Pemain James Bond Tanya Roberts Meninggal Dunia Akibat Menderita ISK

Rauhanda Riyantama, Rosiana Chozanah

Sabtu, 09 Januari 2021 | 19:30 WIB
Pemain James Bond Tanya Roberts Meninggal Dunia Akibat Menderita ISK
Tanya Roberts dan James Bond (Instagram/miguechiapaneco)

Suara.com - Aktris Tanya Roberts, yang pernah membintangi film James Bond 1985 A View to Kill, meninggal pada usia 65 tahun karena infeksi saluran kemih (ISK).

"Dengan berat hati saya memastikan kematian Tanya Roberts (usia 65) tadi malam pada 4 Januari 2021 sekitar pukul 21.30 PT di Cedars-Sinai Medical Center di Los Angeles, CA," tutur Mike Pingel, juru bicara Roberts.

Pingel juga menjelaskan bahwa sang aktris meninggal karena ISK yang sudah menyebar ke ginjal, kandung empedu, hati, dan aliran darah.

Saluran kemih merupakan istilah untuk menyebut semua bagian dari sistem kemih, seperti ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra.

Salah satu organ tersebut dapat terinfeksi patogen, mikoorganisme yang dapat menyebabkan penyakit. Paling umum adalah bakteri.

Tanya Roberts(Instagram/miguechiapaneco)
Tanya Roberts(Instagram/miguechiapaneco)

"Dalam kebanyakan kasus, ketika kita berbicara tentang ISK, kita berbicara tentang infeksi kandung kemih atau kondisi yang disebut sistitis bakteri akut," kata Benjamin Brucker, MD, ketua Female Pelvic Medicine and Reconstructive Surgery Program di NYU Langone Health.

Ia menambahkan, infeksi kandung kemih tersebut dapat menyebabkan sensasi terbakar saat buang air kecil (disuria) dan urgensi buang air kecil.

Bisakah ISK menyebabkan kematian?

ISK yang terdeteksi di awal akan sangat mudah diobati menggunakan antibiotik atau obat antijamur.

Dalam beberapa kasus, sistem kekebalan seseorang dapat bereaksi sangat kuat terhadap infeksi. Kondisi ini dikenal sebagai sepsis, dan dapat menyebabkan demam, menggigil, dan tekanan darah sangat rendah.

Sepsis yang dimulai dari saluran kemih disebut dengan uro-sepsis.

"Ketika bakteri menyebar ke bagian tubuh lain selama uro-sepsis, bakteri dapat masuk ke aliran darah. Saat bakteri bergerak melalui darah dan tubuh, respons peradangan tubuh, serta racun yang dilepaskan bakteri, menyebabkan disfungsi organ vital," jelas Brucker.

Pada akhirnya kondisi ini menyebabkan kegagalan organ dan kematian pada penderitanya.

Meski dapat menyebabkan sepsis hingga berakibat fatal, kasus seperti ini jarang terjadi, sama halnya dengan bakteri di saluran kemih yang menyebar ke ginjal atau aliran darah.

"Ini mungkin berhubungan dengan faktor pasien, seperti genetika dan kondisi medis lainnya, serta jenis dan strain bakteri," sambung Dr. Brucker.

Beberapa pasien, misalnya orang tua atau yang mengalami penyumbatan sistem kemih seperti batu ginjal, lebih mungkin mengembangkan sepsis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Infeksi Saluran Kemih Lebih Banyak Diderita Perempuan, Ini Alasannya

Infeksi Saluran Kemih Lebih Banyak Diderita Perempuan, Ini Alasannya

Health | Rabu, 26 Agustus 2020 | 05:17 WIB

Orangtua harus Tahu, Ini Penyebab Infeksi Saluran Kemih pada Anak

Orangtua harus Tahu, Ini Penyebab Infeksi Saluran Kemih pada Anak

Health | Selasa, 25 Agustus 2020 | 17:59 WIB

Sering Tahan Kencing, Mungkinkah Kandung Kemih Pecah? Ini Jawabannya

Sering Tahan Kencing, Mungkinkah Kandung Kemih Pecah? Ini Jawabannya

Health | Selasa, 11 Agustus 2020 | 19:43 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB