Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Penyakit Kutil Kelamin dan Herpes

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 25 Desember 2020 | 14:17 WIB
Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Penyakit Kutil Kelamin dan Herpes
Ilustrasi: Serupa Tapi Tak Sama, Ini Bedanya Kutil Kelamin dan Herpes [shutterstock]

Suara.com - Kutikl kelamin dan herpes merupakan dua jenis penyakit seksual menular yang patut diwaspadai.  Sayangnya, tidak banyak orang bisa membedakan antara kulit kelamin dan herpes yang bisa tumbuh area genital tersebut.

Mengutip Insider, Jumat (21/12/2020) dari sisi bentuk terdapat perbedaan antara kutil kelamin dan herpes.

Jika kutil kelami berbentuk benjolan daging yang tumbuh, herpes lebih terlihat seperti luka lecet atau luka yang terbuka dan berair.

Dokter Kulit dan Spektrum Dermatologi Phoenix Brooke Hibah Jeffy, MD mengatakan perbedaan antara kutil kelamin dan herpes dipengaruhi oleh virus yang menginfeksinya.

Kutil kelamin adalah penyakit kulit yang disebabkan infeksi human papillomavirus (HPV), sedangkan herpes adalah penyakit kulit yang disebabkan infeksi herpes simplex virus (HSV).

Perbedaan penyebab
Penyakit kutil kelamin disebabkan sentuhan dari kulit ke kulit, yang membuat virus berpindah. Itulah mengapa pentingnya menjaga kebersihan area kulit genital setelah dan sebelum melakukan hubungan seksual.

Sedangkan pada herpes umumnya menyebar melalui kontak mulut ke mulut dan menyebabkan luka yang lebih dalam. Risiko terbesar terjadinya herpes adalah melalui kegiatan seks oral atau sentuhan antara alat kelamin dan mulut.

Perbedaan gejala
Pada kutil kelamin umumnya terlihat seperti satu benjolan kecil daging yang tumbuh, satu hingga beberapa benjolan. Biasanya kutil kelamin terasa nyeri ringan, tapi umumnya tidak sakit sama sekali.

Di area kutil kelamin, biasanya keluhannya hanya gatal-gatal, atau berdarah karena kutil yang terluka atau tergesek dengan pakaian. Kutil di area kelamin bisa menyebabkan rasa tidak nyaman saat melakukan hubungan seks.

Sedangkan pada herpes lukanya lebih terbuka dan kemerahan, keluhan pada kulit biasanya ada sensasi terbakar dan nyeri pada luka. Saat melakukan hubungan seksual rasa sakitnya bisa sangat tidak nyaman dan perih, bahkan bisa menular ke pasangan saat adanya kontak kulit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awas, Virus Sakit Dingin Bisa Rusak Otak Bayi Belum Lahir Selama Kehamilan!

Awas, Virus Sakit Dingin Bisa Rusak Otak Bayi Belum Lahir Selama Kehamilan!

Health | Sabtu, 24 Oktober 2020 | 09:45 WIB

Jasper, Kucing yang Tak Punya Bola Mata dan Tidak Berbulu

Jasper, Kucing yang Tak Punya Bola Mata dan Tidak Berbulu

Video | Rabu, 16 September 2020 | 08:00 WIB

Viral Kucing Berwujud Unik, Tak Punya Bola Mata dan Tidak Berbulu

Viral Kucing Berwujud Unik, Tak Punya Bola Mata dan Tidak Berbulu

Lifestyle | Senin, 14 September 2020 | 16:20 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB