Ribka Tjiptaning Tolak Vaksin Covid-19 karena Kasus Polio di Sukabumi 2005

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Rabu, 13 Januari 2021 | 16:11 WIB
Ribka Tjiptaning Tolak Vaksin Covid-19 karena Kasus Polio di Sukabumi 2005
Anggota DPR RI Ribka Tjiptaning saat raker dan RDP bersama Menkes Budi Gunadi di DPR. (istimewa)

Suara.com - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDIP, Ribka Tjiptaning, secara tegas menolak mendapatkan vaksin Covid-19 dari Sinovac. Bahkan, ia rela membayar denda daripada harus divaksinasi.

"Saya tetep tidak mau divaksin maupun sampai yang 63 tahun bisa divaksin. Saya sudah 63 tahun nih, mau semua usia boleh tetap, misalnya pun hidup di DKI semua anak cucu saya dapat sanksi lima juta mending gue bayar, mau jual mobil kek," kata Ribka dalam Raker dan RDP di Komisi IX, Kompleks Parlemen, Selasa (12/1/2021).

Alasannya, Ribka mengaku mendengar pernyataan PT Bio Farma yang menyebut vaksin dari Sinovac, yakni CoronaVac, belum diuji klinis tahap ketiga. Juga, menurutnya, vaksin yang pernah masuk ke Indonesia justru memperburuk keadaan.

"Saya ngomong lagi nih di rapat ini ya, vaksin untuk anti polio malah lumpuh layuh di Sukabumi terus anti kaki gajah di Majalaya mati 12 (orang)," sambungnya.

Poliomielitis, atau yang lebih dikenal sebagai polio, merupakan penyakit kelumpuhan saraf bersifat akut. Penyakit ini disebabkan oleh virus RNA golongan Enterovirus, Famili Picornaviridae.

Imunisasi polio penting untuk cegah penularan wabah polio dari Papua Nugini. (Shutterstock)
Imunisasi polio (Shutterstock)

Sebenarnya, kasus polio di Indonesia sempat menghilang pada 2000 silam. Namun, kembali ditemukan pada 2005 di Sukabumi, Jawa Barat, melansir Sukabumiupdate.com, jaringan Suara.com.

Kasus lumpuh layuh ditemukan sejak 13 Maret 2005, dan pada 21 April 2005 Laboratorium Nasional Polio Bio Farma Bandung melaporkan adanya virus polio liar (wild polio virus).

Hal ini diketahui dari hasil pemeriksaan spesimen tinja pada 17 kasus dan empat di antaranya terkonfirmasi positif polio. Semua kasus tersebut dilaporkan tidak satu pun mendapatkan imuniasi polio dasar.

Virus polio liar yang teridentifikasi tersebut merupakan kasus impor karena strain virus yang ditemukan sama dengan varian di Arab Saudi.

baca juga

Beruntung pada saat itu langsung ditangani melalui program sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) agar virus polio liar tidak menyebar.

Kemudian, pemerintah menetapkannya sebagai Kejadian Luar Biasa atau KLB dan kembali menjalankan PIN. Barulah pada 2006, polio tersebut teratasi dan 2014, label bebas polio diberikan WHO kepada Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ribka Tjiptaning Menolak Divaksin, Ini Reaksi PDI Perjuangan

Ribka Tjiptaning Menolak Divaksin, Ini Reaksi PDI Perjuangan

Sumbar | Rabu, 13 Januari 2021 | 15:34 WIB

Ribka Tjiptaning Tolak Vaksin Covid-19, PDIP Tegas Mendukung

Ribka Tjiptaning Tolak Vaksin Covid-19, PDIP Tegas Mendukung

News | Rabu, 13 Januari 2021 | 15:28 WIB

PDIP: Ribka Tjiptaning Ingin Kritik Komersialisasi Pelayanan Kesehatan

PDIP: Ribka Tjiptaning Ingin Kritik Komersialisasi Pelayanan Kesehatan

Surakarta | Rabu, 13 Januari 2021 | 15:21 WIB

Terkini

2 Buruh Pelabuhan Tewas Terlempar Crane ke Laut Singapura

2 Buruh Pelabuhan Tewas Terlempar Crane ke Laut Singapura

News | Kamis, 24 September 2026 | 09:07 WIB

Tak Ingin Hanya Jadi Penerima Bantuan! Kisah Penyandang Disabilitan Berjuang di Job Fair Jakbar

Tak Ingin Hanya Jadi Penerima Bantuan! Kisah Penyandang Disabilitan Berjuang di Job Fair Jakbar

News | Kamis, 24 September 2026 | 09:04 WIB

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok ke Level Rp2.605.000/Gram

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok ke Level Rp2.605.000/Gram

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 09:02 WIB

Stok Avtur AFT Kualanamu Aman, Layani Hingga 50 Penerbangan Per Hari

Stok Avtur AFT Kualanamu Aman, Layani Hingga 50 Penerbangan Per Hari

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 09:01 WIB

Jangan Takut Laba-Laba Sebelum Membaca "Weaver and the Web"

Jangan Takut Laba-Laba Sebelum Membaca "Weaver and the Web"

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 08:50 WIB

Ditemukan di Bengkulu, Jenazah Sukarman Kru Kapal Jurnalis Hilang Diterbangkan ke Jakarta

Ditemukan di Bengkulu, Jenazah Sukarman Kru Kapal Jurnalis Hilang Diterbangkan ke Jakarta

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:46 WIB

Kondisi Global Masih Suram, Bos BI Yakin Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,95,7 Persen

Kondisi Global Masih Suram, Bos BI Yakin Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,95,7 Persen

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:41 WIB

8 Tips Memilih Bedak Padat yang Cocok untuk Kulit Berminyak, Makeup Jadi Minim Longsor

8 Tips Memilih Bedak Padat yang Cocok untuk Kulit Berminyak, Makeup Jadi Minim Longsor

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 08:40 WIB

Harga Minyak Turun Drastis saat Donald Trump Ancam Hancurkan Iran

Harga Minyak Turun Drastis saat Donald Trump Ancam Hancurkan Iran

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:34 WIB

Masjid Megah Senilai Rp1 Triliun di Makassar Siap Dibuka untuk Umum

Masjid Megah Senilai Rp1 Triliun di Makassar Siap Dibuka untuk Umum

Sulsel | Kamis, 24 September 2026 | 08:27 WIB

×