TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang

Bella

Rabu, 29 Juli 2026 | 22:07 WIB
TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang
Ilustrasi - Para siswa membawa menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dibagikan ke kelas masing-masinh di SMPN 1 Tamansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Mike Verawati menyatakan keterlibatan militer dalam program Makan Bergizi Gratis bertentangan dengan prinsip keadilan gender.
  • Badan Gizi Nasional menyatakan TNI-Polri dilibatkan untuk mendampingi serta mengamankan distribusi program di berbagai daerah.
  • Okky Madasari menilai penerapan pola pendidikan militeristik pada lembaga baru berpotensi menghilangkan kemampuan berpikir kritis.

Suara.com - Keterlibatan militer dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai bukan hanya menunjukkan persoalan teknis, tetapi juga bertentangan dengan prinsip keadilan gender.

Penggiat MBG Watch, Mike Verawati, mengutarakan pertentangan tersebut karena karakter maskulin dan pola komando dalam militer dinilai tidak sejalan dengan inklusi sosial yang menghargai keberagaman masyarakat sipil.

"Pendekatan militer tidak akan pernah sejalan dengan perspektif kesetaraan dan keadilan gender serta inklusi sosial," ujarnya dalam forum diskusi di Kantor Imparsial, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Sejak awal berjalannya program tersebut hingga September 2025, terdapat 452 Sentra Penyediaan Pangan dan Gizi (SPPG) milik TNI. Jumlah itu diklaim untuk mendukung program unggulan Presiden Prabowo tersebut bagi anak sekolah, ibu hamil, dan balita di berbagai daerah.

Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan keterlibatan TNI-Polri difokuskan pada aspek pendampingan, pengamanan distribusi, serta dukungan kelancaran operasional di daerah.

Peran TNI-Polri dinilai penting dalam menjaga stabilitas dan memastikan layanan MBG dapat menjangkau seluruh wilayah.

Namun, Mike menilai militer justru melihat pangan sebagai logistik "darurat perang" semata. Padahal, MBG seharusnya berfokus pada penyediaan nutrisi jangka panjang dan keragaman pangan lokal.

"(Penyelenggaraan) MBG itu kita sedang dalam tidak dalam situasi perang, kita dalam situasi sipil biasa-biasa saja," ujarnya.

Lebih jauh, Mike menilai program MBG yang diklaim sebagai inovasi justru merupakan bentuk "pelecehan" terhadap gerakan akar rumput perempuan.

baca juga

Ia mempertanyakan mengapa pemerintah tidak memperkuat Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang selama ini telah teruji menangani gizi anak, ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas.

Saat ini, ia menyatakan Posyandu dapat bertahan berkat swadaya masyarakat, meski insentif dari pemerintah dinilai masih minim.

Penggiat MBG Watch, Mike Verawati, mengutarakan pertentangan  karakter maskulin dan komando dalam militer yang tidak serasi dengan inklusi sosial yang menghargai keberagaman masyarakat sipil dalam forum diskusi di Kantor Imparsial, Jakarta, Rabu (29/7/2026). [Suara.com/Cornelius Juan]
Penggiat MBG Watch, Mike Verawati, mengutarakan pertentangan karakter maskulin dan komando dalam militer yang tidak serasi dengan inklusi sosial yang menghargai keberagaman masyarakat sipil dalam forum diskusi di Kantor Imparsial, Jakarta, Rabu (29/7/2026). [Suara.com/Cornelius Juan]

Pola Pikir Komando dalam Pendidikan

Masih dalam ranah pendidikan, sastrawan dan sosiolog Okky Madasari menyoroti ancaman berupa pola pikir komando dari pembangunan lembaga pendidikan baru, seperti Sekolah Garuda dan Universitas Pertahanan.

Lembaga pendidikan semacam itu dinilai mengadopsi pola pikir militer. Ia menilai hal tersebut bertentangan dengan Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas dan Pasal 31 UUD 1945.

"Jadi jelas militerisasi pendidikan itu inkonstitusional," tegas Okky secara daring dari Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Pola pendidikan militeristik, menurut Okky, turut merambah ke berbagai lini, seperti pelatihan untuk menteri, kepala daerah, ASN, penerima beasiswa LPDP, serta masuknya personel militer ke Sekolah Rakyat.

Okky melihat hal tersebut memperkuat "pendidikan komando" sebagai dasar birokrasi. Hal itu dikhawatirkan akan menghilangkan kemampuan warga negara untuk berpikir kritis dan demokratis dalam mengelola negara.

"Warga negara dibentuk untuk tidak lagi mampu berpikir secara demokratis dan tidak lagi mampu membayangkan tujuan negara kita sebagai negara demokrasi," pungkasnya.

Reporter: Cornelius Juan Prawira

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan Sekolah Roboh: Enggak Nyambung

BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan Sekolah Roboh: Enggak Nyambung

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:58 WIB

Hutan Bukan untuk Tentara, YLBHI Cemas Pembangunan BTP TNI Picu Kerusakan Alam

Hutan Bukan untuk Tentara, YLBHI Cemas Pembangunan BTP TNI Picu Kerusakan Alam

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:03 WIB

Petisi Tolak Militer di Ranah Sipil, Ratusan Organisasi Cium Bahaya Dwifungsi TNI

Petisi Tolak Militer di Ranah Sipil, Ratusan Organisasi Cium Bahaya Dwifungsi TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 19:44 WIB

8.000 Dapur MBG Belum Kantongi Sertifikat Kebersihan dan Sanitasi

8.000 Dapur MBG Belum Kantongi Sertifikat Kebersihan dan Sanitasi

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 19:33 WIB

Gandeng Ahli Gizi, Menu MBG Bakal Baru Mulai Agustus

Gandeng Ahli Gizi, Menu MBG Bakal Baru Mulai Agustus

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 19:19 WIB

Dudung Buka Suara soal Komcad: Bukan Prajurit Aktif dan Bukan Wajib Militer

Dudung Buka Suara soal Komcad: Bukan Prajurit Aktif dan Bukan Wajib Militer

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 18:52 WIB

Babinsa Ikut Urusi Pajak, Imparsial Tegaskan Langgar UU TNI

Babinsa Ikut Urusi Pajak, Imparsial Tegaskan Langgar UU TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 18:46 WIB

Kepala BGN Jawab Kritik Dapur MBG vs Sekolah Rusak: Tak Adil Jika Dibandingkan

Kepala BGN Jawab Kritik Dapur MBG vs Sekolah Rusak: Tak Adil Jika Dibandingkan

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 18:35 WIB

Prajurit TNI dan Pegawai Kemenhan 'Full Senyum', Prabowo Resmi Naikkan Tunjangan Kinerja

Prajurit TNI dan Pegawai Kemenhan 'Full Senyum', Prabowo Resmi Naikkan Tunjangan Kinerja

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 18:25 WIB

Koalisi Masyarakat Sipil Peringatkan Bahaya Dominasi Militer, Sebut Demokrasi dan HAM Terancam

Koalisi Masyarakat Sipil Peringatkan Bahaya Dominasi Militer, Sebut Demokrasi dan HAM Terancam

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 18:08 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×