Agar Tetap Sehat, Ini Aktivitas Fisik yang Bisa Dilakukan Ibu Hamil

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 05 Januari 2021 | 19:30 WIB
Agar Tetap Sehat, Ini Aktivitas Fisik yang Bisa Dilakukan Ibu Hamil
Ilustrasi ibu hamil. (sumber: visualphotos)

Suara.com - Kehamilan adalah hal yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap perempuan. Namun, proses mengandung selama 9 bulan terkadang membuat perempuan hamil enggan untuk melakukan berbagai aktivitas. Padahal banyak kegiatan yang dapat dilakukan.

Selain itu, melakukan berbagai aktivitas sangat baik bagi kesehatan diri dan kandungan. Berbagai kegiatan dan olahraga rupanya juga diperbolehkan untuk dilakukan bagi perempuan hamil. Namun, sebelumnya usahakan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan, untuk mengetahui kegiatan apa saja yang boleh dilakukan.

Berdasarkan penelitian,  olahraga tidak meningkatkan risiko Anda mengalami keguguran, bayi prematur (lahir sebelum 37 minggu kehamilan) atau bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah (kurang dari 5 pon, 8 ons). Jadi melakukan berbagai kegiatan tidak berbahaya kepada kehamilan.

Berikut beberapa alasan melakukan berbagai aktivitas baik bagi kesehatan:

Ilustrasi perempuan hamil [shutterstock]
Ilustrasi perempuan hamil [shutterstock]
  1. Melakukan aktivitas akan menjaga kesehatan pikiran dan tubuh. Melakukan aktivitas fisik akan membuat tubuh merasa baik serta energi yang lebih. Hal itu juga sangat baik untuk jantung, paru-paru, dan pembuliuh darah sehingga kondisi perempuan hamil tetap fit.
  2. Saat hamil, menambah berat bada sangat baik untuk kandungan. Untuk itu, melakukan aktivitas dapat membantu menambah berat badan saat hamil.
  3. Meringankan beberapa ketidaknyamanan yang umum selama kehamilan, seperti sembelit, sakit punggung, dan bengkak di tungkai, pergelangan kaki, dan kaki.
  4. Membantu mengelola stres dan tidur lebih nyenyak. Saat hamil, biasanya perempuan memiliki kekhawatiran, rasa tegang dan tekanan yang cukup besar sehingga membuatnya stres. Dengan melakukan berbagai aktivitas akan membantu menghilangkan pikiran-pikiran yang membuat stres.
  5. Membantu mengurangi risiko komplikasi kehamilan, seperti diabetes gestasional dan preeklamsia. Diabetes gestasional adalah salah satu jenis diabetes yang bisa terjadi selama kehamilan. Penyakit ini merupakan kondisi di mana tubuh memiliki terlalu banyak gula (disebut glukosa) di dalam darah.
  6. Melakukan banyak kegiatan akan mengurangi risiko melahirkan dengan operasi sesar. Hal ini karena melakukan kegiatan membuat tubuh menjadi lebih tenang dan rileks saat melahirkan.

Berbagai manfaat di atas akan dapat tercapai jika seorang perempuan hamil rajin melakukan berbagai aktivitas. Di bawah ini terdapat beberapa aktivitas yang dapat dilakukan perempuan hamil.

1. Berjalan

Ilustrasi. (Shutterstock)
Ilustrasi. (Shutterstock)

Berjalan akan sangan bagus untuk membuat persendirian dan otot menjadi lebih rileks. Hal ini akan mempermudah proses kelahiran. Selain itu, berjalan dapat dilakukan kapan dan di mana saja, baik di jalan raya, atau hanya sekitar rumah.

2. Berenang

Berenang akan membuat air menopang berat bayi di dalam perut. Dengan berenang akan membantu menjaga detak jantung. Selain itu, berenang juga baik untuk persendian dan otot pada tubuh.

baca juga

3. Olahraga sepeda statis

Sepeda statis akan lebih aman saat kehamilan dibandingkan dengan yang biasa. Hal ini untuk mencegah terjatuh dari sepeda saat mengendarainya. Jika mengendarai sepeda biasa lalu terjatuh, hal itu bisa meningkatkan risiko keguguran. Untuk itu, disarankan menggunakan sepeda statis.

4. Yoga

Melakukan yoga akan membantu menenangkan pikiran perempuan yang sedang hami. Mengikuti kelas yoga akan lebih baik dibandingkan melakukannya sendiri. Hal ini untuk mengetahui pose yang aman ataupun tidak bagi perempuan hamil. Selain itu, biasanya terdapat pose-pose yang akan membantu memperlancar jalannya proses kelahiran.

5. Ikuti aerobik

Aeorbik biasanya dinilai sangat energik. Untuk itu, cobalah ikut kegiatan aerobik yang bisa dilakukan perempuan yang sedang hamil. Melakukan aerobik sangat bagus bagi kesehatan janin yang terdapat dalam kandungan.

6. Angkat beban

Angkat beban tetap boleh dilakukan bagi perempuan yang sedang hamil. Hanya saja kadar beban yang diangkut tidak boleh terlalu berat. Mengangkat beban juga baik untuk meningkatkan stamina serta memperlancar jalannya proses kelahiran. / Fajar Ramadhan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ibu Hamil dan Menyusui di Jateng Tak Divaksin, Ini Alasannya

Ibu Hamil dan Menyusui di Jateng Tak Divaksin, Ini Alasannya

Jawa Tengah | Senin, 04 Januari 2021 | 17:02 WIB

Benarkah Zat BPA dalam Galon Isi Ulang Berbahaya bagi Bayi dan Ibu Hamil?

Benarkah Zat BPA dalam Galon Isi Ulang Berbahaya bagi Bayi dan Ibu Hamil?

News | Senin, 04 Januari 2021 | 16:49 WIB

Cara Menjaga Ibu Hamil agar Tidak Terinfeksi Covid-19

Cara Menjaga Ibu Hamil agar Tidak Terinfeksi Covid-19

Lampung | Senin, 04 Januari 2021 | 08:10 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05 WIB

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis  Redakan Wasir dengan Cara Alami

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB