Pencegahan yang Bisa Dilakukan Diabetesi Agar Luka Tidak Berujung Amputasi

Jum'at, 04 Desember 2020 | 15:15 WIB
Pencegahan yang Bisa Dilakukan Diabetesi Agar Luka Tidak Berujung Amputasi
Ilustrasi luka. (Shutterstock)

Suara.com - Luka yang sulit sembuh hingga berisiko harus diamputasi menjadi masalah tersendiri yang dapat memperparah kondisi pengidap diabetes.

Tindakan amputasi diharapkan menjadi langkah medis terakhir yang dilakukan saat luka mengalami infeksi.

Dikatakan oleh Dokter Spesialis Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitas dr. Christa Adriane Tenges Sp. K.F.R., risiko amputasi sangat bisa diminimalisir.

"Banyak hal yang bisa dilakukan agar kaki tidak diamputasi. Semakin cepat diketahui, ditangani, kita selalu mengharapkan untuk tidak diamputasi," kata dokter Christa dalam talkshow bersama Radio Kesehatan Kemenkes, Kamis (3/12/2020).

Dokter Christa menerangkan, luka yang semakin parah hingga harus diamputasi itu disebabkan karena kadar gula darah yang tidak terkontrol. Semakin tinggi kadar gula dalam darah, maka luka akan semakin cepat menjadi parah mulai dari hitungan bulanan hingga mingguan. 

"Tetapi kalau misalnya gula darah sudah terkontrol diharapkan perbaikan luka akan makin baik. Jadi tahap akhir amputasi bisa jauh lebih panjang lagi," ucapnya.

Ia menambahkan bahwa kemungkinan luka menjadi parah itu berisiko dialami oleh pasien diabetes tipe 1 maupun tipe 2. Luka yang sudah infeksi juga bisa menyebar ke area lain karena mengikuti aliran darah. 

"Jadi kalau di kaki dia akan menyebar ke atas dan kalau makin ke atas makin bahaya. Apalagi kalau infeksi sudah sistemik atau menyebar ke seluruh tubuh. Justru amputasi itu dilakukan agar mencegah infeksi tidak menyebar lebih luas. Itu dilakukan kalau memang penanganan yang dikerjakan belum berhasil atau terlambat penanganan awal," paparnya. 

Oleh karena itu, pencegahan paling utama pasien diabetes harus mengontrol gula darahnya. Dokter Christa mengingatkan, jika sudah mengonsumsi obat tapi luka belum juga membaik segera diperiksakan ke dokter.

Baca Juga: Merasa Lapar Berlebihan? Kenali 5 Masalah Kesehatan yang Menyebabkannya

"Mungkin akan ada revisi dari obat-obatannya atau pun ada pola hidup yang harus diganti," kata dokter Christa. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI