Pakai Teknologi Sama, Apa Beda Vaksin Covid-19 Moderna dan Pfizer?

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Senin, 21 Desember 2020 | 14:30 WIB
Pakai Teknologi Sama, Apa Beda Vaksin Covid-19 Moderna dan Pfizer?
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah memberikan izin pengguaan darurat (EUA) untuk vaksin Covid-19 Moderna pada Jumat (18/12/2020) kemarin.

Ini artinya, vaksin Covid-19 Moderna dapat digunakan seperti halnya vaksin Pfizer.

Memiliki dua vaksin yang berbeda mungkin akan membingungkan. Melansir Health, berikut hal-hal yang perlu Anda ketahui tentang kedua vaksin tersebut:

Vaksin Covid-19 Pfizer

Cara kerja: Menggunakan teknologi terbaru messenger RNA (mRNA). Vaksin bekerja dengan mengkodekan sebagian dari protein lonjakan yang ditemukan di permukaan virus corona Covid-19.

Seberapa efektif: Wakil presiden senior Penelitian dan Pengembangan Klinis Vaksin Pfizer, William C. Gruber, MD, mengatakan vaksin Pfizer efektif 52% setelah dosis pertama, dan sekitar 95% efektif setelah dosis kedua pada orang di atas 16 tahun.

Margaret Keenan, orang pertama yang menerima vaksin Covid-19. (Youtube/CNA)
Margaret Keenan, orang pertama yang menerima vaksin Covid-19. (Youtube/CNA)

Efek samping: Nyeri di tempat suntikan, bengkak, atau kemerahan, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, panas dingin, nyeri sendi, demam, mual, dan kelenjar getah bening membengkak. Bagi penderita alergi parah sebaiknya tidak mendapat vaksin Pfizer.

Bahan pembuatan: mRNA, lemak, potasium klorida, monobasic potassium phosphate, dibasic sodium phosphate dehydrate, sukrosa, natrium klorida.

Cara penyimpanan: Harus dalam kondisi sekitar -70 derajat Celcius.

baca juga

Dosis yang dibutuhkan: Pfizer diberikan secara intramuskular dalam dua rangakaian suntikan (dua dosis), berjarak 21 hari.

Vaksin Moderna

Cara kerja: Sama seperti Pfizer, menggunakan teknologi messenger RNA (mRNA).

Seberapa efektif: BPOM AS menyebut vaksin Moderna 94,1% efektif melawan Covid-19pada orang berusia di atas 18 tahun.

Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]
Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]

Efek samping: Nyeri di tempat suntikan, bengkak, atau kemerahan, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, panas dingin, demam, serta mual atau muntah.

Bahan pembuatan: mRNA, lemak, romethamine, tromethamine hydrochloride, asam asetat, natrium asetat, sukrosa.

Cara penyimpanan: Dalam suhu -20 derajat Celcius dan dapat stabil di unit pendingin antara 2 hingga 8 derajat Celcius selama 30 hari.

Dosis yang dibutuhkan: Vaksin Moderna diberikan secara intramuskular dalam dua dosis berjarak 28 hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksin Covid-19 Kedua di AS Mulai Beredar

Vaksin Covid-19 Kedua di AS Mulai Beredar

Video | Senin, 21 Desember 2020 | 10:20 WIB

Pelni Siap Distribusikan Vaksin Covid-19 ke Penjuru Nusantara

Pelni Siap Distribusikan Vaksin Covid-19 ke Penjuru Nusantara

Sumut | Senin, 21 Desember 2020 | 10:42 WIB

Hoaks Vaksin Covid-19, Dari Hilangnya Jarum Suntik hingga Kematian Perawat

Hoaks Vaksin Covid-19, Dari Hilangnya Jarum Suntik hingga Kematian Perawat

Health | Senin, 21 Desember 2020 | 10:18 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB