Akibat Pandemi, Malnutrisi Meningkat dan Mengancam Kematian Pada Anak

Angga Roni Priambodo, Fita Nofiana

Selasa, 15 Desember 2020 | 10:28 WIB
Akibat Pandemi, Malnutrisi Meningkat dan Mengancam Kematian Pada Anak
Ilustrasi malnutrisi (Shutterstock)

Suara.com - Selama pandemi virus corona Covid-19, menghindari infeksi bukan menjadi satu-satunya tantangan. Pandemi ini nyatanya juga menjatuhkan ekonomi dan berdampak pada pemasalahan malnutrisi atau gizi buruk pada anak-anak.

Melansir dari Medicalxpress, pandemi Covid-19 telah memundurkan kemajuan puluhan tahun dalam melawan bentuk-bentuk kekurangan gizi paling parah. Kondisi ini kemungkinan akan membunuh 168.000 anak sebelum pemulihan global terjadi.

Hal ini dinyatakan oleh sebuah penelitian yang dirilis Senin (14/12/2020) oleh 30 organisasi internasional. Beberapa organisasi yang terlibat dalam penelitian ini adalah Bank Dunia, Program Pangan Dunia, UNICEF, USAID dan berbagai yayasan kesehatan swasta dan universitas.

"Malnutrisi saat lahir, membuat anak-anak ini dirugikan sejak awal," kata Osendarp, direktur eksekutif Micronutrient Forum.

Perjuangan melawan malnutrisi telah menjadi kesuksesan global yang tidak diketahui sampai pandemi virus corona melanda.

"Tampaknya ini adalah masalah yang selalu ada pada kami, tetapi jumlahnya menurun sebelum Covid-19," kata Lawrence Haddad, direktur eksekutif Aliansi Global untuk Peningkatan Gizi.

Menurut para peneliti, kemajuan dalam pengentasan gizi buruk yang telah dirintis selama 10 tahun harus kembali mundur dalam 9 sampai 10 bulan.

Sebelum pandemi, jumlah anak stunting atau kerdil menurun secara global setiap tahun, dari 199,5 juta pada 2000 menjadi 144 juta pada 2019. Jumlah anak yang menderita wasting berada pada 54 juta pada 2010 dan turun menjadi 47 juta pada tahun 2019. Namun angka ini akan meningkat kembali seperti tahun 2010 akibat pandemi.

ilustrasi gizi buruk [shutterstock]
ilustrasi gizi buruk [shutterstock]

Haddad mengatakan bahwa langkah selanjutnya adalah meminta pertanggungjawaban pemerintah atas janji-janji mereka, terutama mereka yang warganya paling menderita akibat malnutrisi.

baca juga

Ia menambahkan, pandemi membuat manfaat gizi semakin jelas karena kekurangan gizi membuat tubuh rentan terhadap segala jenis penyakit, termasuk virus corona.

"Nutrisi adalah pilihan terbaik setiap orang sampai vaksin tersedia," kata Haddad.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketua KPU Riau Sebut Partisipasi Warga Saat Pilkada 2020 Meningkat

Ketua KPU Riau Sebut Partisipasi Warga Saat Pilkada 2020 Meningkat

Riau | Senin, 14 Desember 2020 | 18:32 WIB

Wapres Maruf Amin: Akhir Pandemi Corona Bisa Terwujud Jika...

Wapres Maruf Amin: Akhir Pandemi Corona Bisa Terwujud Jika...

News | Senin, 14 Desember 2020 | 16:50 WIB

Tahun Baru di Tengah Pandemi, Wawalkot Jogja: Tak Ada Event Ramai-Ramai

Tahun Baru di Tengah Pandemi, Wawalkot Jogja: Tak Ada Event Ramai-Ramai

Jogja | Senin, 14 Desember 2020 | 10:57 WIB

Terkini

Viral Pembalut Kena Pajak, Pengamat: Menstruasi Siklus Alami Perempuan

Viral Pembalut Kena Pajak, Pengamat: Menstruasi Siklus Alami Perempuan

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:32 WIB

Perundungan Linguistik: Apa Kita Masih Punya Ruang untuk Belajar Berbahasa?

Perundungan Linguistik: Apa Kita Masih Punya Ruang untuk Belajar Berbahasa?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Raih Dana Rp570 Miliar, Bank Mandiri Lepas Bisnis Asuransi Inhealth

Raih Dana Rp570 Miliar, Bank Mandiri Lepas Bisnis Asuransi Inhealth

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:29 WIB

Jadwal Super League Pekan 8: Persija Hadapi Ujian Berat Dewa United, Persib vs Isenmulang

Jadwal Super League Pekan 8: Persija Hadapi Ujian Berat Dewa United, Persib vs Isenmulang

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:28 WIB

Niat Baik Berujung Duka: Bantu Renovasi Warung, Pria Tewas Terjatuh dari Tangga di Tanggamus

Niat Baik Berujung Duka: Bantu Renovasi Warung, Pria Tewas Terjatuh dari Tangga di Tanggamus

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:27 WIB

Tayang 5 November, Keira Knightley Kembali Jadi Spy di Black Doves Season 2

Tayang 5 November, Keira Knightley Kembali Jadi Spy di Black Doves Season 2

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:25 WIB

Kemampuan Multibahasa GenZ: Gaul & Fasih Bahasa Asing Tanpa Lupa Bahasa Ibu

Kemampuan Multibahasa GenZ: Gaul & Fasih Bahasa Asing Tanpa Lupa Bahasa Ibu

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Diam-Diam Bertemu Kapolri, Erick Thohir Bahas Langkah Tegas soal Kekerasan Suporter

Diam-Diam Bertemu Kapolri, Erick Thohir Bahas Langkah Tegas soal Kekerasan Suporter

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:17 WIB

Apa Perbedaan Lip Mask Emina Hijau dan Pink? Kenali Varian hingga Kandungannya

Apa Perbedaan Lip Mask Emina Hijau dan Pink? Kenali Varian hingga Kandungannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Penyegar Wajah Ovale yang Cocok untuk Kulit Kusam, Begini Cara Pakainya

Penyegar Wajah Ovale yang Cocok untuk Kulit Kusam, Begini Cara Pakainya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:14 WIB

×