Kasus Covid-19 Sempat Tembus 10 Ribu Per Hari, IDI: Kondisi Kita Berat

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Selasa, 12 Januari 2021 | 13:04 WIB
Kasus Covid-19 Sempat Tembus 10 Ribu Per Hari, IDI: Kondisi Kita Berat
Ilustrasi Covid-19 (Elements Envato)

Suara.com - Presiden Joko Widodo beberapa kali telah menyatakan bahwa Pandemi Covid-19 di Indonesia telah terkendali. 

Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua Satgas Covid-19 Prof. Zubairi Djoerban mengatakan, memang banyak faktor untuk menilai wabah telah terkendali, kendatipun kasus Covid-19 di Indonesia telah lebih dari 800 ribu. 

"Saya tidak bisa membuat penilaian sekarang ini karena faktornya begitu banyak yang mempengaruhi. Jadi selalu ada plus minus," kata Zubairi saat dihubungi suara.com, Senin (11/1/2021).

Namun diakui Zubairi, Indonesia saat ini masih dalam kondisi yang berat akibat Pandemi Covid-19.

"Kalau kondisi sekarang kita dalam posisi berat dengan jumlah kasus infeksi harian di atas 9 ribu bahkan pernah dua hari berturut-turut pernah di atas 10 ribu," imbuhnya.

Penampilan luar dan dalam virus corona Covid-19 (KAUST Discovery)
Penampilan luar dan dalam virus corona Covid-19 (KAUST Discovery)

Situasi itu memang menjadi kabar buruk bagi Indonesia, lanjutnya, dengan presentasi kasus positif naik hingga di atas 20 persen. Namun di sisi lain, menurut Zubairi, penting digarisbawahi mengenai peringkat jumlah kasus Covid-19 Indonesia di dunia. 

Menurut Zubairi, sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia, jumlah kasus di Indonesia masih lebih sedikit dibandingkan banyak negara lain. 

"Kalau dilihat dari kasus Covid di ranking dunia, Indonesia sekarang menempati nomor 21, bukan nomor 4 bukan 5, bukan 6, bukan 10. Jadi kasus kita jauh di bawah negara lain. Di bawah Belanda, di bawah India, Amerika, Inggris, Prancis, Italia, Spanyol. Jadi kalau ditinjau dari sisi itu ya lumayanlah," katanya.

Data terakhir dari Satgas Penanganan Covid-19 pemerintah melaporkan, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia bertambah sebanyak 8.692 orang hingga Senin (11/1/2021) pukul 12.00 WIB. Ribuan orang itu menambah kasus positif secara akumulatif menjadi 836.718 orang.

baca juga

Angka penambahan tersebut didapatkan dari hasil pemeriksaan 38.061 spesimen dari 27.948 orang yang diperiksa Senin (11/1). Jumlah itu merosot dari rata-rata pemeriksaan harian sebelumnya yang bisa mencapai 55 ribu spesimen per hari.

Sehingga total spesimen yang sudah diperiksa di Indonesia baru mencapai 7.921.070 spesimen. 

Sementara itu, ada tambahan 214 orang meninggal sehingga total menjadi 24.343 jiwa meninggal dunia. Kemudian, tambahan 7.715 orang yang sembuh membuat totalnya menjadi 688.739 orang 

Tercatat sudah 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota yang terinfeksi virus Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Protokol Kesehatan Masuk dalam Revisi Perda Kota Balikpapan tentang Tibum

Protokol Kesehatan Masuk dalam Revisi Perda Kota Balikpapan tentang Tibum

Kaltim | Selasa, 12 Januari 2021 | 12:55 WIB

Ubah Fatwa MUI Vaksin Sinovac Jadi Haram, ES Diciduk Polisi

Ubah Fatwa MUI Vaksin Sinovac Jadi Haram, ES Diciduk Polisi

Jabar | Selasa, 12 Januari 2021 | 13:00 WIB

Waduh! Pemuda Ini Diciduk Polisi Gegara Sebut Vaksin Sinovac Haram

Waduh! Pemuda Ini Diciduk Polisi Gegara Sebut Vaksin Sinovac Haram

Bekaci | Selasa, 12 Januari 2021 | 12:35 WIB

Terkini

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Singgung Pasal Makar Sadap Prabowo, Mahfud: Produk Final Sampai ke Solo untuk Ganggu Pemerintah

Singgung Pasal Makar Sadap Prabowo, Mahfud: Produk Final Sampai ke Solo untuk Ganggu Pemerintah

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

Auto-Kenyal! 5 Rekomendasi Plumping Cream untuk Skin Barrier Sehat

Auto-Kenyal! 5 Rekomendasi Plumping Cream untuk Skin Barrier Sehat

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

Sindir Raksasa Sawit, Koalisi Sipil Siap Gelar Aksi di Dekat Pertemuan RSPO Terkait Bencana Karhutla

Sindir Raksasa Sawit, Koalisi Sipil Siap Gelar Aksi di Dekat Pertemuan RSPO Terkait Bencana Karhutla

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:45 WIB

OJK Mendadak Turun Tangan Atasi Masalah MNC Bank, Ada Apa?

OJK Mendadak Turun Tangan Atasi Masalah MNC Bank, Ada Apa?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 07:32 WIB

Jenderal Listyo Tersangka Kasus Penyadapan, Siapa Pengganti Kepala Staf Presiden?

Jenderal Listyo Tersangka Kasus Penyadapan, Siapa Pengganti Kepala Staf Presiden?

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 07:28 WIB

Raffi Ahmad Batal, Ndarboy Genk dan Bayu Skak Putuskan Mundur, GSI Youth Fest  di Solo Tetap Digelar

Raffi Ahmad Batal, Ndarboy Genk dan Bayu Skak Putuskan Mundur, GSI Youth Fest di Solo Tetap Digelar

Surakarta | Rabu, 04 November 2026 | 07:26 WIB

Bisakah Mencairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan saat Masih Aktif Bekerja?

Bisakah Mencairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan saat Masih Aktif Bekerja?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 07:23 WIB

Ketika Buzzer Lebih Sibuk Membela Pemerintah daripada Memahami Gizi

Ketika Buzzer Lebih Sibuk Membela Pemerintah daripada Memahami Gizi

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 07:20 WIB

×