Viral Ibu Campur Telur Mentah ke Susu Anak, Tak Takut Bahaya Salmonella?

Risna Halidi | Dinda Rachmawati | Suara.com

Kamis, 24 Desember 2020 | 14:10 WIB
Viral Ibu Campur Telur Mentah ke Susu Anak, Tak Takut Bahaya Salmonella?
Viral ibu campur susu dengan kuning telur untuk anak (Kolase Element Envato/TikTok)

Suara.com - Setiap ibu tentu ingin memberi yang terbaik bagi anak-anaknya, termasuk dalam hal kesehatan. Meski begitu, sebelum memberi sesuatu pada anak, sebaiknya konsultasikan dulu pada ahli. 

Jika tidak, selain justru bisa membahayakan kesehatan buah hati karena cara yang tak tepat, kamu malah jadi bahan nyinyiran seperti warganet satu ini. 

Diunggah oleh akun Twitter @AREAJULID, ibu satu ini membagikan resep yang menurutnya sangat ampuh untuk menjaga kesehatan buah hatinya di TikTok. Bahkan, resep tersebut katanya bisa membuat anak-anak cepat tumbuh gigi, jalan dan menambah kepintaran.

Mengejutkan, resep tersebut ternyata berbahan dasar telur mentah yang dicampur ke dalam susu sang anak dan ditambahkan dengan beberapa bahan lain. Ia pun memfoto ramuan yang ia buat di dalam botol susu sang anak, dengan latar belakang buah hatinya yang masih balita. 

"Kuning telor (bisa telor ayam kampung, omega, puyuh) mentah masukkan ke dotnya, kasih air panas, aduk-aduk, tambahkan susu formulanya, aduk-aduk lagi, terus tambahin air dingin," tulisnya.

"Resepku supaya bayi sehat, kuat, jenius, cepet numbuh gigi, cepet jalan dan banyak kepintarannya," kata dia lagi.

Hal tersebut tentu saja menimbulkan kehebohan di kalangan warganet. Banyak yang menyebut jika resep itu juatru membuat bayi atau balita berisiko terinfeksi bakteri Salmonella yang ada pada telur mentah.

"Eneg banget ya, bau amis juga, kenapa ngga dikasih vitamin sirup itu loh, biasanya kan ada tuh tapi juga ada minimal usianya, kalau telor blm dimasak gitu bukannya banyak bakteri salmonella ya," kata @highopeeee.

"Paling gamau makan telor mentah soalnya bakterinya cui. Daripada kenapa-kenapa makan telor mentah gitu, kenapa ga dikasih vitamin atau suplemen yang emang aman buat dikonsumsi langsung," ujar @whitwine_.

"Gak boleh ya mom, plis jangan sembarangan ngasih makan buat bayi :") DSA (Dokter Spesialis Anak) tidak pernah menganjurkan pemberian makanan setengah matang atau mentah untuk bayi yanh sudah mulai MPASI :) semua harus matang," kata @AslNadia meningatkan.

Dilansir Hello Sehat, telur bisa terkontaminasi Salmonella melalui dua proses, yaitu dalam tubuh ayam dan di luar tubuh ayam itu sendiri. Dikatakan bahwa bahkan ayam yang terlihat sehat diam-diam bisa menyimpan Salmonella di indung telur mereka, sehingga telur telah terkontaminasi sebelum cangkangnya terbentuk.

Kontaminasi juga bisa terjadi setelah telur dibuahi. Hal ini terjadi karena ayam dapat membawa Salmonella dalam usus mereka dan mengeluarkan bakteri di kotoran mereka, yang bisa mengkontaminasi bagian luar cangkang telur.

Karena itu, hindari memberikan telur mentah atau setengah matang pada anak. Apalagi, anak berusia di bawah 5 tahun berisiko 4 kali lipat lebih tinggi untuk terinfeksi bakteri Salmonella dibandingkan dengan orang dewasa. 

Jika setelah mengonsumsi telur Si Kecil menunjukkan gejala infeksi bakteri Salmonella dan disertai dengan buang air besar berdarah, demam tinggi, tampak sangat lemas, serta mulut dan lidah yang kering, segera bawa Si Kecil ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gak Nyambung Banget, Obrolan Pengemudi Ojol dan Penumpang Ini Bikin Ngakak

Gak Nyambung Banget, Obrolan Pengemudi Ojol dan Penumpang Ini Bikin Ngakak

Lifestyle | Kamis, 24 Desember 2020 | 14:01 WIB

Gaya Antigravitasi, Kak Seto Ungkap Trik Menata Rambut Seperti Miliknya

Gaya Antigravitasi, Kak Seto Ungkap Trik Menata Rambut Seperti Miliknya

Riau | Kamis, 24 Desember 2020 | 13:15 WIB

KPK OTT Bupati Karena Proyek Jalan, Mutu Jalan di Muaraenim Kembali Disoal

KPK OTT Bupati Karena Proyek Jalan, Mutu Jalan di Muaraenim Kembali Disoal

Sumsel | Kamis, 24 Desember 2020 | 13:05 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB