Kasus Corona Indonesia Tinggi, Satgas Covid-19: Masyarakat Masih Berkerumun

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Selasa, 05 Januari 2021 | 18:24 WIB
Kasus Corona Indonesia Tinggi, Satgas Covid-19: Masyarakat Masih Berkerumun
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito / Foto : Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden

Suara.com - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengungkapkan penyebab kasus positif di Indonesia masih tinggi. Setelah 10 bulan wabah virus corona masuk ke Indonesia, total kasus Covid-19 telah mencapai 779.548 infeksi, bertambah 7.445 kasus baru hari ini.

Menurut Wiku, penularan masih tinggi di masyarakat karena sirkulasi virus juga terus terjadi. 

"Kenapa di Indonesia kasusnya masih tinggi? Karena virus masih banyak yang bersirkulasi. Kenapa sirkulasi, karena diberi kesempatan oleh manusia yang masih berkerumun. Jadi dia bisa loncat, menular," kata Wiku dalam webinar virtual Satgas Covid-19, Selasa (5/1/2021). 

Ia menjelaskan bahwa setiap kali virus menular ke orang lain, jumlahnya akan semakin banyak. Sehingga populasi virus harus diturunkan agar tingkat penularan menjadi rendah. 

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Wiku mengingatkan, cara efektif untuk mencegah virus berpindah ke tubuh orang lain dan jadi makin banyak, dengan melakukan protokol kesehatan 3M.

"Kita perangnya sama virus, jadi harus sama smart-nya dengan mereka. Mereka hanya bisa memperbanyak jika menular. Kita cegah mereka perbanyak dengan jaga jarak, cuci tangan, dan pakai masker," ujarnya.

Terkait penanganan Covid-19, lanjut Wiku, Indonesia bisa mencontoh China dan Singapura. Kedua negara tersebut dinilai berhasil mengendalikan pandemi sehingga jumlah kasusnya hingga saat ini relatif rendah.

Menurut Wiku, setiap daerah di Indonesia mencontoh cara Singapura yang mengendalikan penularan virus corona dengan militansi dan gotong royong antara pemerintah dengan masyarakat. Ia mengatakan bahwa masyarakat harus dilibatkan dalam disiplin penerapan protokol kesehatan. 

"Artinya kalau setiap kepemimpinan daerah kepulauan, provinsi pulau atau kabupaten pulau, harusnya kalau mereka mencontoh pada Singapura, satu per satu kasusnya bisa rendah sekali. Harusnya begitu. Sedangkan sebagai negara besar harus belajar dari Tiongkok," kata Wiku.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penyuntikan Pertama Vaksin Covid-19, Ini Kelompok yang Diprioritaskan

Penyuntikan Pertama Vaksin Covid-19, Ini Kelompok yang Diprioritaskan

Bali | Selasa, 05 Januari 2021 | 18:23 WIB

Angka Covid-19 di Jakarta Terus Meningkat, DKI Minta Tambahan 2.676 Nakes

Angka Covid-19 di Jakarta Terus Meningkat, DKI Minta Tambahan 2.676 Nakes

Jakarta | Selasa, 05 Januari 2021 | 18:13 WIB

Distribusi Vaksin Covid-19 Sengaja Dilakukan Sebelum Izin Terbit, Kenapa?

Distribusi Vaksin Covid-19 Sengaja Dilakukan Sebelum Izin Terbit, Kenapa?

Health | Selasa, 05 Januari 2021 | 18:15 WIB

Terkini

Arti Mimpi Gigi Berlubang Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Masalah Besar Datang?

Arti Mimpi Gigi Berlubang Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Masalah Besar Datang?

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 14:04 WIB

Disebut Cuma Pendatang Oleh Dirtek Java United, Persija Pasang Badan untuk Shin Tae-yong

Disebut Cuma Pendatang Oleh Dirtek Java United, Persija Pasang Badan untuk Shin Tae-yong

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 14:03 WIB

Satu Berita Berujung Hilang! Gambaran Ketakutan Wartawan Yaman, Houthi Dikaitkan dengan 167 Kasus

Satu Berita Berujung Hilang! Gambaran Ketakutan Wartawan Yaman, Houthi Dikaitkan dengan 167 Kasus

News | Selasa, 22 September 2026 | 14:02 WIB

Arti Weton Satria Wibawa dan Daftar Wetonnya yang Selalu Dihormati

Arti Weton Satria Wibawa dan Daftar Wetonnya yang Selalu Dihormati

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 14:02 WIB

Pemuda 18 Tahun Diamankan Polisi di Simalungun, Lima Paket Ganja Ditemukan

Pemuda 18 Tahun Diamankan Polisi di Simalungun, Lima Paket Ganja Ditemukan

Sumut | Selasa, 22 September 2026 | 14:00 WIB

Rindu yang Menjelma Kabut Pagi: Rumah itu Berupa Luka dan Kenangan

Rindu yang Menjelma Kabut Pagi: Rumah itu Berupa Luka dan Kenangan

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 14:00 WIB

Respons Tegas Bupati Gowa Husniah Talenrang Pasca Rumah dan Kantor Digeledah Polisi

Respons Tegas Bupati Gowa Husniah Talenrang Pasca Rumah dan Kantor Digeledah Polisi

Sulsel | Selasa, 22 September 2026 | 13:59 WIB

Hitung-hitungan Biaya Listrik AC Inverter vs AC Low Watt per Bulan, Mana Lebih Hemat?

Hitung-hitungan Biaya Listrik AC Inverter vs AC Low Watt per Bulan, Mana Lebih Hemat?

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 13:57 WIB

Gibran Digugat soal Keabsahan Cawapres, Apa yang Sebenarnya Dipersoalkan di MK?

Gibran Digugat soal Keabsahan Cawapres, Apa yang Sebenarnya Dipersoalkan di MK?

News | Selasa, 22 September 2026 | 13:56 WIB

Yamaha Kembali Rilis Skuter Matik Bergaya Retro Temani Filano

Yamaha Kembali Rilis Skuter Matik Bergaya Retro Temani Filano

Otomotif | Selasa, 22 September 2026 | 13:55 WIB

×