Ini Strategi Menkes Budi Jika Vaksin yang Dibeli Gagal Lolos Uji Klinis

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 29 Desember 2020 | 16:49 WIB
Ini Strategi Menkes Budi Jika Vaksin yang Dibeli Gagal Lolos Uji Klinis
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (tangkapan layar/ist)

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan atau Badan POM tengah menguji kandidat vaksin Covid-19 buatan China, Sinovac untuk mendapatkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) ke masyarakat.

Selagi menunggu, pemerintah mengaku sudah memiliki strategi apabila vaksin yang sudah dibeli tidak lolos uji klinis tahap 3 akhir.

Adapun vaksin yang belum mendapat EUA di antaranya Sinovac, Novavax dan AstaZeneca. Padahal ketiga merek dagang ini sudah dipesan pemerintah, bahkan sebagian sudah tiba di Indonesia.

Untuk mengantisipasi ini, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah memasstikan ketersediaan  660 juta dosis vaksin, gabungan jumlah vaksin yang sudah dipesan dan vaksin opsi untuk berjaga-jaga.

"Kita men-secure yang pastinya sekitar 330 juta dosis (yang dipesan) dengan opsi juga sekitar 330 juta. Sehingga kita sudah secure sekitar 660 juta dosis. Ini artinya kita ada buffer (dosis tambahan untuk berjaga-jaga), yang cukup kalau ada beberapa sumber yang kemudian gagal di uji klinisnya atau juga tertunda proses deliverynya," ujar Menkes Budi.

Persediaan 660 juta dosis memang melebihi angka kebutuhan vaksin tahap awal Indonesia sebesar 426 juta dosis, yang akan disuntikkan pada masyarakat berusia 18 hingga 59 tahun yang berjumlah 181 juta orang, atau jumlah yang dibutuhkan untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok buatan terhadap Covid-19.

Di mana per orangnya diberikan dua dosis vaksin, ditambah jumlah 15 persen dosis sebagai cadangan (waste rate), sehingga kebutuhan dosis vaksin mencapai 426 juta dosis.

Adapun rincian sumber 660 juta dosis vaksin Covid-19 untuk Indonesia sebagai berikut:

- Vaksin Sinovac: dipesan 125,5 juta dosis dan 100 juta dosis opsi atau cadangan berjaga-jaga.
- Vaksin Novavax: dipesan 50 juta dosis dan 80 juta dosis ops.
- Vaksin dari COVAX/GAVI: dipesan 54 juta dosis dan 54 juta dosis opsi.
- Vaksin AstraZeneca: dipesan 50 juta dosis dan 50 juta dosis ops.
- Vaksin Pfizer: dipesan 50 juta dosis dan 50 juta dosis opsi.

baca juga

"Diharapkan bahwa vaksin-vaksin ini bisa datang secara bertahap ke Indonesia, dan kita bisa segera melakukan penyuntikan bagi seluruh rakyat Indonesia yang 181 juta orang yang tadi saya sampaikan," tutup Menkes Budi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemilik Filler Bibir Harus Waspada, Vaksin Covid-19 Bisa Bikin Bengkak

Pemilik Filler Bibir Harus Waspada, Vaksin Covid-19 Bisa Bikin Bengkak

Health | Selasa, 29 Desember 2020 | 15:41 WIB

Menkes Budi: Butuh 426 Juta Dosis Vaksin Untuk Capai Herd Immunity Covid-19

Menkes Budi: Butuh 426 Juta Dosis Vaksin Untuk Capai Herd Immunity Covid-19

Health | Selasa, 29 Desember 2020 | 15:30 WIB

Kabar Baik, Vaksin Covid-19 Vektor Adenovirus Siap Diuji ke Manusia

Kabar Baik, Vaksin Covid-19 Vektor Adenovirus Siap Diuji ke Manusia

Tekno | Selasa, 29 Desember 2020 | 15:00 WIB

Terkini

BRI Peduli Dorong Kesehatan Ibu dan Anak melalui Program Desa Brilian 1000 HPK

BRI Peduli Dorong Kesehatan Ibu dan Anak melalui Program Desa Brilian 1000 HPK

Malang | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:39 WIB

10 Saksi Diperiksa, Begini Kondisi Korban Terjebak di Lantai 15 Saat Kebakaran Gedung Bapenda DKI

10 Saksi Diperiksa, Begini Kondisi Korban Terjebak di Lantai 15 Saat Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:39 WIB

Solusi Radikal: Saatnya ASEAN Terbitkan "Blue Bonds" Demi Selamatkan Pesisir

Solusi Radikal: Saatnya ASEAN Terbitkan "Blue Bonds" Demi Selamatkan Pesisir

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:35 WIB

BRI Peduli Resmikan Posyandu Matahari, Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Sleman

BRI Peduli Resmikan Posyandu Matahari, Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Sleman

Riau | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:34 WIB

Strategi realme "Make Passion Real" Bangun Jembatan Menuju Pro Player Team RRQ

Strategi realme "Make Passion Real" Bangun Jembatan Menuju Pro Player Team RRQ

Tekno | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:30 WIB

BUMN RI Ramai-Ramai Mulai Gunakan AI, Bisnis Customer Engagement Makin Diburu

BUMN RI Ramai-Ramai Mulai Gunakan AI, Bisnis Customer Engagement Makin Diburu

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:29 WIB

BRI Peduli Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak Lewat Posyandu Matahari di Sleman

BRI Peduli Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak Lewat Posyandu Matahari di Sleman

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:25 WIB

Bedak Setting Powder vs Finishing Powder Bedanya Apa dan Cara Pakainya

Bedak Setting Powder vs Finishing Powder Bedanya Apa dan Cara Pakainya

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:25 WIB

Merawat Syiar Islam Berkemajuan: Peringatan 666 Tahun Islam Masuk Papua di Fakfak

Merawat Syiar Islam Berkemajuan: Peringatan 666 Tahun Islam Masuk Papua di Fakfak

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:19 WIB

Hati-hati, Jangan Termakan August Theory Kalau Nggak Mau Baper Sendirian!

Hati-hati, Jangan Termakan August Theory Kalau Nggak Mau Baper Sendirian!

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:17 WIB

×