alexametrics

Konsumsi Makanan Olahan Berlebih Naikkan Risiko Kematian hingga 50 Persen!

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Konsumsi Makanan Olahan Berlebih Naikkan Risiko Kematian hingga 50 Persen!
Ilustrasi makanan olahan

Sebuah studi menunjukkan bahwa konsumsi makanan olahan bisa meningkatkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular hingga 50 persen.

Suara.com - Bukan hal baru bahwa makanan olahan seperti hot dog, pizza, burger dan lain sebagainya dikategorikan jadi makanan tak sehat. Penelitian baru menunjukkan bahwa makanan olahan bisa meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung.

Melansir dari Insider, penelitian tersebut telah diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition. Makanan olahan sendiri mengandung pengawet dan tambahan gula.

Pada studi ini, sekelompok peneliti Italia mengikuti 24.325 pria dan wanita berusia 35 tahun ke atas hingga 10 tahun. Mereka mengumpulkan data tentang kebiasaan makan dan hasil kesehatan mereka.

Peneliti menemukan bahwa peserta yang makan banyak makanan olahan memiliki risiko lebih tinggi meninggal akibat penyakit kardiovaskular, serangan jantung, atau stroke dibandingkan mereka yang tidak. Semakin banyak makanan olahan yang mereka makan, semakin besar peningkatan risikonya.

Baca Juga: Studi: Olahraga Berbasis Air Bermanfaat Meningkatkan Kesehatan Jantung

Partisipan yang mengonsumsi paling sedikit adalah 15 (300 kalori) persen kalori dari batas kalori harian hingga yang paling banyak 50 persen (1.250 kalori) kalori harian. Jumlah kalori harian yang disarankan adalah 2.500 kalori, sementara 300 hingga 1.250 kalori makanan olahan sehari setara dengan 2 hingga 8 porsi hot dog, permen, soda, atau sejenisnya.

Orang-orang dalam kategori makan kalori terbanyak mengalami 58 persen lebih mungkin meninggal karena penyakit kardiovaskular selama penelitian dibandingkan rekan-rekan mereka yang paling sedikit mengonsumsi makanan olahan. Mereka juga 52 persen lebih mungkin meninggal karena stroke atau jenis lainnya.

Bentuk makanan olahan yang paling umum dalam penelitian adalah pizza, kue dan pai, seperti daging olahan baik yang diawetkan atau diasap, seperti bacon dan sosis.

Contoh lain dari makanan olahan termasuk permen, soda, snack bar, makanan yang dipanggang seperti roti, margarin, minuman energi, hot dog, dan chicken nugget.

Baca Juga: Dokter Sebut Menolak Berhubungan Seks Tidak Baik untuk Kesehatan, Kenapa?

Komentar