Gejalanya Hampir Mirip, Ini Cara Bedakan Virus Corona dan Flu Perut

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 04 Desember 2020 | 14:10 WIB
Gejalanya Hampir Mirip, Ini Cara Bedakan Virus Corona dan Flu Perut
Ilustrasi sakit perut, gastroenteritis, virus corona Covid-19 (Pixabay/derneuemann)

Suara.com - Masalah terbesar yang dihadapi para ahli kesehatan selama pandemi adalah kenyataan bahwa virus corona Covid-19 menyebabkan banyak gejala yang bisa jadi tanda penyakit lain.

Artinya, orang yang terinfeksi virus corona Covid-19 bisa menunjukkan gejala seperti demam, batuk kering dan sakit kepala yang mana juga berkaitan dengan alergi dan flu.

Tapi, kemiripan gejala virus corona dan flu tidak hanya itu. Virus corona Covid-19 telah dikaitkan dengan masalah pencernaan, seperti mual, muntah dan diare yang juga termasuk gejala flu perut atau gastroenteritis.

Karena itu dilansir dari Health, penting untuk memahami bahwa gastroenteritis bukanlah suatu jenis flu. Meskipun kondisi ini sering disebut sebagai flu perut.

Menurut MedlinePlus, sumber dari Perpustakaan Kedokteran Nasional AS, gastroenteritis terjadi ketika lapisan usus Anda meradang. Kondisi ini bisa jadi akibat vrus, parasit atau bakteri.

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Gastroenteritis adalah penyakit yang menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi maupun kotak yang terinfeksi.

Berikut ini dilansir dari Health, gejala gastroenteritis yang meliputi diare, muntah, sakit perut, demam, sakit kepala dan panas dingin.

Untungnya, kebanyakan orang sembuh dari gastroenteritis tanpa pengobatan medis apapun. Dehidrasi adalah efek samping yang umumnya disebabkan oleh gastroenteritis.

Karena, masalah kesehatan ini seringkali menyebabkan pasien kehilangan banyak cairan melalui diare dan muntah. Anda mungkin harus minum lebih banyak cairan daripada biasanya untuk menghindari dehidrasi.

baca juga

Di sisi lain, virus corona Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), orang yang tertular virus corona akan mengalami penyakit pernapasan ringan sampai sedang.

Tapi, orang di atas usia 65 tahun atau memiliki riwayat penyakit kronis lebih mungkin mengembangkan penyakit serius akibat virus corona Covid-19.

Virus corona ini bisa menyebar melalui tetesan pernapasan orang yang terinfeksi ketika batuk dan bersin.

Adapun gejala virus corona Covid-19, termasuk batuk, menggigil atau demam, kesulitan bernapas, nyeri otot, kelelahan, kehilangan penciuman dan perasa, sakit kepala, hidung meler, sakit tenggorokan, muntah, mual dan diare.

Namun, Cory Fisher dari Klinik Cleveland mengatakan salah satu cara membedakan gejala virus corona dan gastroenteritis adalah hilangnya indra penciuman dan perasa yang hanya dialami pasien Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WHO Buat Pedoman Baru Pemakaian Masker selama Pandemi

WHO Buat Pedoman Baru Pemakaian Masker selama Pandemi

Health | Kamis, 03 Desember 2020 | 14:34 WIB

Vaksin Pfizer, Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan agar Efektif?

Vaksin Pfizer, Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan agar Efektif?

Health | Kamis, 03 Desember 2020 | 13:36 WIB

Kenapa Vaksin Pfizer Harus Disimpan di Suhu -70 Derajat Celcius?

Kenapa Vaksin Pfizer Harus Disimpan di Suhu -70 Derajat Celcius?

Health | Kamis, 03 Desember 2020 | 11:56 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×