Timbulkan Pro dan Kontra, Manakah Alat Kontrasepsi Terbaik?

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 11 Januari 2021 | 14:15 WIB
Timbulkan Pro dan Kontra, Manakah Alat Kontrasepsi Terbaik?
Ilustrasi perempuan minum pil KB (Shutterstock)

Suara.com - Ada banyak jenis alat kontrasepsi wanita yang bisa digunakan untuk mencegah terjadinya kehamilan. Tapi, beberapa wanita mungkin khawatir penggunaan kontrasepsi bisa merusak kesuburannya di masa mendatang.

Dr Deborah Lee dari Apotek Online Dr Fox, mengatakan bahwa alat kontrasepsi tidak akan pernah menghentikan kehamilan secara permanen.

"Penggunaan kontrasepsi hanya akan memberikan risiko yang lebih kecil terkait dengan kehamilan tidak direncanakan pada hampir setiap wanita," kata Dr Lee dikutip dari Express.

Dr Lee telah merinci setiap metode kontrasepsi serta pro dan kontranya dalam penggunaan kontrasepsi. Jika Anda menginginkan saran yang lebih personal, Dr Lee merekomendasikan tiga pilihan kontrasepsi ini.

1. Kontrasepsi hormonal kombinasi (pil, tambalan dan cincin vagina)

Pil gabungan adalah bentuk kontrasepsi hormonal yang paling populer, tetapi bukan pilihan terbaik. Dr Lee mengatakan pil kontrasepsi ini digabungkan karena mengandung dua hormon, yakni estrogen dan progesteron.

Tapi, kontrasepsi hormonal gabungan ini sekarang juga tersedia dalam bentuk patch atau tambalan dan cincin vagina. Kontrasepsi tambalan biasanya diganti seminggu sekali dan cincin vagina diganti sebulan sekali.

Pil K. (Suara.com/Vessy Frizona)
Pil KB. (Suara.com/Vessy Frizona)

Setiap metode kontrasepsi pastinya memiliki kelebihan dan kekurangannya. Tetapi, ketiga metode kontrasepsi itu 99 persen efektif dalam penggunaan yang benar.

"Kontrasepsi ini juga mengontrol siklus bulanan, yang artinya menstruasi akan lebih teratur, ringan dan tidak menyakitkan. Metode kontrasepsi ini juga memiliki banyak manfaat non-kontrasepsi, misalnya mengatasi jerawat.

baca juga

Kelemahannya, Anda harus ingat untuk minum pil atau jadwal mengganti tambalan maupun cincin vagina tepat waktu. Karena, kelalaian akan mengurangi keefektifannya.

Selain itu, pil kontrasepsi sering menimbulkan efek samping, seperti mual, sakit kepala, kembung, perubahan suasana hati dan penambahan berat badan.

2. Metode khusus progesteron (pil pop, injeksi dan implan)

Pada metode kontrasepsi ini, semuanya tidak ada yang mengandung estrogen. Dr Lee mengatakan metode kontrasepsi ini tergolong aman digunakan dan sangat sedikit wanita tidak bisa menggunakannya.

Karena, metode kontrasepsi ini mengganggu proses ovulasi atau mencegah ovulasi sepenuhnya. Pil progesteron (POP) biasanya diberikan dalam dosis kecil setiap harinya. Adapula suntikan progesteron medroksiprogesteron asetat yang diberikan di pantat setiap tiga bulan.

Sedangkan, implan Nexplanon adalah batang kecil, panjang 4cm dan lebar 2mm, yang dimasukkan di bawah kulit di sisi dalam lengan bagian atas. Suntkan ini memberikan kontrasepsi selama 3 tahun.

Injeksi dan implan merupan metode kontrasepsi yang 99,9 persen efektif. Sayangnya, metode ini tidak memberikan kontrol siklus yang baik dan pengguna implan juga berisiko mengalami perdarahan tidak teratur serta berkepanjangan.

3. Alat intrauterine (IUD dan IUS)

Intrauterine devices (IUDs) biasanya adalah alat kontrasepsi berbentuk T, yang terdiri dari kawat tembaga yang dililitkan di sekitar inti inert pusat.

Setelah IUD dipasang di dalam rahim, alat ini akan memberikan kontrasepsi karena tembaga beracun bagi sel telur dan sperma. IUD akan mencegah sel telur dan sperma membuahi. Jika pembuahan terjadi, IUD bisa mencegah implantasi.

Sedangkan, IUS mirip dengan IUD tetapi tidak mengandung tembaga. Inti pusat mengandung hormon progesteron, yang dilepaskan setiap hari langsung ke endometrium (lapisan rahim).

Akibatnya, IUS akan menghentikan sel-sel endometrium tumbuh dan berkembang biak selama siklus. Sehingga menstruasi sangat berkurang atau tidak mengalami menstruasi sama sekali.

IUD dan IUS bekerja dengan mencegah pembentukan kehamilan dan tidak menyebabkan keguguran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sedang Mengandung Anak Kembar, Ibu Ini Kaget Dirinya Hamil Anak Ketiga

Sedang Mengandung Anak Kembar, Ibu Ini Kaget Dirinya Hamil Anak Ketiga

Lifestyle | Kamis, 31 Desember 2020 | 08:36 WIB

Videografis: Panduan Pemeriksaan Kehamilan dan Persalinan di Masa Pandemi

Videografis: Panduan Pemeriksaan Kehamilan dan Persalinan di Masa Pandemi

Video | Kamis, 31 Desember 2020 | 12:00 WIB

Demi Indomie, Banyak Gadis ABG di Ghana Dipaksa Berhubungan Intim

Demi Indomie, Banyak Gadis ABG di Ghana Dipaksa Berhubungan Intim

Sumut | Selasa, 29 Desember 2020 | 16:23 WIB

Terkini

Kenali Perbedaan Fungsi Sabun Cuci Muka Kahf Warna Hitam, Biru, dan Hijau

Kenali Perbedaan Fungsi Sabun Cuci Muka Kahf Warna Hitam, Biru, dan Hijau

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar

Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah

Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja

Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Naik Mobil Komando di Patung Kuda, Stafsus Mensesneg Diteriaki Bohong Mahasiswa Trisakti

Naik Mobil Komando di Patung Kuda, Stafsus Mensesneg Diteriaki Bohong Mahasiswa Trisakti

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:28 WIB

Kasus Dugaan Korupsi 93 Honorer RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut Menyusul Jadi Tersangka

Kasus Dugaan Korupsi 93 Honorer RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut Menyusul Jadi Tersangka

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:20 WIB

IHT Dapat Gangguan Lagi dari Aturan Larangan Tambahan Perisa

IHT Dapat Gangguan Lagi dari Aturan Larangan Tambahan Perisa

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Terima Tim Gabungan Perumus UU Satu Data Indonesia di Istana, Ini Sederet Arahan Tegas Prabowo

Terima Tim Gabungan Perumus UU Satu Data Indonesia di Istana, Ini Sederet Arahan Tegas Prabowo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Wamensos Agus Jabo Dukung Wartawan Udin Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Wamensos Agus Jabo Dukung Wartawan Udin Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:14 WIB

×