alexametrics

Anak Kembar Identik Tidak Selalu Memiliki Genetik yang Sama

Arendya Nariswari | Rosiana Chozanah
Anak Kembar Identik Tidak Selalu Memiliki Genetik yang Sama
Ilustrasi anak kembar (Shutterstock)

Ada mutasi genetik yang terjadi pada anak kembar identik.

Suara.com - Ilmuwan telah lama menggunakan studi orang kembar identik untuk melihat efek alamiah versus cara asuh terhadap anak-anaknya.

Selama ini, orang-orang percaya bahwa anak kembar identik berbagi gen yang sama dan perbedaan fisik atau perilaku di antara mereka disebabkan oleh pengaruh luar.

Sebaliknya, studi dari peneliti dari DeCode Genetics, sebuah perusahaan biofarma di Reykjavík, Islandia, justru menemukan bahwa kembar identik kemungkinan memiliki genetik yang tidak sama persis.

Berdasarkan penelitian yang terbit dalam jurnal Nature Genetics pekan lalu ini, kembar identik memang berasal dari satu telur yang sudah dibuahi atau monozigot. Namun, pada embrio mana pun, pembelahan sel dapat meyebabkan mutasi.

Baca Juga: Ahli Genetik UGM: Varian Baru Virus Corona Bisa Memengaruhi Hasil Tes PCR

Studi ini menemukan bahwa anak kembar identik memiliki perbedaan genetik dimulai pada tahap awal perkembangan embrio, lapor CNN.

Ilustrasi (Foto: shutterstock)
Ilustrasi anak kembar (Foto: shutterstock)

Hasil ini diketahui dari pengurutan genom 387 pasang kembar identik, orang tua mereka, pasangan, serta anak-anak mereka untuk melacak perbedaan mutasi.

Peneliti menemukan rata-rata 5,3 mutasi genetik terjadi pada anak kembar di masa perkembangan awal mereka. Pada sekitar 15% pasangan kembar, salah satu saudara membawa jumlah mutasi yang tinggi, dan ini tidak dimiliki saudara kembarnya.

Mutasi genetik merupakan kesalahan atau perubahan DNA, yang terjadi ketika urutan kode genetik rusak atau berubah dalam beberapa cara.

Meski sebagian besar mutasi tidak berbahaya, beberapa di antaranya dapat berdampak serius dan menyebabkan penyakit. Sedangkan yang lain dapat memengaruhi penampilan fisik, seperti warna rambut.

Baca Juga: 6 Fakta Unik Seputar Lesung Pipit: Benarkah Merupakan Kelainan Genetik?

Komentar