyampaikan keprihatinannya atas rekor kasus positif Covid-19 baru yang mencapai lebih dari 6.000 kasus, atau tepatnya 6.267 orang positif dalam sehari pada Minggu, 29 November 2020.

"Melonjaknya kasus ini seharusnya menjadi perhatian semua kalangan masyarakat tanpa kecuali, karena tingginya angka kasus positif merupakan cerminan dari meningkatnya penularan," ujar Prof. Wiku saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Selasa (1/12/2020).

Ia mengatakan kasus Covid-19 aktif yang terus bertambah akan berdampak pada semakin banyaknya kasus di tengah masyarakat. Apalagi jika masyarakat yang sempat kontak dengan orang positif itu tidak saling menjalankan protokol kesehatan 3M, seperti memakai masker, menjaga jarak, hingga mencuci tangan.

"Saya di sini meminta kepada masyarakat untuk patuh protokol kesehatan," ungkapnya.

Ia sadar betul, waktu 10 bulan bukan waktu yang sebentar, namun masyarakat bisa tetap menjaga semangat agar tidak kalah melawan pandemi Covid-19. Prof. Wiku juga menyadari bahwa banyak masyarakat yang mulai lelah dan jengah, tapi ini bukan jadi alasan menganggap pandemi Covid-19 sudah usai.

"Masih ada cara lainnya untuk tetap produktif sambil beradaptasi dengan kebiasaan baru, baik mencuci tangan memakai masker dan menjaga jarak di manapun kita berada," papar Prof. Wiku, yang juga mengingatkan jika virus corona penyebab sakit Covid-19 bisa menyerang siapapun tanpa pandang bulu, mau itu masyarakat biasa ataupun pejabat sekalipun.

"Untuk itu tidak terkecuali, apakah dia pejabat atau bagi anggota masyarakat biasa, tetap sekali lagi jangan pernah lelah, karena masalah ini tetap masih berada di sekitar kita," ungkapnya.

Terakhir ia mengingatkan para pejabat dan kepala daerah untuk lebih serius lagi menerapkan monitoring, penegakan hukum, hingga pendisiplinan pemberian sanksi kepada siapa saja yang melanggar protokol kesehatan.

"Penegakan disiplin dan pemberian sanksi kepada masyarakat, yang tidak mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan peraturan dan tanpa pandang bulu," ungkapnya.

baca juga

"Saya minta kepada kepala daerah untuk memaksimalkan peran Satgas Covid-19 di daerah dalam melakukan pengawasan dan penegakan disiplin protokol kesehatan yang dilakukan oleh masyarakat," tutup Prof. Wiku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Melonjak Drastis, Angka Kematian Akibat Corona di Jateng Capai 134,1 Persen

Melonjak Drastis, Angka Kematian Akibat Corona di Jateng Capai 134,1 Persen

Jawa Tengah | Selasa, 01 Desember 2020 | 19:00 WIB

Pertama Kali, Wanita di Nepal Diperbolehkan Angkat Jenazah Korban Covid-19

Pertama Kali, Wanita di Nepal Diperbolehkan Angkat Jenazah Korban Covid-19

News | Selasa, 01 Desember 2020 | 19:15 WIB

Duh, 16 Persen Masyarakat Tolak Vaksin Covid-19

Duh, 16 Persen Masyarakat Tolak Vaksin Covid-19

Health | Selasa, 01 Desember 2020 | 19:10 WIB

Terkini

Survei: Mayoritas Publik Setuju Prabowo Rombak Kabinet

Survei: Mayoritas Publik Setuju Prabowo Rombak Kabinet

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:45 WIB

Inklusi Keuangan DIY Capai 98,74 Persen, OJK Waspadai Gap Literasi Masyarakat

Inklusi Keuangan DIY Capai 98,74 Persen, OJK Waspadai Gap Literasi Masyarakat

Jogja | Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:37 WIB

CCTV Bergeser Misterius Sebelum Listrik Batam-Bintan Padam, Bareskrim Turun Tangan

CCTV Bergeser Misterius Sebelum Listrik Batam-Bintan Padam, Bareskrim Turun Tangan

Batam | Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:28 WIB

Mahasiswa ITB Meninggal saat Ikut Ultra Marathon 2026, Sempat Dirujuk ke RS

Mahasiswa ITB Meninggal saat Ikut Ultra Marathon 2026, Sempat Dirujuk ke RS

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Kenali Fitur Unggulan Pusat Bantuan BRImo untuk Kenyamanan Bertransaksi

Kenali Fitur Unggulan Pusat Bantuan BRImo untuk Kenyamanan Bertransaksi

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih, Ini Kendalanya

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih, Ini Kendalanya

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Gaya 'Anak STM Belgia' Demo Rezim: Kami Tidak Mau Merusak, Kami Lawan Sistem

Gaya 'Anak STM Belgia' Demo Rezim: Kami Tidak Mau Merusak, Kami Lawan Sistem

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:00 WIB

BNPB Evaluasi Teknologi Dry Ice, Berpeluang Diterapkan di Daerah Terdampak Karhutla

BNPB Evaluasi Teknologi Dry Ice, Berpeluang Diterapkan di Daerah Terdampak Karhutla

Sumsel | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:59 WIB

Kasus Dugaan Pencurian Vincent Leocarlius Disetop, Polisi Sebut Uang Dikembalikan Lebih Rp25 Juta

Kasus Dugaan Pencurian Vincent Leocarlius Disetop, Polisi Sebut Uang Dikembalikan Lebih Rp25 Juta

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:52 WIB

WALHI Minta Presiden Perkuat Pengawasan Penanganan Karhutla

WALHI Minta Presiden Perkuat Pengawasan Penanganan Karhutla

Video | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:42 WIB

×